Human Flying

Awan??  Disini saya semakin tidak mengenal siapa saya. Semakin jauh dari kata "MENGERTI", hal yang baru di atas nalar saya,  Kehidupan di atas awan membuat saya semakin terlihat begitu tinggi,  Hingga pada titik destination saya tak terlihat lagi, Entah apa ini ?
Entah apa yang harus di lakukan ?
Buat apa hal ini ?
Dimana saya ?
Sesuatu angkasa atau dasar bumi ?
Dan pada akhirnya saya pasrah melihat diri saya tak di kenal oleh saya sendiri,  Saya hanya berjalan dan terus berjalan tanpa arah bagaikan pilot tanpa rute.
Apa ini sesuatu yang saya impikan dulu yang saya bicaran terus menerus SEBUAH KALANGAN ATAS.  Saya rasa bukan ini awan tanpa burung-burungnya. 
Seharusnya saya dengan apa yang terjadi dalam hidup saya di didik dengan cara-cara dunia, seperti terlahir kembali dan di besarkan oleh angkasa,  Airlines mimpi yang tak pernah usai ini membuat saya bertindak jauh dari kata baik dan jujur,  Saya yang salah atau angkasa yang salah?
Surabaya, lombok, malang adalah angkasa awal saya berpijak di awan tanpa penghuni, dan hal baru terus baru saya tidak pernah melihat garis finisnya,  Saya terus di start tak berjalan meski.  Ada pesawatnya tak ber arah meski ada pilotnya,  Tak terlayani meski ada pramugarinya.  Yang saya takut kan apabilah aftur sudah berada pada titik merah,  Dan jatuh terpelanting dari awan ke awan,  Ingin berontak tapi sia-sia. Saya sadar saya tidak butuh angkasa dan burung-burungnya,  Yang saya butuhkan hanya bandaranya sebuah destination pasyi dan ter arah,  Sebuah rada agar terlihat kembali, sampai detik ini saya hanya burung terbang yang tak terlihat di hempaskan oleh angin tak ber arah,  Dan tibsla akirnya saya melihat sang surya yang lari jauh memberikan cahaya mungil yang menghangatkan,  Walaupun pafa akhirnya saya tetap tak terlihat sampai detik ini.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Wordpress Theme by wpthemescreator .
Converted To Blogger Template by Anshul .