Setelah lama menunggu taksi sampai badan vino dan sheren pun jadi basah kuyup karna hujan yang sangat deras dan tak kunjung berhenti, sebuah mobil taksi biru pun akhir nya berhenti, dan mereka pun naik ke dalam taksi dan menujuh perjalanan pulang.
Di dalam taksi vino dan sheren saling berdekatan sampai tak sadar tangan mereka saling bergandengan.
"mas sama mbk nya romantis amat" kata supir taksi itu sambil tersenyum melihat ke arah sepion atas, vino dan sheren bingung tentang apa yang di kata kan oleh supir taksi itu.
"maksut nya pak?" ucap sheren ke supir taksi itu, "lah dari tadi pegangan tangan terus hehehe", ucap supir taksi itu.
Vino dan sheren pun tersadar bahwa dari tadi mereka gandengan, Sheren pun mau melepas kan tangan nya, "eh sher jangan di lepas" ucap vino sambil menatap wajah sheren, Dan mereka saling menatap, sheren pun tersenyum manis dan tidak jadi melepas kan tangan nya dari tangan vino. Perlahan sheren menyandarkan kepala nya ke bahu vino, vino pun merasa sangat bahagia saat itu. "gue sayang banget sama loe" ucap vino dalam hati.
"mas mbk... mesra-mesra an sih boleh, Tapi kapan turun nya nie, udah sampek dari tadi", ucap supir taksi.
Mata vino dan sheren pun langsung melotot melihat ke arah kaca, yang ternyata sudah sampai di depan rumah sheren, malu lah mereka berdua sampai wajah vino dan sheren berubah jadi merah.
Mereka pun turun dan langsung membayar taksi itu, "vin ayo mampir dulu, Kamu ganti dulu baju kamu, Biar gak masuk angin" kata sheren.
Vino pun langsung mengangguk kan kepala dan masuk ke dalam rumah.
Setelah vino berganti pakean, dengan mengenak kan jaket warna pink milik sheren, Sheren pun membuat kan coklat hangat untuk vino.
"sher warna nya gak terlalu mencolok yak". Kata vino, Sheren pun tertawa melihat vino yang keliatan lucu mengenak kan jaket pink milik nya "udah gpp, dari pada masuk angin hehehe?" ucap sheren. Vino pun malu karna di ketawain oleh sheren.
"di minum vin coklat nya?" ucap sheren, vino pun langsung meminum nya dan tiba-tiba muka vino langsung berubah pucat.
"kenapa vin?" ucap sheren.
"pahit? ", kata vino sambil berusaha menelan minuman yang sudah terlanjur masuk ke mulut nya.
"hehehe sekali-sekali kamu harus ngerasain rasa coklat pahit" ucap sheren sambil tertawa.
"yee malah di ketawain, aku heran sama kamu, seneng banget sama coklat pahit?" ucap vino.
"kan aku udah bilang kalo kamu suka coklat juga harus suka dengan rasa pahit nya" ucap sheren dengan tersenyum.
Vino pun berusaha menghabis kan minuman nya, Tapi karna sangat pahit vino pun hanya mengahabis kan setengah dari minuman nya.
"udah reda sher hujan nya, aku pulang dulu ya" kata vino.
"ow iya, Ya udah hati-hati ya vin". Ucap sheren sambil mengantar kan vino sampai depan rumah nya.
"sheren...Cium atau pelukan perpisahan belum ada ya hehehe" ucap vino.
Sheren pun hanya tersenyum.
"hehehe kayak nya belum ada ya, ya udah aku pulang dulu ya", ucap vino sambil berjalan keluar rumah sheren.
Tiba-tiba sheren berlari mengejar vino yang belum jauh dari rumah nya. Dannnnnn sheren pun mencium pipi vino, Dan sheren pun langsung kembali lari masuk ke rumah nya. Vino yang kaget karna baru sajah di cium oleh bidadari yang selama ini dia idam-idam kan, dan langsung melompat-lompat dan berteriak "alhamdulilah ya allah" sambil lari-lari pulang dan terus memegangi pipi nya.
Sesampai nya di rumah vino.
Vino pun masi tertawa sendiri dan terus memegangi pipi nya.
*brussssss*. Tiba-tiba wajah vino di sembur air, oleh dukun yang di bawa oleh mama nya vino.
"apa-apa an sih ma?". ucap vino sambil mengusap wajah nya.
"udah diem vin biar mbah dukun ngeluarin setan yang ada di tubuh Kamu". kata mama vino dengan yakin nya
" nah... nah... setan apa an si ma? vino gak kesurupan kali ma". Ucap vino dengan heran nya.
*brussssss* semburan yang kedua di wajah vino.
"ini juga apa an sih sembar-sembur emang wajah gue kayak cabe-cabe an belum mandi apa?" kata vino dengan kesal nya
"ma vino ini gak kesurupan tapi lagiii...?". kata vino sambil lari menuju kamar nya.
"lagi apa vin?" teriak mama vino
"jatuh cinta". Ucap vino dengan keras nya. Dan masuk ke dalam kamar.
"jatuh cinta?" kata mama vino dan mbah dukun secara bersamaan dengan kompak nya.
Di dalam kamar vino masi terbayang akan ciuman sheren, tersontak vino ingat akan tisu milik sheren yang tadi dia ambil. Dan langsung mencari nya di tas nya dengan harap- harap cemas tisu itu tidak basah terkena air hujan tadi.
Dan akhir nya vino menemukan tisu nya, "syukur-syukur tisu nya gak basah", ucap vino
Dan vino melihat tisu itu, Ternyata coretan yang di lihat vino tadi adalah puisi dan kata-kata mutiara sheren yang di tulis di tisu. Vino langsung membaca nya dan tersenyum-tersenyum sendiri. Setelah membaca wajah vino terlihat bingung. "kenapa di tulis di tisu? Apa sheren gak punya buku?" ucap vino dalam hati.

0 komentar:
Posting Komentar