Vino merasa kagum akan cerita sheren, mendengar impian-impian sheren yang sangat besar,vino terus menatap mata sheren yang berkaca-kaca melihat sosok cahaya dari sebuah gadis sederhana berjiwa petarung,mereka berdua saling menatap dan mengobrol dengan canda tawa terpancar jelas dari raut wajah mereka.
"sheren udah sore nie, ayo aku antar kamu pulang?" kata vino, "eh iya... gak kerasa ya udah sore ajah, ya udah aku bayar minuman dulu ?", kata sheren, "eh biar aku ajah yang bayar kan aku cowok?", kata vino dengan PD nya, "loh emang kalo cowok itu setiap makan sama cewek itu harus selalu bayar ya?", kata sheren menggoda vino, "ya gak juga sih... cumak biar keliatan keren ajah hehehe" kata vino sambil menggaruk-garuk rambut nya. sheren pun tertawa mendengan ucapan vino, "ya udah aku bayar dulu ya?" kata vino, vino pun pergi ke kasir, sementara sheren tetap menunggu di meja nya.
"meja no 7 mas?" kata vino ke palayan kasir itu. "sebentar mas... total nya 250 ribu mas?" kata kasir itu, wajah vino berubah pucat mendengar ucapan si kasir, "250 ya mas... 250 ya hehehe, bentar mas?" kata vino dengan gugup, vino mengambil dompet nya yang ada di kantong celana belakang nya. dan membuka isi dompet nya, "waduhhh... 5 ribu?", ucap vino dalam hati dan sebentar melihat pelayan kasir itu dan tersenyum, keluar keringan dingin dari tubuh vino, "gila mahal amat es coklat doank, kalo di mbk susi sih 250 bisa buwat mandi es coklat", ucap vino dalam hati, "ini mas...250 kan". terdengar suara dari samping kanan vino, ternyata itu sheren yang berbicara ke pada pelayan kasir itu, vino pun terkaget " loh sher... aku baru mau bayar?". kata vino. "iya aku tau kamu mau bayar... tapi besok ajah saat kita minum es coklat yang kedua kalinya". kata sheren sambil ter senyum. "ya udah deh kalo kamu maksa... tapi lain kali aku yang bayar ya?", dengan tersenyum vino berkata dengan syok nya, dalam hati vino berkata "slamet-slamet?".
sheren tersenyum mendengar ucapan vino dan tingkah nya. mereka pun berjalan keluar dari cafe itu. "eh sheren tadi kamu bilang... kita minum es coklat yang kedua kalinya?, berarti besok kita bisa jalan lagi donk hehehe", ucap vino dengan gaya cengengesan nya."mungkin?",ucap sheren sambil berjalan meninggalkan vino, "lohh kog mungkin?", teriak vino sambil lari ngejar sheren, mereka berdua pun saling tertawa.
sambil berjalan vino pun mencari taksi untuk mengantar sheren pulang, tapi taksi pun tak kunjung datang, dan mereka memutuskan untuk berjalan sajah sampai ke rumah, di perjalanan mereka saling mengobrol, dan terlihat jelas prasaan vino yang sangat mengagumi sheren, mata vino tak pernah lepas dari wajah sheren, "udah sampai vin, mau mampir dulu?" kata sheren, "jadi ini rumah kamu sheren, lain kali ajah deh mampir nya udah gelap juga", ucap vino "yeeee kalo cerahh itu namanya pagi hehehe?" ucap sheren sambil tertawa., "ya udah aku masuk dulu ya, kamu hati-hati pulang nya?", kata sheren, sheren pun berjalan masuk ke rumah nya, "ehh sherenn gak ada ciuman atau pelukan kah?", teriak vino sambil tersenyum, sheren pun tertawa mendengar ucapan vino, "eh kayak nya gak ada ya hehehe?", ucap vino sambil tertawa. sambil berjalan pulang vino, dan sheren pun masukke rumah nya.

0 komentar:
Posting Komentar