Penat, sepi, sunyi yang mendalam, tercabik - cabik oleh rasa tak tau, menyedihkan prasaan yang tanpa arah, bukan amarahnya tapi ke tidak tauan nya yang membuat naga ingin keluar dari jeruji nya. Setan pun tak menyapa? Seolah tak pantas menjadi bagia darinya, api pun tak mau hinggap seolah tak pantas, neraka apa lagi? Seolah maki lebih rendah.
Tak tau iya tak tau. Memanjat kan lantunan kata belas kasihan setiap detik pada nya. Tapi tetap tak kunjung ber arah. Sampai kapan? Atau pertanyaan nya yang salah, sampai dimana? Entah bosan.
Memang secuil rasa ingin menang sendiri, rasa ingin bertidak sesuai ke hendak, sempat terlintas ingin jadi sepertinya.
Amarah dan amarah
"tetesan air yang mengalir di pipi menunjuk kan amarah terhebat nya"

0 komentar:
Posting Komentar