dalam perjalanan ke
bandara menyusul dhea, ku pacu mobil ku dengan sangat kencang dan tak
memperdulikan apa pun yang ada di depan ku, dengan harap-harap cemas
memikirkan semoga dhea belum berangkat naik pesawat nya.
dalam hati semua
pertanyaan terkumpul tak terjawab semakin menambah gelisa diri
ini,berusaha untuk tenang tapi malah membuat hati semakin panik tak tau
arah.
" kenapa gue kayak gini?
apa bener gue suka sama loe? kenapa loe pergi sebelum semua ini menjadi
pasti sih? achhhhhhh" suara isi hati yang terus bertanya di sepanjang
perjalanan
terlihat dari jauh
seorang security bandara sedang bendiri di pos ke amanan dan terlihat
juga palang penutup pintu bandara yang sedang tertutup tanpa pikir
panjang langsung gue trobos palang pintu itu.
"BRAKKKKKKKK" mobil gue nerobos palang pintu itu sampai hancur
"dasar orang gila" teriak sicurity
gue gak meduliin dan
terus jalan masuk ke bandara, sampai di depan bandara langsung gue
matiin mobil gue dan masuk ke dalam bandara itu.
"woyy mobil nya woyy... ini bukan tempat parkir" teriak seorang jukir
gue lari-lari sambil
noleh ke kanan dan ke kiri buat nyari dhea, gue puterin seluruh area
bandara tapi semuanya hanya sia-sia gue gak ketemu dhea,badan gue lemes
kehilangan semua harapan terakhir gue,perlahan gue senderin tubuh gue di
tembok dan mulai semakin rendah dan mau jatuh ke lantai, sampai akhir
nya gue hanya bisa duduk di lantai sambil megangin kepala dengan penuh
perasaan menyesal.
"punya es crime?"
terdengar suara dari depan gue, perlahan gue nengok ke atas dan......
"Dhea" aku pun langsung berdirih seolah semua tenaga gue dan harapan gue kembali lagi.
Dhea menatap ku dengan mata berkaca-kaca,aku pun langsung berusaha ngomong apa yang ada di hati gue.
"dhea mungkin ini aneh,tapi aku pengen kamu tau----"
"dhea ayow... pesawat nya udah mau berangkat" teriak seorang laki-laki yang gue yakin itu evan mantan pacar dhea.
"kamu pengen aku tau apa ray" ucap dhea
aku pun melihat ke arah
laki-laki itu,dan berfikir "cowok itu sempurna, mungkin memang seharus
nya dhea sama dia, bukan sama gue, dan lagian betapa dhea juga
menganggap cowok itu sangat istimewa di mata nya, aku bukan siapa-siapa"
ucap ku dalam hati
'aa----aa--ku cumak
pengen kamu tau kalo aku udah bisa ngelupain adel, dan juga kenapa kamu
pergi gak pamitan dulu sama aku" ucap ku
"gitu donk hebat,aku yakin adel pasti bahagia di sana kamu udah bisa ngelanjutin jalan hidup mu lagi" ucap dhea
" iya dhea" ucap ku masih dengan perasaan bingung tak menentu
"gue sayang samo loe, cumak gue gak mau maksain ke hendak gue hanya karna gue pengen bahagia" uacap ku dalam hati
dhea tiba-tiba memeluk tubuh ku dan berkata.
"kamu jaga diri baik-baik ya, aku tunggu kepulangan mu di jakarta" ucap dhea
gue nya pura-pura ber ekting bahagia dan mengiyakan setiap perkataan dhea"
Dan sampai pada akhir
nya dhea masuk ke dalam pesawat, tanpa gue bisa ngungkapin isi hati gue
sepenuh nya, gue hanya bisa mandangin dhea pergi dan gak bisa ngelakuin
apa-apa.
"semoga apa yang gue lakuin ini bener" ucap gue dalam hati
Dengan prasaan hancur
gue perlahan berjalan keluar bandara buat pulang, sesekali menengok ke
belakang untuk melihat dhea untuk yang trakir kalinya.
Air mata pun jatuh di
pipi gue, tangan tergenggam erat, prasaan marah dan menyesal menyelimuti
diri gue, masih tak sanggup untuk terima tapi hati harus ihklas.

0 komentar:
Posting Komentar