Dhea duduk di samping ku menatap ku dengan pandangan aneh, dan aku hanya diam tanpa bisa berkata satu kata pun akibat tatapan dhea yang membuat ku banyak meneteskan keringat dingin.
"kamu tadi mau ngapain? Kog pakek mau lompat ke balkon ku segalak?" ucap dhea
"Eee-- enggak gak mau ngapa-ngpain kog" ucap ku dengan gelisa
"kamu itu aneh ray tapi lucu" ucap dhea dengan senyuman khas nya
Aku pun hanya malu-malu dan menunduk kan kepala dengan wajah kemerahan.
"dhea,, dhea" teriak tante ratih dari bawah
Aku dan dhea pun langsung mnoleh ke bawah, terlihat ada tante ratih dan seorang laki-laki seumuran ku dengan memakai jas berwarna hitam berambut lurus belahan samping, tante ratih menyuruh dhea turun dengan melambai-lambaikan tangan nya.
Ku lihat wajah dhea menjadi pucat saat memandang ke arah laki-laki itu, dhea pun terbengong sesaat seolah ada yang di fikir kan di kepala nya.
"dhea di panggil tante ratih tuh" ucap ku
Dhea langsung terbangun dari lamunan nya karna ucapan ku, dan segerah turun ke bawah menghampiri tante ratih.
Aku lihat dari atas balkon, dhea dan laki-laki itu seolah sudah lama kenal mereka membicarakan sesuatu dan masuk ke dalam rumah tante ratih.
Aku pun jadi penasaran siapa laki-laki itu dan apa yang sedang di bicarakan.
Maka langsung ku putus kan untuk menguping pembicaraan dan mencari tau tentang laki-laki itu, segerah aku turun ke bawah untuk mencari tau.
"eh ray kamu mau kemana?" ucap tante ratna yang saat itu sedang menonton tv
"ehhh mau ke--"
" bantuin tante bentar donk?"
"bantuin apa'an teh?"
"ini mindain sofa, mau tante rubah posisi ruang tamu nya"
Ya dan mau gak mau gue bantuin tante ratna ngatur ruang tamu nya, dan rencana nguping nya harus di tunda dulu
Setelah hampir 30 akhir nya selsai juga ngatur ruang tamu itu, Dan rasa nya badan gue lemes banget, gue pun langsung terduduk lemas di atas sofa.
Tante ratna yang terlihat sangat capek itu pun akhir nya duduk di samping gue.
"capek banget ya" ucap tante ratna dengan nafas ter engah-engah
"ho'o" ucap ku
"tante buat jus jeruk duluk ya, biar frees" ucap tante ratna sambil berjalan ke dapur
Dan gue hanya mengangguk kan kepala dan masih tersungkur lemas.
"ini ray es jeruk nya" ucap tante ratna dengan memberikan segelas es jeruk
*gluk... glukkk...* langsung ku minum habis es jeruk itu karna saking capek nya.
"ow iya ray tadi kamu buru-buru emang mau kemana?" ucap tante ratna
Gue pun langsung menepuk jidat gue karna teringat akan misi rahasia gue buat ngepoin laki-laki yang ke tempat dhea, langsung gue lari keluar rumah, dan terlihat rumah dhea yang sepi, karna penasaran gue samperin ajah ke rumah nya buat nyari tau lebih pasti.
*tokk... Tokk..* sambil celingkan ngetuk pintu rumah dhea
"eh raya, Ada apa?" ternyata tante ratih yang keluar
"dhea nya ada tante? " ucap ku sambil celingukan melihat ke dalam rumah tante ratih
"dhea baru ajah balik ke jakarta" Ucap tante ratih
"hachhh,, sama siapa tante? Trus ngpain balik ke jakarta" ucap ku dengan kaget
"sama evan ada rencana pernikahan di jakarta" ucap tante ratih
"nikahh,, Evan itu siapa tante?" aku pun semakin gelisa
"iya nikah, evan itu mantan pacar nya dhea dulu" ucap tante ratih
Perasaan gak percaya bercampur rasa sesak di dadak gue dan hanya terdiam gak percaya setelah mendengar ucapan darih tante ratih, gue pun langsung pergi ambil mobil menuju ke arah bandara buat nyusul dhea.

0 komentar:
Posting Komentar