"Gadis Tokyo" novel terbaru saya yang akan segerah saya rilis, kali ini novel yang saya buat akan di karang oleh 2 penulis yang pertama tentu nya saya sendiri "Arevsynyster" dan seorang penulis dari jakarta yang bernama "Renz azzahra" seorang penulis muda yang mempunyai bakat yang sangat luar biasa, renz sendiri mempunyai sebuah karya yang berjudul "GINA" saat saya membaca novel itu saya langsung berkata karya ini jenius, itu sebabnya saya menggandeng dia untuk membantu saya menulis novel terbaru saya dan semoga project ini akan berhasil sampai di hati para pembaca. Jika ingin tau renz sendiri lebih dekat bisa buka profile dia di>>
.
.
FB ( renz azzahra )
IG ( @renzazzahra )
.
Dan untuk melihat karya-karya nya bisa di buka di >>
.
WATTPAD ( @renzAzzahra4)
WEB ( miyukishiratori233.blogspot.com / renz azzahra ).
One Project
Fortuna 21
Fortuna 20
"ray.. Kamu harus tenang, dengerin omngan mama" ucap mama ku sambil memeluk tubuh ku
Fortuna 19
Sudah hampir 20menit gue di toilet merenung tentang apa yang gue lakuain bener atau salah gue gak ngerti.
Fortuna 18
Fortuna 17
"kamu tadi mau kemana?" ucap ocha sambil celingukan ngelihat ke arah gue pas lari ngejar dhea
"ow enggak tadi kayak nya aku lihat temen ku,tapi mungkin aku salah orang" ucap ku dengan keringat dingin berharap semoga ocha mempercayai ucapan ku.
"ya udah ayo kita ke rumah ku" ucap ocha
gue dan ocha pun pergi menaiki mobil menuju ke rumah ocha,di sepanjang perjalanan gue hanya melamun dalam hati masih tak percaya akan apa yang gue lihat barusan,bagai kan kenangan lama yang terkuak kembali.
"sayang nanti pas di rumah ku jangan gugup ya" ucap ocha
"sayang... sayang kamu ngelamun apa'an sih?" masih kata ocha
gue pun tersontak kaget mendengan suara ocha,gue pun jadi bingung gak karuan dan gak tau harus jawab apa'an,jadi salah tingkah karna gak bisa ngejawab perkataan ocha.
"kamu nerves ya?..tenang ajah ortu aku gak makan orang kog sayang" ucap ocha sambil tersenyum
"iya mungkin aku nerves" ucap gue spontan
gak lama kita pun akhir nya sampai di rumah ocha.gue pun turun dari mobil dan masuk bersama ocha ke rumah nya.
"ma..mama??" teriak ocha mencari mama nya
tak lama terlihat seorang perempuan keluar dan gue rasa itu mama nya, langsung ajah gue cium tanganya dan bersikap syok akrab.
"hallo tante saya naraya" ucap gue sambil cium tangan
"sayang itu bik tuti pembantu aku" ucap ocha
badan gue pun langsung kaku,keringat bercucur dari wajah gue dengan sangat deras nya.dalam hati berkata "anjrittttt malu gue"
gue pun cengengesan dan langsung bersikap biasa seolah itu gak pernah terjadi,walau pun sesungguh nya dalam hati rasa nya pengen nyobek muka gue,terus gue buang jauh-jauh deh :D
bik tuti pembantu ocha pun mala senyam senyum ke gue seolah dia baru sajah mersakan kemerdekaan 45.
"itu mama aku" ucap ocha sambil menujuk ke arah tangga
gue pun langsung bersalam dan memperkenal kan diri gue, mama nya ocha bersikap sangat baik dan menyuruh gue untuk duduk kita pun ngobrol-ngobrol banyal di ruang tamu. ow iya ernyata bokap si ocha lagi ada di macau cina karna lagi ada bisnis di sana, jadi gue hanya bisa ketemu sama nyokap nya si ocha.
setelah pembicaraan panjang itu pun,tak lama nyokap ocha mendapat telfon dan harus segerah pergi karna ada acara, jadi akhirnya hanya tinggal gue dan ocha yang di rumah,oww iya termasuk bik tuti :)
"sayang nonton film yuk aku punya DVD baru nie tentang komedi gitu" ucap ocha
gue pun mengiyakan dan kita pun nonton film di ruang tamu ocha,tak lama ingatan di cafe tadi pun muncul lagi dalam benak gue tentang gadis yang gue yakini bahwa itu dhea. nonton pun jadi gak konsen karna fikiran gue terus terhantui tentang dhea.?????
Fortuna 16
gak terasa udah hampir 4 bulan gue dan ocha pacaran dan tentunya 4 bulan juga gue di lombok, magang ocha pun juga selsai dan ocha pun akan segerah balik ke jakarta.
Fortuna 15
Setelah cinta gue di trima oleh ocha, ada satu hal yang gue tau sekarang bahwa gue bukan singel lagi hehehe :D
Pagi hari nya pun gue dan ocha ngelanjutin perjalanan ke liling pulau bali, membuat begitu banyak kenangan bersama, kita seperti 2 orang anak manusia yang baru tahu arti kebahagiaan, gue genggam tangan ocha begitu erat dan dalam hati selalu berkata "stay with me".
*di pinggir pantai*
"cha apa yang buat kamu mau nerima aku jadi pacar kamu? Bukannya kamu takut patah hati"
"aku emang takut banget patah hati, tapi kayak nya aku cinta kamu itu udah gak perlu alasan lagi" sembari tersenyum
"terimakasih cha, kamu tau aku udah ngelewatin banyak patah hati, dan saat aku bertemu kamu, aku tau satu hal yang memang aku butuh kan buwat ngelawan rasa patah hati itu?"
"apa ray?"
"KESADARAN DIRI bahwa patah hati itu adalah bagian dari hidup"
Ocha pun memandang ku sangat dalam dan tersenyum memeluk ku :)
Tiba-tiba ada suara telfon berbunyi dengan rington lagu "something just like this".
ternyata itu handphone ocha, dan ocha mengakat telfon nya.
Aku yang langsung terbengong mendengar suara rington lagu itu pun kembali teringat tentang dhea.
"ray... ray... Sayang kenapa ngelamun?"
"ow enggak kog, itu tadi telfon dari siapa?"
"dari tante aku sayang, kamu nglamunin apa tadi ayo jawab?" desak ocha ke gue
Aku pun berkata terus terang ke ocha apa yang sudah aku lamun kan.
"rington hp kamu, itu lagu ke sukaan ku sama dhea" ucap ku dengan menunduk kan kepala karna takut ocha akan marah
Tangan ocha mengangkat dagu ku, dan menatap mata ku dengan senyum manis nya.
"kamu gak usah takut aku marah, karna itu adalah bagian dari kenangan kamu, lagian aku juga suka lagu itu" ucap ocha
Gue pun langsung memeluk ocha terisak isak tangis ku di pundak nya, karna kebaikan hati ocha yang beda dengan gadis lain pada umum nya.
"makasih ya sayang, udah menerima semua tentang ku dan semua kenangan ku" ucap ku
Karna ini hari ketiga kita di bali, dan kita pun harus segerah pulang ke lombok, gue dan ocha pun langsung buru-buru ke pelabuhan karna takut kapal ke lombok hari ini udah habis.
Untuk nya kapal keberangkatan ke lombok pun masih ada, dan kita segerah naik kapal untuk perjalanan menuju ke lombok.
"sayang entar aku di jemput tante ku, kata nya sih mau kangen-kangenan karna udah lama gak ketemu, kamu ikut ya?" ucap ocha
"aduh gak deh sayang, aku takut ganggu acara kangen-kangenan nya, enatar aku bisa di jemput sama tante ku kog" ucap ku
"yaa sedih deh"
"jangan sedih donk, besok kan bisa ketemu lagi di rumah sakit hehehe" ucap ku
"ya udah deh" ucap ocha seperti kecewa karna aku gak bisa ikut
Setelah sampai di pelabuan, ocha mendapat telfon kalo tante nya sudah di parkiran, karna gue kebelet pengen ke toilet jadi gue gak bisa nemenim ocha ke parkiran buat ketemu tante nya, dan kita pun berpisah di pelabuhan itu.
Dan gue pun juga di jemput oleh tante ratna, di sepanjang perjalan tante ratna terus tanya tentang ocha itu siapa, Tapi gue tinggal tidur di mobil karna gk kuat dengar suara tante ratna yang kayak bajai rusak itu.
Pagi hari nya gue pun dateng kerumah sakit buat ketemu ocha, seharian di rumah sakit bareng ocha dan kita selalu jalan-jalan malam hari nya, terus seperti itu sampai 1bulan lebih dan kita gak pernah bosen, mala saling menguat cinta gue dan ocha.
Fortuna 14
Setelah perjalanan 1 jam kita pun akhir nya sampai di sebuah tempat yang keren abis, seperti menara yang tinggi banget dan kita bisa lihat pemandangan dari atas situ.
"gila tempat ini bagus banget, kenapa aku bisa gak tau ya?" ucap ku
"ini nama nya *penelokan kintamani*, menara ini memiliki ketinggihan 1500 meter di atas permukaan air laut, disini laut dan gunung-gunung bisa di lihat dengan sangat jelas, surganya bali" ucap ocha sambil menghirup udara dan terlihat wajah bahagia nya itu
"kamu kog bisa suka banget sama bali sih? Sampai tau tempat kayak beginian"
"dari dulu aku pengen banget tinggal disini, punya rumah disini, berbaur menjadi orang bali dan adat nya yang unik itu"
"trus nikah nikah sama orang bali?"
"nikah?? Pacaran ajah belum pernah"
"hachh serius belum pernah pacaran? Berarti belum pernah di cium cowok donk?"
"ya belum lah" ucap ocha
"emang kenapa kamu gak mau pacaran? Gak laku ya hahaha"
"enak ajah, mungkin karna takut patah hati"
"kamu ngomong patah hati segalak, padahal belum pernah pacaran"
Ocha hanya tersenyum mendengar ejekan ku, dan kita pun melanjut kan keliling-keliling di wisata penelokan kintamani.
Di sepanjang perjalanan gak tau kenapa rasanya nyaman banget jalan sama ocha, serasa udah kenal lama dan mungkin ini tragedi move on ter aneh yang pernah terjadi dalam hidup gue.
"cha gak tau kenapa aku nyaman banget jalan sama kamu"
"kamu ngomong kayak gitu gak kesambet setan kan?"
"seriusss tau" ucap ku dengan kesal
"iya-iya, gitu ajah ngambek, ow iya ngomong-ngomong kenyamanan itu tempat nya bukan di orang nya, tapi di sebuah genggaman tangan terbalut kata ihklas" ucap ocha
Gue hanya terpanah mendengar sihir kata mutiaranya ocha, dan fix gue suka sama dia, tapi sayang nya gue gak punya keberanian buat ngomong.
Karna ke asikan jalan-jalan kita sampai lupa nyari hotel atau tempat penginapan, udah mau malem juga, kita pun bergegas jalan buat nyari hotel.
****----****
Setelah lama berjalan kita pun akhir nya dapet hotel dengan kamar gue bersebelahan sama ocha.
Gue pun langsung mandi, begitu pun ocha, gue yang di dalem kamar mandi masih kebingungan buwat ngungkapin prasaan gue ke ocha, sampai-sampai sampo rambut, gue tuang habis ke kepala gue karna saking bingung nya.
Selesai mandi ocha ngajak makan di restoran yang ada di deket pantai, katanya sih biar bisa ngerasain udara malam di pantai.
*di meja restoran*
Kita pun makan bareng di restoran itu, tapi gue masih sangat bingung soal prasaan gue, makan pun jadi gak konsen.
"ray kog gak di makan?"
"ohhh.. Ohh iya ini makan kog, eh cha gue ke toilet bentar ya"
Gue pun pergi ke toilet buat basuh wajah, di toilet gue lihat ada orang ngobrol bahasa bali, di situ gue jadi punya ide, gue samperin orang yang lagi ngobrol itu dan tanya sesuatu....
Setelah itu gue yang udah selsai di toilet tadi langsung nyamperin ocha, dan nekat buat ngomng
"cha gue mau ngomong sesuatu boleh"
"kamu ini aneh? Ngomng ajah kan gak ada larangan nya"
"eeeeeeeeeeee"
"eeeeeeeee... eeeeee"
"kamu mau ngomng apa sih sebener nya? Ucap ocha
"TYANG TRESNA RAGANE" ucap gue dengan keras, dan gue pun lega sehabis ngomong itu.
Gue lihat wajah ocha yang bingung, gue yakin di gak ngerti apa arti yang gue omongin, gue pun jadi lega.
Tiba-tiba ocha tersenyum ke arah ku dan menatap mata ku dengan serius, dan berbisik pelan ke arah ku.
"AKU JUGA CINTA KAMU" kata ocha
Gue pun langsung keluar keringat dingin.
"loh kog... kamu tau artinya???"
Ocha hanya tersenyum ke arah ku sekali lagi dan gue pun langsung berkata
"jadi sekarang kita pacaran" ucap ku
"pacar pertama :) " ucap ocha
Langsung gue teriak-teriak di tengah laut karna saking seneng nya dan semua mata tertujuh ke gue, Tapi gue gak peduliin karna saking bahagia nya cinta gue di terima.
Gue tarik tangan ocha dan kita bahagia bareng dengan main air di pantai malem-malem karna saking bagianya.
Fortuna 12
Setelah ksrempet mobil gue pun di rawat oleh ocha, sambil ocha ngobatin luka gue, kita ngobrol banyak di rumah sakit itu.
"di lihat-lihat loe cantik juga ya"
"hemm? Loe tadi ngomong apa?"
" gak kog" ucap gue bingung karna spontan ngeluarin kata-kata kayak gitu.
"ahh sakit tau" ucap gue karna luka gue terlalu di teken oleh ocha saat ngobatin
"gini ajah teriak, kayak cewek" ucap ocha ngeledek gue, terlihat expresi puas di muka nya
"lah emang sakit, ngobatin nya yang lembut donk, masak perawat kasar amat" ucap gue
Ocha pun hanya tersenyum puas mendengar kata-kata gue
"udah aku perban nie luka nya, udah bisa pulang gie"
"ya cepet amat, eh ambilin spidol di tas gue donk" ucap gue sambil nunjuk ke tas gue yang ada di meja
Ocha pun mengambil kan spidol itu, terlihat wajah bingung nya karna gue suruh ambil spidol
"nie.. Emang buat apa spidol nya?" tanya ocha
"kasih tanda tangan di perban gue donk" ucap ku sambil nyodorin tangan kiri gue yang habis di perban.
"aneh-aneh ajah" kata ocha sambil nanda tanganin perban gue
"nah tanda tangan nya lucu amat, kayak aksara jawa" ucap gue sambil ketawa.
"udah di tanda tanganin ngejek" ucap ocha sambil masang raut wajah kesel nya
Gue pun hanya senyum-senyum melihat expresi ocha yang lagi kesel itu, tapi malah keliatan lucu
Dan gue pun akhir nya berjalan pulang dengan wajah cengengesan, Ocha yang ngelihat gue dari belakang seolah bingung sambil menggeleng geleng kan kepala nya.
Perjalanan gue ke mall pun terpaksa harus di tunda, karna ke jadian kesrempet mobil ini.
*Di depan rumah sakit*
"raya kamu gpp?ini tadi tante khawatir banget dapet telfon kamu kecelakaan? Udah di obatin kan? Gak ada yang patah atau apa? Bisa-bisa tante di marahin orang tua kamu nih haduh" ucap tante ratna yang nyerocoss kayak suara bajai
"haduh tante, tanya nya satu-satu donk, Lagian raya juga gpp kog" ucap gue sambil masuk ke mobil
"haduh nie anak" ucap tante ratna sambil masuk ke mobil juga
"udah mana kunci nya biar tante ajah yang nyetir" ucap tante ratna
Gue pun memberika kunci mobil nya, Dan saat mobil udah di nyalain sama tante ratna, tiba-tiba terdengar suara ketukan di kaca mobil
"tokkkk... tokkk"
Tante ratna pun membuka kaca mobil nya
"maaf buk uang taksinya" ucap supir taksi itu
Tante ratna hanya cengengesan karna lupa bayar uang taksi nya.
"ya tante, naik taksi kog gak bayar, kata nya orang kaya" ucap gue ngeledek tante ratna
"dasar semprul, ini tadi tante lupa karna kawatir sama kamu, jadi buru-buru, tante kan orang kaya kalo cumak bayar taksi sih kecil" ucap tante ratna dengan songong nya
"ini pak uang nya, ambil ajah kembalian nya" ucap tante ratna sambil menyodorkan uang nya ke supir taksi itu.
"ya buk ini sih pas, gak ada kembalian nya" ucap supir taksi itu sambil menepuk jidat nya
****----****
Gue pun akhir nya langsung pulang ke rumah dengan tante ratna yang menyetir
Setibanya di rumah gue pun langsung tiduran di kamar, sambil ngelihatin tanda tangan ocha yang ada di perban tangan gue.
*Pagi hari nya*
Saat gue bangun tidur yang pertama kali gue lihat perban gue.
"untung aja tanda tangan nya gak hilang, jadi pengen ke rumah sakit lagi" ucap gue dalem hati
Karna perasaan aneh yang ada di hati gue nuntun gue buat pergi ke rumah sakit, gue pun mutusin buat pergi ke rumah sakit diem-diem naik taksi, karna kalo bawah mobil sendiri pasti gak di bolehin sama tante ratna.
Sampai di depan rumah sakit gue mala kebingungan, karna bingung nyari alasan buat masuk ketemu ocha.
"bisa malu nie kalo gue kesini bilang cumak mau lihat ocha doang" ucap gue dalem hati
Gue pun lihat ke kanan dan ke kiri tiba-tiba gue ngelihat serpihan kaca pecah dan gue pun nemuh ide.
Dengan prasan takut bercampur bingung gue berani-beraniin deh
"ahhh" teriak gue gores kaca itu di tangan gue sebelah kanan, darah pun keluar banyak, gue pun langsung jalan ke dalem ruang prawatan yang ada di rumah sakit itu.
Gue masuk keruangan itu.
"suka banget sih berdarah?" ucap ocha ngelihat tangan gue
Gue hanya cengengesan, dan ocha pun langsung ngerawat tangan gue
"ini gak ksrempet mobil lagi kan?" ucap ocha sambil ngobatin luka gue
"eeee... eeee... Iya kesrmpet lagi mobil yang sama pula yang nyerempet gue kemaren" ucap gue yang asal ngomong karna bingung mau jawab apa
"hachhhhh?" ocha terkaget
Gue hanya garuk-garuk kepala sambil senyum-senyum
"sekarang tangan nya dua-dua nya di perban deh" ucap ocha
"hehehe, cha ambilin spidol di tas gue donk"
"tanda tangan lagi?" ucap ocha
"hehehe iya"
Ocha pun langsung mengambil spidol dan mendatangani di luka gue yang sebelah kanan
Fortuna 11
setelah perkenalan singkat di sebuah bandara itu pun, menjadi sebuah kisah lama yang terulang kembali, sosok flora rosalina yang memperkenal kan dirinya sebagai ocha mengingat kan gue tentang dhea.
ocha pergi menaiki taksi berpamitan ke gue mau menuju rumah sakit yang akan menjadi tempat magang nya, dan gue hanya melihat ocha memasuki mobil taksi dan pergi , pertemuan itu pun sungguh membingungkan, gue pun pulang di sepanjang perjalanan tertawa sendiri mengingat akan kejadian aneh yang terjadi pagi tadi.
Sampai di rumah gue pun masih senyum-senyum sendiri sampai tante ratna ngira gue kesambet setan hehehe
Di meja makan
"tante enak banget ini makanan nya beli di mana? "
"ini namanya nasi balap puyuh, khas lombok juga, ini tadi tante beli di mataram"
"ow,, mataram itu kotanya pulau lombok ya teh?"
"iya, kenapa?"
"berarti ada mall donk?udah lama pengen ke mall, bosen main nya di pantai muluk hehehe"
"banyak ray, kamu mau jalan-jalan kesana?"
"iya dah besok, sekalian kuliner hehehe?"
"tapi tante besok gak bisa ray, kamu sendiri ajah ya"
"yah tante, ya udah deh" ucap ku dengan kecewa
Pagi hari nya gue lagi manasin mobil buat siap-siap jalan ke mall, karna tante ratna gak bisa jadi terpaksa gue nyetir mobil sendiri.
Kalo inget nyetir mobil jadi keinget dhea,dhea selalu nyetir mobil dan gue asik-asikan tidur tapi ya udah lah.
Perjalanan ke mall pun di mulai, karna gue gak tau jalan, maklum baru ke lombok, untung ada handphone jadi bisa pakek GPS.
"waduh kog jalan nya sepi amat, ini GPS bener gak sih?" ucap ku dalam hati sambil kebingungan takut nyasar
Gue pacu terus mobil gue, ngikutin petunjuk GPS tapi prasaan gue gak enak karna ngeliat jalan makin lama jadi kayak menuju ke hutan, padahal mataram itu kan kota seharusnya rame.
Gue putusin buat berhenti, dan ngelihat sekeliling ada orang jualan, gue tanya ajah
"buk maaf mau tanya, ini bener jalan ke mataram?" ucap ku
"#@/#@###/"
"nah lohh ngomong apa'an tuh ibuk itu? Pasti bahasa lombok nie" ucap ku dalam hati
Gue pun ke bingungan ternyata ibuk itu gak bisa bahasa indonesia, dan mala ngomong bahasa lombok yang gue gak ngerti sama sekali.
Tak lama seorang anak perempuan keluar dari toko, kayak nya seumuran gue, dan gue rasa itu anak ibuk itu.
"maaf mas ibu saya gak bisa bahasa indonesia" ucap gadis itu
"nahh primitif amat" ucap gue dalam hati
"ow makanya hehehe, maaf mbk saya mau tanya jalan ke mataram bener arah sini bukan"
"iya mas, mas lurus ajah udah deket kog, nanti ada tulisan selamat datang di kota mataram" ucap gadis itu
"ow iya udah makasih"
Dan gue pun ngelanjutin perjalanan ke kota mataram, tak lama ternyata bener omongan gadis tadi, dan akhir nya gue sampai di kota mataram.
"lohh... Lohh kenapa nie mobil" ucap gue panik
Ternyata mobil gue mogok, dan terpaksa gue turun buat ngecek nie mobil.
Saat gue keluar dari mobil tiba-tiba "brakkkkk"
****----****
Ternyata gue pingsan dan saat gue buka mata gue lihat??
"flora dan fauna?" ucap ku
"enak ajah, udah di rawat sekarang mala ngejek" ucap ocha
"hehehe sory, gue ada di mana nie"
"loe itu di rumah sakit, tadi habis kesrempet mobil"
"ahh masak sih? tapi syukur lah" ucap ku yang masih dalam keaadan telentang di kasur rumah sakit itu
"hloo kog syukur?" ucap ocha bingung
"ya gara-gara ksrempet mobil kan gue bisa ketemu loh lagi hehehe" ucap ku dengan cengengesan
Ocha pun senyum ke arah ku dengan sedikit wajah bingung ngelihat gue
Fortuna 13
Saat ocha mendatangani tangan gue mata gue gak berkedip sedikit pun, gue terus memandangi wajah nya, seolah dalam hati sudah kenal lama.
"lihat nya kayak gitu amat?" ucap ocha
Gue pun kebingungan buat jawab karna ke gepp sama ocha ngeliatin dia terus.
"eeee.. eeee enggak kog, loe ngpain sih mau magang di lombok?" ucap ku dengan bingung sambil berusaha ngalihin pembicaraan
"sebener nya gue pengen nya ke bali tapi ke terima magang nya di lombok, ya gimana lagi"
"ya udah ke bali ajah"
Terlihat wajah bingung nya mendengar perkataan ku
"jalan-jalan 2/3 hari ke bali gak masalah kan?" ucap gue lagi
"lah terus magang gue disini?" ucap ocha
"biar gue yang ijinin, di mana kantor rumah sakit nya?" ucap gue dengan sangat yakin
Ocha hanya menunjuk kan tangan nya ke sebuah rungan, dan gue pun langsung masuk ke subuah rungan itu.
. . ****---****
15 menit kemudian gue keluar dari ruangan itu dengan tersenyum, ocha bingung ngelihat gue dan bertanya.
"jadi?"
"iya kamu dapet ijin 3 hari, udah ayo berangkat?"
"hachhh? Segampang itu?" ucap ocha semakin bingung
"iya lah udah ayo?" ucap gue sambil narik tangan ocha buat jalan keluar
"ini serius sekarang" teriak nya
Gue hanya tersenyum ke arah nya dan kita pun keluar dari rumah sakit itu.
"eh gue pulang dulu ambil pakean, loe juga pulang dulu siapin yang mau di bawah, 1jam lagi gue tunggu di pelabuhan" ucap gue
Gue pun langsung berpisah sama ocha di depan rumah sakit itu, dan segerah menaiki taksi buat pulang.
Di dalam taksi gue lihat muka ocha yang masih bingung dengan tingkah laku gue hehehe :D
*Di rumah*
"tante aku mintak ijin buat jalan-jalan ke bali, gak lama kog paling 3 hari" ucap gue sambil lari masuk ke kamar buat packing baju
"loh.. Loh.. Sama siapa ray? Itu tangan kamu yang satu nya kenapa lagi" teriak tante ratna
"sama ocha, di cakar kucing" teriak gue dari atas kamar
"hachhh ocha???? Di cakar kucing???" ucap tante ratna yang ke bingungan
Setelah packing baju gue pun langsung berangkat ke pelabuhan, karna taksi yang gue naikin agak lemot nyupir nya jadi gue sampai di pelabuhan telat 20 menitan, gak sesuai janji.
"haduh pasti ocha nunggu lama nie" ucap gue dalem hati
Sampai di depan pelabuhan gue lihat ocha udah duduk di kursi tunggu yang ada di pelabuahan, terlihat wajah nya yang gelisa, mungkin karna takut gue bohong.
"adek kecil ngapain duduk di pelabuhan sendirian :D" ucap gue ngecengin sih ocha
Ocha langsung nyubit perut gue bertubi-tubi, sambil berkata
"gue kirain loe bohong tau, mana ada mas-mas gak jelas godain gue lagi" ucap ocha
"janji itu di catat langsung dari tinta tangan tuhan, jadi pasti gue tepatin, Tapi ngomong-ngomong ada juga yang godain loe ya hehehe" ucap gue
Ocha pun langsung manyun-manyun bibir nya, gue hanya ketawa lepas lihat expresi dia yang lucu, gak lama kita pun langsung naik kapal untuk ke berangkatan ke bali.
*di atas kapal*
Gue dan ocha berdiri di pinggir kapal sambil melihat pemandangan laut biru yang indah itu.
"ray dulu waktu kita pertama kali ketemu di bandara, aku lihat kamu kayak orang frustasi, itu kenapa?" ucap ocha yang tiba-tiba bertanya aneh ke pada ku
"aku kamu, bukan nya loe gue" ucap gue
"emang kenapa gak boleh panggil aku kamu? "
"iya gpp sih hehehe" ucap gue dan memori tentang dhea ter flasback kembali
"aneh?? Pertanyaan ku tadi belum di jawab"
"ow itu, biasa lah soal cinta, mau denger ceritanya?"
"iya kalo kamu mau cerita"
"jadi dulu aku punya tunangan dia meninggal, terus aku berangkat ke lombok ini buat ngelupain dia, saat udah di lombok aku gak sengajah numpain es criem cewek, dan aku di suruh ganti, tapi aku gak mau, dan ternyata dia tetangga rumah aku, dan semenjak saat itu aku sering banget ketemu itu cewek, dan kita jadi sering jalan bareng, sampai akhir nya aku suka sama cewek itu, tapi karna aku gak punya keberanian buat ngungkapin nya jadi dia ke buru pergi, dan sekarang mau nikah.
"ow jadi itu alasan kamu, kelihatan kayak orang frustasi waktu jatuhin es crime aku" ucap ocha
Gue hanya tersenyum.
"siapa nama gadis itu?"
" nama nya dhea seorang cewek agak tomboy tapi lucu dan mempunyai senyuman yang bisa ngebuat aku jadi lupa akan segalah beban yang ada di hidup aku"
"nama nya bagus jadi ke inget---
Saat ocha belum selsai ngomng ternyata kapal nya udh sampai di bali, dan gue langsung narik tangan ocha buat turun.
"yeeeee baliii" teriak gue dan ocha
Gue dan ocha pun langsung jalan-jalan muterin pulau bali dengan naik taksi, kita pergi ke pantai kute, pantai pandawa dan lain-lain.
Setelah puas jalan-jalan kita pun makan di sebuah restoran di bali.
"ray kamu tau gak surganya pulau bali?" ucap ocha
"ya pantai kute tadi lah" ucap ku sambil makan
"salah" ucap ocha sambil tersenyum
"lah terus apa donk?"
"udah pokok nya habis ini kita kesana ya"
"ok lah"
Selesai makan kita pun langsung menuju ke sebuah tempat gue gak tau tempat apa, gue hanya nurut ajakan ocha di sepanjang perjalanan gue terus tanya ke ocha mau kemana? Tapi tetep ajah gak di kasih tau.
