Fortuna 20

Melihat foto dhea yang ada di rumah ocha membuat fikiran gue jadi bertanda tanya, badan pun rasanya kaku seolah jantung berhenti berdetak.
Gue hanya bisa berdiri memandangi foto itu dengan segalah beribuh-ribu pertanyaan di otak gue.
Dan gue pun memutuskan untuk keluar dari kamar itu dengan membawa foto itu, gue berjalan dengan lemas dan pandangan yang kosong.
Terlihat semua yang hadir melihat ke arah ku termasuk ocha.
"sayang ayo.. Akad nikah nya udah mau di mulai loh" ucap ocha
Gue hanya diam berdiri menunduk kan kepala, seolah mulut sudah tak sanggup lagi berucap.
"kamu kenapa?" ucap ocha sambil berjalan menghampiri ku.
Gue pun tetap tidak bisa berkata sedikit pun, hanya bisa menyodorkan foto yang ada di tangan gue, dan gue berikan ke ocha.
Raut wajah ocha pun langsung berubah menjadi pucat setelah melihat foto itu.
"aku akan jelasin semunya kamu tenang dulu?" ucap ocha sambil memegang tangan ku
"kenapa foto dhea ada disini?" ucap ku dengan menggigit bibir ku
"ayo jawab" ucap ku sekali lagi dengan sedikit lebih menaikan nada suara ku
Perlahan ocha membuka mulut nya seolah mau bicara tapi terlihat ragu-ragu di wajah nya
"di.. di.. dia kakak ku, kakak kandung ku" ucap ocha dengan terbata-bata
Semua orang yang hadir pun berdiri dan melihat ke arah kita.
Gue pun seolah jatuh dari tebing yang tinggi mendengar ucapan ocha, prasaan marah dan kecewa seolah di permainkan jadi satu. 
"jadi apa maksut semua ini, mana dhea?, gue ternyata salah dia bukan dewi, bukan dewi yang bisa bertindak se'enak nya mainin prasaan orang" ucap ku dengan keras
"kamu tenang dulu aku bisa jelasin semuanya" ucap ocha dengan tangisan di wajah nya
"achhh bullshit" ucap ku sambil berlari keluar menaiki mobil ku dan ku pacu mobil ku dengan kecepatan kencang
Di perjalanan tak ter arah ini entah mau kemana? Dan harus bagaimana yang aku hanya bisa lakukan terus melajukan mobil ku dengan kencang.
Hanphone pun berbunyi tanpa aq melihat siapa yang menelfon langsung aku lempar hanphone ku keluar kaca mobil.
Sampai akhir nya ku hentinkan mobil ku di sebuah pinggir jalan,  Aku turun dan berteriak se kencang-kencangnya untuk melepas semua rasa sesak di hati.
"acrrrrhhhhhhhhhhhh... Acrrhhhhhhh taii semua" teriak ku
Ku lihat ada sebuah taksi berhenti di depan ku, dan ternyata itu mama ku.
"ray.. Kamu harus tenang, dengerin omngan mama" ucap mama ku sambil memeluk tubuh ku
Aq pun sedikit tenang, dan berdiam diri sejenak.
"dhea sekarang lagi koma di rumah sakit" ucap mama ku sekali lagi
Aku pun tersontak kaget, serasa semua amarah dalam hati ku hilang mendengar ucapan itu.
"di rumah sakit mana? Aku mau kesana sekarang" ucap ku dengan panik
Akhir nya pun aku dan orang tua ku langsung berangkat menujuh rumah sakit.
*Rumah sakit*
Sampai di rumah sakit gue melihat ocha dan ibu nya sudah berdiri di samping dhea, dhea yang dalam ke adaan koma sedang terbaring tak berdaya.
Tetesan air mata pun keluar dari mata ku, langsung ku memeluk dhea yang saat itu sedang terbaring koma.
"kamu kenapa? Kamu itu kuat? Jangan bercanda gini ayoo bangun.. Dhea bangun" teriak ku sambil terus terliang air mata ku tak henti-henti nya.
Tangan ocha memegang pundak ku dan berkata "ray aku akan cerita semuanya, kamu duduk dulu tenangin diri kamu"
Suara ocha pun terdengar terisak-isak menangis.
Ku kuat kan diri ku dan duduk untuk mendengar semua cerita ocha.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Wordpress Theme by wpthemescreator .
Converted To Blogger Template by Anshul .