Terduduk lemas aku di samping dhea yang sedang tak sadarkan diri, air mata terus mengalir seolah tak mau berhenti.
"raya aku akan cerita semua nya,dan tolong dengarkan dengan hati mu" ucap ocha
*Flasback*
Dhea pergi ke lombok bukan karna patah hati, dia ingin terbang bebas di sisah hidup nya, "dhea mempunyai penyakit kanker stadium 3", Dan dhea harus selalu meminum obat nya setiap hari dengan jumlah obat yang sangat banyak.
"raya yang mendengar itu pun kaget dan teringat saat pergi ke pantai pink bersama dhea, sempat melihat dhea meminum obat yang banyak, yang di kira raya itu hanya vitamin biasa"
Dhea menjelajah pulau lombok agar dia bisa terlupa dari penyakit nya, dan yang menjemput dhea waktu di bandara itu evan, dokter yang menangani penyakit dhea, dhea gak pernah jatuh cinta apa lagi mempunyai seorang pacar, karna dia tidak mau menyakiti seseorang karna dia memiliki penyakit kanker.
Tapi saat dia bertemu dengan mu, dia menjadi orang yang baru, orang baru yang di lahir kan tanpa penyakit di tubuh nya, di mencintai muh, dan dhea juga tau kau mencintai nya.
Dhea hanya tidak ingin menyakitimu itu sebab nya dhea membuat sandiwara dengan bilang ke tante ratih dia akan menikah, dan di suruh menyampaikan nya ke padamu.
Dan soal kita bertemu di lombok sampai akhir nya kita pergi ke bali bersama itu tanpa di sengajah, kamu ingat saat di kapal aku mau bilang aku punya kakak, tapi sebelum aku bicara kamu memotong pembicaraan ku, karna kapal sudah sampai, Itu aku mau bilang "kalo aku juga punya kakak yang bernama dhea".
Dan kamu ingat saat aku bilang tante ku mau menjemput di pelabuhan, "itu tante ratih"
Semuanya memang tidak di sengejah, aku baru tahu saat aku pulang ke jakarta, dan aku menceritakan ke dhea bahwa aku punya pacar, dan saat ku tunjukan fotomu ke dhea, ternyata kamu lah seorang pria yang dia selalu ceritan ke pada ku saat dia pulang dari lombok.
Lantas akhir nya dhea pun menyuruh ku untuk terus bersama mu, aku ingin menolak walaupun aku mencintai mu, tapi dhea melarang ku. Dhea selalu mengikuti kita saat di jakarta, bahkan waktu di cafe, dia ingin sekali memeluk mu ingin melepaskan rasa rindu nya ke pada mu, tapi dia tidak bisa karna penyakit nya.
Dhea ingin aku membahagia kan mu sebagai ganti diri nya, mata ku sebagai mata dhea melihat mu, tangan ku sebagai tangan dhea yang selalu memegang jemari mu dengan sangat erat, dan cinta ku sebagai cinta nya ke pada mu.
Dhea melakukan semua ini untuk kebahagian kita berdua, untuk kebahagian mu, seseorang yang pertama kali menumbuh kan cinta di hidup nya.
Tiba-tiba saat ocha belum selsai bicara, ada sebuah tangan menyentuh tangan raya.
"dhea kamu udah sadar" ucap raya
Dhea membuka mata nya dengan perlahan dan mencoba untuk membuka mulut nya seolah ingin berbicara sesuatu.
Raya dan ocha pun langsung memeluk tubuh dhea dan memegang erat tangan dhea.
"aku... Ingin... melihat... kalian... bahagia... selamanya" ucap dhea dengan sangat pelan.
"udah kamu jangan banyak bicara dulu, kamu pasti sembuh" ucap raya dengan terisak-isak
Tangan dhea menyatuh kan tangan ocha dan raya, sembari tersenyum raut wajah dhea se akan menunjukan kebahagian kepada mereka berdua.
"raya aku mencintai mu, untuk kebahagiaan kalian" ucap dhea sekali lagi
Perlahan mata dhea mulai terlihat sayup gengaman tangan nya semakin merenggang. Tersenyum lah dhea untuk yang terakhir kali nya, dan tertutup lah mata dhea untuk selama-lama nya.
Tangisan dan teriakan pun membanjiri suasana di rumah sakit itu, raya dan ocha pun seolah tak percaya, kesedihan terberat pun hadir di raut wajah mereka berdua.
Dhea pergi meninggal kan kenangan indah dan magic nya yang tak akan pernah terlupakan di relung hati yang mengenal nya.
*1 Tahun Kemudian*
Setelah kepergian dhea, raya dan ocha pun akhir nya menikah dengan terus membawa kenangan dhea di dalam setiap harinya, mereka pun memiliki seorang anak perempuan yang di beri nama "DHEA FORTUNA"
***********----------------------***********
"Quotes Naraya"
( terimakasih atas sebuah memory yang telah kau beri di hidup ku, indah mu dan tutur kata mu akan selalu menemani setapak jalan panjang ku )
"Quotes Ocha"
( kita sedarah dan tuhan telah memberikan kita kisah yang sama, kau adalah seorang kakak yang memberikan seluruh kebahagian mu terhadap adik mu, Terima kasih )
"Quotes Dhea Fortuna"
( kepergihan bukan sebuah tanda perpisahan, karna dalam hidup kehilangan orang yang kita sayang itu pasti )
****TAMAT****

0 komentar:
Posting Komentar