Matahari terbit dengan sinar-sinar nya di iringi suara tawa-tawa para mahasiswa yang sedang merayakan ke lulusan nya, terlihat jelas raut kebahagian di wajah mereka untuk menatap masa yang baru, dua sosok sahabat melihat ke awan tangis haru, pertanda kebersamaan akan segerah berakir.
Di kampus
"vin gue masih gak nyangkah kalo gue bisa sarjana dan membawa nama S.E di depan nama gue", ucap aldi
"gue juga al, gak pernah nyangkah kalo gue bisa lulus dan resmi jadi sarjana", ucap vino sembari tersenyum lebar
"rencana loe ke kanada kapan vin?", ucap aldi
"minggu depan al rencana nya, loe sendiri kapan mulai kerja di kantor bokap loe? ", ucap vino
"bokap gue sih mintak nya secepat nya, tapi gue pengen seneng-seneng dulu lah 1bulan ini hehehe", ucap aldi
"ya udah ayo pulang yuk", ucap vino dengan menggandeng pundak aldi
Mereka berdua pun pulang ke rumah masing-masing dengan membawa ke banggaan.
Rumah vino
Vino yang saat itu sedang merapikan barang-barang nya untuk persiapan pergi ke kanada besok, vino membuka laci dan melihat barang-barang masa lalu nya itu dari mulai foto-foto sampai buku-buku kuliah nya yang penuh dengan coretan, dan tak sengaja vino melihat kain rajut tebal berwana pink di sebuah pojok laci itu, vino melihat dan ter ingat bahwa itu jaket sheren yg di pinjam nya saat ke hujanan dulu,
Dan sekali lagi vino menahan air mata nya, berusaha tersenyum agar sheren bahagia di sana.
Hari ke berangkatan ke kanada pun tiba, pelukan perpisahan pun terjadi di airport itu.
"loe mesti sukses vin di sana, dan gue nanti bakal nyusul loe kesana kalo gue udah punya uang sendiri", ucap aldi sambil berjabat tangan dengan vino.
Vino hanya tersenyum haru ke aldi dan berjalan ke arah mama nya.
"mama jaga diri baik-baik ya", ucap vino dan memeluk mama nya
Terlihat kemesraan antara anak dan ibu di airport itu tangisan perpisahan mengawali kepergiian vino.
Kanada
7 bulan tak terasa, saat hari kafe vino resmi di launching kan, kafe yang di berinama "SHEREN HOUS" itu pun siap melebarkan sayap nya di kanada,aldi dan ibu vino pun hadir di acara presmian itu.
Vino yang mengenakan jaket pink milik sheren itu di acara presmian nya merasa berhasil mewujudkan impian sheren, semua yang datang dengan senyum mencoba es coklat di kafe itu, sangat ramai pengunjung hari itu.
"vin tumben loh pakek jaket warna pink", ucap aldi
"ini jaket nya sheren al, loe lihat pigora yang itu", ucap vino sambil menunjuk ke pigora hiasan kafe itu.
"itu kan tisu-tisu nya sheren, pasti sekarang sheren bangga banget sama loe disana", ucap aldi
Dan aldi pergi ke meja mama vino dan minum es coklat bersama, sementara itu vino yang berada di depan kafe sendirian termenung mengingat sheren.
"andai kamu ada disini pasti semua akan semakin lengkap", ucap vino dalam hati
Tak lama vino pun masuk ke kafe nya, dan tiba-tiba terdengar suara dari belakang.
"bisa pesen es coklat original nya?"
Vino pun menoleh ke belakang dan melihat sebuah ke ajaiban di depan matanya.
"sheren?", ucap vino dengan kaget bercampur bingung dan bahagia
Sheren pun hanya tersenyum.
"kenapa kamu?", ucap vino
"masih hidup", ucap sheren
Sheren pun menjelaskan bahwa dia selamat dari ledakan bom di jepang itu, dan hanya koma, selama setahun dia menjalani terapi untuk kesembuhan nya.
setelah mendengar cerita itu, vino langsung memeluk sheren, dan semua mata tertujuh ke mereka berdua.
"terimakasih sudah mewujudkan mimpi ku", ucap sheren sambil membalas pelukan vino
"sheren seandainya aku tau waktu SMA---", ucap vino
"udah gak ada yang perlu di sesalkan, bagaimana pun sebuah masa lalu adalah mata, untuk melihat kita terus ke masa depan"ucap sheren memotong perkataan vino
Vino tersenyum dan menatap mata sheren dengan penuh kebahagiaan,
"sheren aku mau ngomong sesuatu", ucap vino
"aku mau kog jadi pacar kamu, bahkan mendampingi mu sebagai istri mu", ucap sheren dan tersenyum
"padahal aku blum ngomong, tapi ya emang itu maksut nya hehehe", ucap vino dengan sangat senang.
*berciuman* dan mereka pun akhirnya bersama kembali, Semua mata melihat dan memberi tepukan kebahagiaan untuk mereka.
(TAMAT)

0 komentar:
Posting Komentar