Fortuna 18

setelah menonton film di rumah ocha,gue pun pamit pulang ke ocha  dan saat di perjalanan pulang fikiran gue pun tetep gak konsen,terus teringat tentang sosok dhea yang tiba-tiba muncul di saat yang tak tepat.
"gue udah punya ocha dhea itu masa lalu" ucap gue dalam hati sambil terus menyetir pulang
dan sesampai nya di rumah gue langsung nyeburin diri gue ke bak mandi karna saking bingung nya dengan apa yang terjadi hari ini.
terdengar suara hanphone gue berbunyi dan langsung gue ambil hanphone gue yang ada di atas kasur,ternyata itu telfon dari ocha, gue pun menaruh hanphone gue lagi di kasur sementara gue pengen merenung dulu dan menghindar dari ocha untuk beberapa hari lah.
"ray...raya" suara nyokap gue dari bawah
"iya ma ada apa" ucap ku sambil berjalan turun ke bawah
"tolong beliin minyak goreng ke minimarket donk,soal nya mama mau masak nie"
"ow iya deh ma" ucap gue sambil berjalan ke garasi buat ngeluarin mobil gue
dan saat sudah sampai di mini market gue pun langsung masuk dan nyari minyak goreng pesenan mama gue tadi,tapi gue muter-muter mini market minyak goreng nya gak ketemu-ketemu.
"ini minyak gorengnya di taruh sebelah mana sih" ucap gue radak kesel
setelah hampir 5 menitan gue nyari dan akhirnya ketemu juga.
"lahh nih si kampretttt di cariin dari tadi" ucap gue sambil menunjuk ke minyak goreng itu :D
saat gue mau ambil tuh minyak goreng gue lihat dari cela rak itu sesosok wajah yang membuat ku terbingung "dhea" ya itu dhea.
dhea yang juga lihat gue pun berusaha untuk lari,tapi gue langsung menarik tangan nya.
"dhea kenapa kamu menghindar?"
dhea hanya menunduk kan kepala tanpa berkata,dalam hati terasa bimbang saat berada di dekat nya tapi aku tau aku salah.
"gimana kabar kamu?" ucap ku sekali lagi
dan kali ini dhea mengakat kepala nya dan menjawab perkataan ku
"baik kog" ucap dhea tersenyum
"di mana suami kamu?" ucap ku dengan menguatkan hati
"dia ada di rumah tadi baru pulang kerja" ucap dhea agak gelagapan
gue pun memandangi wajah dhea seolah ada yang di sembunyikan dari ku,gue pun langsung berkata.
"boleh aku main ke rumah kamu" ucap ku
"eeee...eeee... maaf ray suami ku gak suka kalo ada temen ku yang ke rumah" ucap nya
"oww emmm" belum selsai gue mau ngomng tapi dhea udah motong perkataan gue
"aku balik dulu ya" ucap nya dengan langsung berjalan pergi ninggalin gue
gue hanya bisa melihat dia pergi walaupun dalam hati gue ingin mencegah nya untuk pergi, gue masih terbingung akan sikap dhea ke gue serasa ada rahasia besar yang lagi di tutupin ke gue.
*Di rumah gue*
di dalam kamar gue termenung terus terfikir akan kenangan indah bersama dhea tapi di satu sisi gue udah punya ocha "kalo gue mengenang dhea terus kayak gini,sama ajah gue ngehianatin ocha yang udah tulus sayang ke gue" teriak gue dalam hati
"apa seharus nya gue nikah ajah sama ocha?" tanya ku berbicara sendiri
"iya mungkin itu emang caranya, gue yakin mungkin memang seharus nya begitu" ucap ku kembali
gue pun menarik nafas panjang dan meyakin kan diri gue untuk nikahin ocha.
*2 munggu kemudian*
keluarga gue dan ocha pun berkumpul untuk melaksanakan lamaran gue ke ocha dan kita pun memutuskan hari pernikahan gue dan ocha di selenggarakan tanggal 7 mei atau 1bulan lagi terhitung sejak hari ini.
tiba-tiba di tengah acara terbesit ingatan tentang dhea untuk yang ke sekian kali, gue pun jadi melamun terbingung dan bertanya "apa yang gue lakuin ini bener?"
"say...sayang"
senggol ocha ke gue dan gue pun terkaget.
"kamu ngelamuninin apa sih?" ucap ocha
"ow .....eeee..eeeemmmm... enggak kog" ucap ku dengan gelagapan
gue pun langsung pamit ke toilet buwat cuci muka, dalam toilet gue pun langsung membasuh muka gue sambil terus memandangi kaca toilet.


0 komentar:

Posting Komentar

 
Wordpress Theme by wpthemescreator .
Converted To Blogger Template by Anshul .