Di dalam kamar vino.
Vino dan aldi sedang mencari buku tahunan waktu SMA nya untuk mencari tahu tentang sosok sheren yang sebenar nya.
"vin bukunya udah loe buang kali, gue udah cari sampek kekolong tempat tidur loe gak ada?", ucap aldi yang berada di kolong tempat tidur vino.
"gak, gue yakin masih gue simpen, udah cari ajah terus", Ucap vino sambil nyari dengan kebingungan.
Kamar vino jadi seperti kapal pecah, yang di berantakan karna mancari buku tahunan yang tak kunjung ketemu, "brak... Brak...", suara vino yang membongkar lemarinya.
"aduh berisik banget, lagi ngapain tuh anak?" ucap mama vino yang lagi menonton tv.
Karna saking berisik nya mama vino, memutuskan untuk mendatangi vino dan melihat apa yang sedang terjadi di kamar vino.
"ckrewkkk", suara pintu kamar vino yang di buka oleh mamanya, setelah membuka mama vino pun terkaget melihat kamar vino yang porak poranda seperti habis kenak bencana alam.
"vino... Kamu ini apa-apan sih berantakin kamar gini?", ucap mama vino dengan nada tinggi.
"eh tante hehe?, ucap aldi sambil cengengesan di bawa kolong tempat tidur.
Mama vino hanya tergeleng geleng karna heran apa yang sedang di lakukan vino dan aldi.
"ma lihat buku tahunan SMA ku gak?", ucap vino dengan sambil terus mencari di dalam lemari.
"kan ada di laci meja belajar kamu, kan kamu sendiri yang naruh barang-barang SMA kamu di situ vino", ucap mama vino dengan geleng-geleng sambil berjalan keluar dari kamar vino, dan melanjut kan nonton tv.
Vino yang baru ingat kalo dia sendiri yang naruh buku nya di dalam laci, dan vino pun langsung membuka lacinya dan mengambil bukunya, dan aldi pun langsung keluar dari kolong tempat tidur dengan kesel nya.
"kletak", suara kepala vino yang di jitak aldi.
"dasar bego... loe taruh sendiri loe yang lupa, udah cepet buka?". Ucap aldi.
Vino pun langsung membuka bukunya dan mencari apa ada nama dan foto sheren di buku itu, setelah lama mencari vino pun menemukan nama sheren dan fotonya di daftar itu.
"nie al nama sheren?", ucap vino
"sheren keliatan manis banget ya waktu SMA", ucap aldi sambil cengengesan.
"gue kog gak pernah liat sheren ya waktu SMA, di sini tertulis sheren anak IPS 2, berarti sekelas dengan?? ", ucap vino dan terhening sesa'at.
"sekelas dengan siapa vin?", ucap aldi dengan menyenggol bahu vino.
"gisel...?" ucap vino dengan nada pelan.
Aldi terkaget dengan ucapan vino,bahwa gisel mantan pacar vino waktu sma dulu ternyata sekelas dengan sheren.
Gisel sendiri pacar pertama vino sekaligus adalah orang yang membuat vino patah hati terhebat selama 4tahun, gisel pergi meninggal kan vino demi selinghuan nya, dan vino tidak pernah bisa melupan hal itu, maka dari itu vino selalu menganggap cinta hanya komedi.
"gue dulu sering ke kelas gisel waktu istirahat tapi gue gak pernah nglihat sheren ada di situ, apa gue yang lupa?" ucap vino.
"vin kayak nya kita harus nyamperin gisel untuk tau semua hal misterius ini?", ucap aldi.
"gak akan" ucap vino dengan dingin nya
"vin loe jangan jadi pengecut gini donk?,kita ke gisel buwat tau tentang sheren, bukan buwat edisi patah hati loe?", ucap aldi meyakin kan vino
"al... Loe tau kan betapa gue tersiksanya oleh gisel?, dan sekarang loe mala ngajak gue nyamperin gisel, bunuh ajah gue sekalian", ucap vino
"jadi loe lebih milih ngelepasin sheren gitu ajah?, dan mentingin ego lue yang takut ketemu gisel, karna takut luka lama loe terkuak lagi", ucap aldi.
"mungkin sheren emang cumak untuk jadi misterius, dan ini juga pertanda biar gue gak patah hati lagi, dengan nyatain cinta ke sheren, mungkin sheren emang harus menghilang", ucap vino dengan mengepalkan tangan.
"banci loe", ucap aldi dengan kesal.
"al... Mending loe pulang, gue pngen tidur", kata vino dengan membaringkan tubuh nya di tempat tidur.
Aldi pun dengan kesal nya berdiri dan beranjak pergi, saat aldi membuka pintu mau keluar aldi mengucapkan sedikit perkataan buwat vino.
"mungkin loe bener vin, sheren emang seharus nya menghilang, dan selamat loe udah naruh sheren di dalam hati loe?", ucap aldi, dan aldi pun langsung pergi untuk pulang.
Vino yang terlihat sangat gelisa, walaupun sudah memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur, tapi tetap sajah perasaan bingung, dan ingatan tentang sheren tetap terbayang di otak nya, Vino merenungkan tentang keputusan yang dia buat itu benar atau salah.

0 komentar:
Posting Komentar