One Project

"Gadis Tokyo" novel terbaru saya yang akan segerah saya rilis, kali ini novel yang saya buat akan di karang oleh 2 penulis yang pertama tentu nya saya sendiri "Arevsynyster" dan seorang penulis dari jakarta yang bernama "Renz azzahra" seorang penulis muda yang mempunyai bakat yang sangat luar biasa, renz sendiri mempunyai sebuah karya yang berjudul "GINA" saat saya membaca novel itu saya langsung berkata karya ini jenius, itu sebabnya saya menggandeng dia untuk membantu saya menulis novel terbaru saya dan semoga project ini akan berhasil sampai di hati para pembaca. Jika ingin tau renz sendiri lebih dekat bisa buka profile dia di>>
.
.
FB ( renz azzahra )
IG ( @renzazzahra )
.
Dan untuk melihat karya-karya nya bisa di buka di >>
.
WATTPAD ( @renzAzzahra4)
WEB ( miyukishiratori233.blogspot.com / renz azzahra ).

Fortuna 21

Terduduk lemas aku di samping dhea yang sedang tak sadarkan diri, air mata terus mengalir seolah tak mau berhenti.
"raya aku akan cerita semua nya,dan tolong dengarkan dengan hati mu" ucap ocha
*Flasback*
Dhea pergi ke lombok bukan karna patah hati, dia ingin terbang bebas di sisah hidup nya, "dhea mempunyai penyakit kanker stadium 3",  Dan dhea harus selalu meminum obat nya setiap hari dengan jumlah obat yang sangat banyak.
"raya yang mendengar itu pun kaget dan teringat saat pergi ke pantai pink bersama dhea, sempat melihat dhea meminum obat yang banyak, yang di kira raya itu hanya vitamin biasa"
Dhea menjelajah pulau lombok agar dia bisa terlupa dari penyakit nya, dan yang menjemput dhea waktu di bandara itu evan, dokter yang menangani penyakit dhea, dhea gak pernah jatuh cinta apa lagi mempunyai seorang pacar, karna dia tidak mau menyakiti seseorang karna dia memiliki penyakit kanker.
Tapi saat dia bertemu dengan mu, dia menjadi orang yang baru, orang baru yang di lahir kan tanpa penyakit di tubuh nya, di mencintai muh, dan dhea juga tau kau mencintai nya.
Dhea hanya tidak ingin menyakitimu itu sebab nya dhea membuat sandiwara dengan bilang ke tante ratih dia akan menikah, dan di suruh menyampaikan nya ke padamu.
Dan soal kita bertemu di lombok sampai akhir nya kita pergi ke bali bersama itu tanpa di sengajah, kamu ingat saat di kapal aku mau bilang aku punya kakak, tapi sebelum aku bicara kamu memotong pembicaraan ku, karna kapal sudah sampai,  Itu aku mau bilang "kalo aku juga punya kakak yang bernama dhea".
Dan kamu ingat saat aku bilang tante ku mau menjemput di pelabuhan, "itu tante ratih"
Semuanya memang tidak di sengejah, aku baru tahu saat aku pulang ke jakarta, dan aku menceritakan ke dhea bahwa aku punya pacar, dan saat ku tunjukan fotomu ke dhea, ternyata kamu lah seorang pria yang dia selalu ceritan ke pada ku saat dia pulang dari lombok.
Lantas akhir nya dhea pun menyuruh ku untuk terus bersama mu, aku ingin menolak walaupun aku mencintai mu, tapi dhea melarang ku. Dhea selalu mengikuti kita saat di jakarta, bahkan waktu di cafe, dia ingin sekali memeluk mu ingin melepaskan rasa rindu nya ke pada mu, tapi dia tidak bisa karna penyakit nya.
Dhea ingin aku membahagia kan mu sebagai ganti diri nya, mata ku sebagai mata dhea melihat mu, tangan ku sebagai tangan dhea yang selalu memegang jemari mu dengan sangat erat, dan cinta ku sebagai cinta nya ke pada mu.
Dhea melakukan semua ini untuk kebahagian kita berdua, untuk kebahagian mu, seseorang yang pertama kali menumbuh kan cinta di hidup nya.
Tiba-tiba saat ocha belum selsai bicara, ada sebuah tangan menyentuh tangan raya.
"dhea kamu udah sadar" ucap raya
Dhea membuka mata nya dengan perlahan dan mencoba untuk membuka mulut nya seolah ingin berbicara sesuatu.
Raya dan ocha pun langsung memeluk tubuh dhea dan memegang erat tangan dhea.
"aku... Ingin... melihat... kalian... bahagia... selamanya" ucap dhea dengan sangat pelan.
"udah kamu jangan banyak bicara dulu, kamu pasti sembuh" ucap raya dengan terisak-isak
Tangan dhea menyatuh kan tangan ocha dan raya, sembari tersenyum raut wajah dhea se akan menunjukan kebahagian kepada mereka berdua.
"raya aku mencintai mu, untuk kebahagiaan kalian" ucap dhea sekali lagi
Perlahan mata dhea mulai terlihat sayup gengaman tangan nya semakin merenggang. Tersenyum lah dhea untuk yang terakhir kali nya, dan tertutup lah mata dhea untuk selama-lama nya.
Tangisan dan teriakan pun membanjiri suasana di rumah sakit itu, raya dan ocha pun seolah tak percaya, kesedihan terberat pun hadir di raut wajah mereka berdua.
Dhea pergi meninggal kan kenangan indah dan magic nya yang tak akan pernah terlupakan di relung hati yang mengenal nya.
*1 Tahun Kemudian*
Setelah kepergian dhea, raya dan ocha pun akhir nya menikah dengan terus membawa kenangan dhea di dalam setiap harinya, mereka pun memiliki seorang anak perempuan yang di beri nama "DHEA FORTUNA"
***********----------------------***********
"Quotes Naraya"
( terimakasih atas sebuah memory yang telah kau beri di hidup ku, indah mu dan tutur kata mu akan selalu menemani setapak jalan panjang ku )
"Quotes Ocha"
( kita sedarah dan tuhan telah memberikan kita kisah yang sama, kau adalah seorang kakak yang memberikan seluruh kebahagian mu terhadap adik mu,  Terima kasih )
"Quotes Dhea Fortuna"
( kepergihan bukan sebuah tanda perpisahan, karna dalam hidup kehilangan orang yang kita sayang itu pasti )
****TAMAT****

Fortuna 20

Melihat foto dhea yang ada di rumah ocha membuat fikiran gue jadi bertanda tanya, badan pun rasanya kaku seolah jantung berhenti berdetak.
Gue hanya bisa berdiri memandangi foto itu dengan segalah beribuh-ribu pertanyaan di otak gue.
Dan gue pun memutuskan untuk keluar dari kamar itu dengan membawa foto itu, gue berjalan dengan lemas dan pandangan yang kosong.
Terlihat semua yang hadir melihat ke arah ku termasuk ocha.
"sayang ayo.. Akad nikah nya udah mau di mulai loh" ucap ocha
Gue hanya diam berdiri menunduk kan kepala, seolah mulut sudah tak sanggup lagi berucap.
"kamu kenapa?" ucap ocha sambil berjalan menghampiri ku.
Gue pun tetap tidak bisa berkata sedikit pun, hanya bisa menyodorkan foto yang ada di tangan gue, dan gue berikan ke ocha.
Raut wajah ocha pun langsung berubah menjadi pucat setelah melihat foto itu.
"aku akan jelasin semunya kamu tenang dulu?" ucap ocha sambil memegang tangan ku
"kenapa foto dhea ada disini?" ucap ku dengan menggigit bibir ku
"ayo jawab" ucap ku sekali lagi dengan sedikit lebih menaikan nada suara ku
Perlahan ocha membuka mulut nya seolah mau bicara tapi terlihat ragu-ragu di wajah nya
"di.. di.. dia kakak ku, kakak kandung ku" ucap ocha dengan terbata-bata
Semua orang yang hadir pun berdiri dan melihat ke arah kita.
Gue pun seolah jatuh dari tebing yang tinggi mendengar ucapan ocha, prasaan marah dan kecewa seolah di permainkan jadi satu. 
"jadi apa maksut semua ini, mana dhea?, gue ternyata salah dia bukan dewi, bukan dewi yang bisa bertindak se'enak nya mainin prasaan orang" ucap ku dengan keras
"kamu tenang dulu aku bisa jelasin semuanya" ucap ocha dengan tangisan di wajah nya
"achhh bullshit" ucap ku sambil berlari keluar menaiki mobil ku dan ku pacu mobil ku dengan kecepatan kencang
Di perjalanan tak ter arah ini entah mau kemana? Dan harus bagaimana yang aku hanya bisa lakukan terus melajukan mobil ku dengan kencang.
Hanphone pun berbunyi tanpa aq melihat siapa yang menelfon langsung aku lempar hanphone ku keluar kaca mobil.
Sampai akhir nya ku hentinkan mobil ku di sebuah pinggir jalan,  Aku turun dan berteriak se kencang-kencangnya untuk melepas semua rasa sesak di hati.
"acrrrrhhhhhhhhhhhh... Acrrhhhhhhh taii semua" teriak ku
Ku lihat ada sebuah taksi berhenti di depan ku, dan ternyata itu mama ku.
"ray.. Kamu harus tenang, dengerin omngan mama" ucap mama ku sambil memeluk tubuh ku
Aq pun sedikit tenang, dan berdiam diri sejenak.
"dhea sekarang lagi koma di rumah sakit" ucap mama ku sekali lagi
Aku pun tersontak kaget, serasa semua amarah dalam hati ku hilang mendengar ucapan itu.
"di rumah sakit mana? Aku mau kesana sekarang" ucap ku dengan panik
Akhir nya pun aku dan orang tua ku langsung berangkat menujuh rumah sakit.
*Rumah sakit*
Sampai di rumah sakit gue melihat ocha dan ibu nya sudah berdiri di samping dhea, dhea yang dalam ke adaan koma sedang terbaring tak berdaya.
Tetesan air mata pun keluar dari mata ku, langsung ku memeluk dhea yang saat itu sedang terbaring koma.
"kamu kenapa? Kamu itu kuat? Jangan bercanda gini ayoo bangun.. Dhea bangun" teriak ku sambil terus terliang air mata ku tak henti-henti nya.
Tangan ocha memegang pundak ku dan berkata "ray aku akan cerita semuanya, kamu duduk dulu tenangin diri kamu"
Suara ocha pun terdengar terisak-isak menangis.
Ku kuat kan diri ku dan duduk untuk mendengar semua cerita ocha.

Fortuna 19


Sudah hampir 20menit gue di toilet merenung tentang apa yang gue lakuain bener atau salah gue gak ngerti.
*Tokkk...Tokkkk*
"ray raya lama banget di toilet nya" terdengar suara ocha memanggil nama gue
gue pun langsung berusaha bersikap tenang seolah tidak memikirkan apa-apa dan gue pun keluar dari kamar mandi gue lihat ocha udah udah berdiri di depan pintu.
"maaf sayang perut ku sakit tadi makanya lama" ucap ku dengan tenang
"ini pasti karna kamu makan pedes-pedes makanya perut kamu sakit" ucap ocha
"heheh iya mungkin yank" ucap ku berpura-pura tenang
kita pun berjalan ke ruang tamu untuk melanjut kan acara nya, setelah acara selsai gue pun pergi jalan sama ocha,pergi ke sebuah cafe karna kata ocha ada yang mau di omongin ke gue.
"sayang kata nya ada yang mau di omngin" ucap ku
gue lihat ocha hanya terdiam mata nya memancarkan kekosongan dan tangan nya terus mengaduk-aduk minuman yang ada di meja tanpa meminum nya.
"sayang kog bengong??" ucap ku sekali lagi dengan sedikit menyenggol tangan ocha
gue lihat muka ocha yang terkaget raut wajah menunjuk kan kebingungan,gue pun semakin bertanda tanya tentang apa yang sedang terjadi pada ocha..
"aaa...aaa..iyaa apa sayang" ucap ocha
"kamu ngelamun??" ucap ku
"eeee enggak kog kog,kamu tadi mau ngomong apah?" ucap ocha
"kamu ngajak aku ke kafe ini katanya ada yang mau di omngin" ucap ku
"ow enggak aku cumak mau bahas soal pernikahan kita nanti ajah kog?" ucap ocha
gue melihat ocha berbicara seperti itu tapi dalam hati seolah tak percaya,gue merasa ada yang di sembunyikan dari ku?, tapi gue berusaha percaya akan ucapan ocha dan kita pun lanjut berbincang-bincang sambil menyantap makanan kita. di setiap pembicaraan gue melihat wajah ocha seolah gelisa tak seperti biasa nya.
setelah selsai makan gue nganterin ocha puang ke rumah nya dan gue punjuga pulang,setelah nganter ocha gue masih terbingung akan sikap ocha di cafe tadi.
"gak biasanya ocha kayak gitu,jangan-jangan apa ocha tau gue ketemu dhea?" ucap ku dalam hati
sampai di rumah pun otak gue tetep gak tenang bingung dengan semua keadaan ini,harus apa?mau apa? ngelakuin apa? di otak gue isinya pertanyaan itu semua.
*7 Mei hari Pernikahan*
waktu yang di tunggu-tunggu pun akhir nya datang juga,hari akad nikah gue dan ocha, acara nya di selenggarakan di rumah ocha,terlihat semua keluarga sudah berkumpul jadi satu dan penghulu pun terlihat sudah datang dan siap menikah kan gue dan ocha.
*Di kamar ocha*
gue dan ocha yang sedang berdandan dan siap-siap untuk akad  nikah,gue lihat wajah ocha yang cantik saat berdandan seperti itu, sedangkan gue sendiri masih terbingung dan jantung berpacuh dengan cepat nya.
"dag dig dug nih jantung ku yank" ucap ku
"kamu jangan nerves gitu donk, kamu udah hafalin kan kalimat nya unuk yang mau di ucapin saat akad nikah entar" ucap ocha
"udah sihh tapi tetep ajah takut salah entar" ucap ku sambil menggaruk-garuk kepala
"udah kamu pasti bisa kog,percaya diri donk" ucap ocha sambil mencium pipi ku
gue pun menarik nafas panjang dan ku hembuskan pelan-pelan mencoba mengumpulkan kepercayaan diri dalam hati.
"yang aku keluar duluan,yang lain pasti udah nunggu, kamu jangan kelamaan nervers nya ya :)." ucap ocha dengan senyum dan berjalan keluar
sementara gue masih berusaha ngumpulin rasa percaya diri buwat ngilangin rasa nerves yang melanda diri gue, gue yang masih berada di dalam kamar ocha sendirian,langsung gue tatap cermin dan menunjuk-nunjuk ke pantulan wajah gue sendiri yang ada di cermin sambil berkata
"loe bisa njikkkk :D"
setelah hampir lama gue bertingkah kayak orang begok ngobrol sendiri dengan pantulan wajah gue yang ada di cermin gue mutusin buwat segerah keluar, gue buka pintu dengan menarik nafas panjang gue berjalan pelan-pelan keluar dari kamar saat gue sudah di luar gue denger suara banyak orang yang sangat ramai, jantung gue pun dag dig dug kembali.
gue pun berjalan ke ruang tamu dengan perlahan,tapi saat gue jalan gue ngelihat sebuah pintu kamar yang sedikit terbuka gue pun jadi penasaran dan gue putusin untuk masuk dan lihat ke kamar itu.
gue buka pintu kamar itu perlahan dan gue masuk ke dalam kamar itu, gue melihat lihat isi kamar itu.
"ini kamar siapa ya?, masak kamar nya ortunya ocha? tapi kog disain kamar nya kayak anak muda gini?" ucap gue dalam hati
"prakkkkkkkkk" tak sengajah gue ngejatuhin foto yang ada di meja itu.
"waduhh jatuh lagi,moga-moga ajah gak pecah" ucap gue sambil menunduk mengambil bingkai foto itu.
jantung pun serasa berhenti,keringat dalam tubuh seolah membeku saat gue melihat gambar yang ada di foto itu.
"ini kan foto dhea?,kenapa foto dhea bisa ada di rumah ocha?,sebenarnya apa hubungan dhea dan ocha? ini semua ada apa sih terasa membingungkan?" ucap dalam hati ku

Fortuna 18

setelah menonton film di rumah ocha,gue pun pamit pulang ke ocha  dan saat di perjalanan pulang fikiran gue pun tetep gak konsen,terus teringat tentang sosok dhea yang tiba-tiba muncul di saat yang tak tepat.
"gue udah punya ocha dhea itu masa lalu" ucap gue dalam hati sambil terus menyetir pulang
dan sesampai nya di rumah gue langsung nyeburin diri gue ke bak mandi karna saking bingung nya dengan apa yang terjadi hari ini.
terdengar suara hanphone gue berbunyi dan langsung gue ambil hanphone gue yang ada di atas kasur,ternyata itu telfon dari ocha, gue pun menaruh hanphone gue lagi di kasur sementara gue pengen merenung dulu dan menghindar dari ocha untuk beberapa hari lah.
"ray...raya" suara nyokap gue dari bawah
"iya ma ada apa" ucap ku sambil berjalan turun ke bawah
"tolong beliin minyak goreng ke minimarket donk,soal nya mama mau masak nie"
"ow iya deh ma" ucap gue sambil berjalan ke garasi buat ngeluarin mobil gue
dan saat sudah sampai di mini market gue pun langsung masuk dan nyari minyak goreng pesenan mama gue tadi,tapi gue muter-muter mini market minyak goreng nya gak ketemu-ketemu.
"ini minyak gorengnya di taruh sebelah mana sih" ucap gue radak kesel
setelah hampir 5 menitan gue nyari dan akhirnya ketemu juga.
"lahh nih si kampretttt di cariin dari tadi" ucap gue sambil menunjuk ke minyak goreng itu :D
saat gue mau ambil tuh minyak goreng gue lihat dari cela rak itu sesosok wajah yang membuat ku terbingung "dhea" ya itu dhea.
dhea yang juga lihat gue pun berusaha untuk lari,tapi gue langsung menarik tangan nya.
"dhea kenapa kamu menghindar?"
dhea hanya menunduk kan kepala tanpa berkata,dalam hati terasa bimbang saat berada di dekat nya tapi aku tau aku salah.
"gimana kabar kamu?" ucap ku sekali lagi
dan kali ini dhea mengakat kepala nya dan menjawab perkataan ku
"baik kog" ucap dhea tersenyum
"di mana suami kamu?" ucap ku dengan menguatkan hati
"dia ada di rumah tadi baru pulang kerja" ucap dhea agak gelagapan
gue pun memandangi wajah dhea seolah ada yang di sembunyikan dari ku,gue pun langsung berkata.
"boleh aku main ke rumah kamu" ucap ku
"eeee...eeee... maaf ray suami ku gak suka kalo ada temen ku yang ke rumah" ucap nya
"oww emmm" belum selsai gue mau ngomng tapi dhea udah motong perkataan gue
"aku balik dulu ya" ucap nya dengan langsung berjalan pergi ninggalin gue
gue hanya bisa melihat dia pergi walaupun dalam hati gue ingin mencegah nya untuk pergi, gue masih terbingung akan sikap dhea ke gue serasa ada rahasia besar yang lagi di tutupin ke gue.
*Di rumah gue*
di dalam kamar gue termenung terus terfikir akan kenangan indah bersama dhea tapi di satu sisi gue udah punya ocha "kalo gue mengenang dhea terus kayak gini,sama ajah gue ngehianatin ocha yang udah tulus sayang ke gue" teriak gue dalam hati
"apa seharus nya gue nikah ajah sama ocha?" tanya ku berbicara sendiri
"iya mungkin itu emang caranya, gue yakin mungkin memang seharus nya begitu" ucap ku kembali
gue pun menarik nafas panjang dan meyakin kan diri gue untuk nikahin ocha.
*2 munggu kemudian*
keluarga gue dan ocha pun berkumpul untuk melaksanakan lamaran gue ke ocha dan kita pun memutuskan hari pernikahan gue dan ocha di selenggarakan tanggal 7 mei atau 1bulan lagi terhitung sejak hari ini.
tiba-tiba di tengah acara terbesit ingatan tentang dhea untuk yang ke sekian kali, gue pun jadi melamun terbingung dan bertanya "apa yang gue lakuin ini bener?"
"say...sayang"
senggol ocha ke gue dan gue pun terkaget.
"kamu ngelamuninin apa sih?" ucap ocha
"ow .....eeee..eeeemmmm... enggak kog" ucap ku dengan gelagapan
gue pun langsung pamit ke toilet buwat cuci muka, dalam toilet gue pun langsung membasuh muka gue sambil terus memandangi kaca toilet.


Fortuna 17

Saat gue berusaha mengejar dhea,tiba-tiba ocha manggil gue. dengan wajah gelisah dan hati berampur aduk gue hentiin mengejar dhea dan berjalan menghampiri ocha.

"kamu tadi mau kemana?" ucap ocha sambil celingukan ngelihat ke arah gue pas lari ngejar dhea

"ow enggak tadi kayak nya aku lihat temen ku,tapi mungkin aku salah orang" ucap ku dengan keringat dingin berharap semoga ocha mempercayai ucapan ku.

"ya udah ayo kita ke rumah ku" ucap ocha

gue dan ocha pun pergi menaiki mobil menuju ke rumah ocha,di sepanjang perjalanan gue hanya melamun dalam hati masih tak percaya akan apa yang gue lihat barusan,bagai kan kenangan lama yang terkuak kembali.

"sayang nanti pas di rumah ku jangan gugup ya" ucap ocha

"sayang... sayang kamu ngelamun apa'an sih?" masih kata ocha

gue pun tersontak kaget mendengan suara ocha,gue pun jadi bingung gak karuan dan gak tau harus jawab apa'an,jadi salah tingkah karna gak bisa ngejawab perkataan ocha.

"kamu nerves ya?..tenang ajah ortu aku gak makan orang kog sayang" ucap ocha sambil tersenyum

"iya mungkin aku nerves" ucap gue spontan

gak lama kita pun akhir nya sampai di rumah ocha.gue pun turun dari mobil dan masuk bersama ocha ke rumah nya.

"ma..mama??" teriak ocha mencari mama nya

tak lama terlihat seorang perempuan keluar dan gue rasa itu mama nya, langsung ajah gue cium tanganya dan bersikap syok akrab.

"hallo tante saya naraya" ucap gue sambil cium tangan

"sayang itu bik tuti pembantu aku" ucap ocha

badan gue pun langsung kaku,keringat bercucur dari wajah gue dengan sangat deras nya.dalam hati berkata "anjrittttt malu gue"

gue pun cengengesan dan langsung bersikap biasa seolah itu gak pernah terjadi,walau pun sesungguh nya dalam hati rasa nya pengen nyobek muka gue,terus gue buang jauh-jauh deh :D

bik tuti pembantu ocha pun mala senyam senyum ke gue seolah dia baru sajah mersakan kemerdekaan 45.

"itu mama aku" ucap ocha sambil menujuk ke arah tangga

gue pun langsung bersalam dan memperkenal kan diri gue, mama nya ocha bersikap sangat baik dan menyuruh gue untuk duduk kita pun ngobrol-ngobrol banyal di ruang tamu. ow iya ernyata bokap si ocha lagi ada di macau cina karna lagi ada bisnis di sana, jadi gue hanya bisa ketemu sama nyokap nya si ocha.

setelah pembicaraan panjang itu pun,tak lama nyokap ocha mendapat telfon dan harus segerah pergi karna ada acara, jadi akhirnya hanya tinggal gue dan ocha yang di rumah,oww iya termasuk bik tuti :)

"sayang nonton film yuk aku punya DVD baru nie tentang komedi gitu" ucap ocha

gue pun mengiyakan dan kita pun nonton film di ruang tamu ocha,tak lama ingatan di cafe tadi pun muncul lagi dalam benak gue tentang gadis yang gue yakini bahwa itu dhea. nonton pun jadi gak konsen karna fikiran gue terus terhantui tentang dhea.?????

Fortuna 16


gak terasa udah hampir 4 bulan gue dan ocha pacaran dan tentunya 4 bulan juga gue di lombok, magang ocha pun juga selsai dan ocha pun akan segerah balik ke jakarta.
misi patah hati gue di lombok pun telah usai dan waktunya juga gue balik ke jakarta buwat ngelamar si ocha untuk jadi istri gue hehehe.
ocha pun balik ke jakarta duluan karna harus segerah menyelsaikan laporan magang nya ke kampusnya, gue balik belakangan karna sih tante ratna katanya gak mau gue tinggal,mklum tante alay :D
2 hari setelah ke berangkatan ocha ke jakarta, gue pun juga balik ke jakarta,dengan jiwa dan prasaan yang baru gue tumbuh dan hidup kembali setelah pelajaran yang gue dapet dari lombok.
*jakarta*
sang mentari datang dan hari ini mata terbangun untuk yang pertama kali nya kembali kerumah dengan jiwa yang baru. handphone pun berbunyi dan gue lihat itu pesan dari ocha
pesan Ocha (sayang aku tunggu di Rose cafe,ini kan hari pertama kita ketemu di jakarta)
pesan gue (iya sayang 30 menit lagi aku nyampk sana)
gue pun langsung buru-buru buwat mandi dan siap-siap buwat ke temu sama ocha,semangat baru pun hadir dalam diri gue, selesai siap-siap gue pun langsung menuju ke tempat ocha dengan menaiki mobil jazz biru gue,dengan kecepatan 80km gue memacu mobil gue,biar cepat sampai karna saking kangen nya pengen ketemu ocha.
sampai di depan parkiran gue lihat ocha lagi duduk dengan mengenakan baju putih, langsung gue samperin ocha dan memeluk nya dari belakang, ocha pun terkaget saat tiba-tiba gue meluk dia.
"ngagetin ajah sih?" ucap ocha dengan manja nya
"hehehe habis udah kangen banget sama kamu" ucap gue
"aku mau ngomong penting nih sama kamu?,nanti kita ke rumah aku ya,soal nya orang tua aku pengen kenal kamu" ucap ocha
dalam hati pun gue berkata "wah kesempatan yang bagus sekalian ngelamar ocha" rencana untuk ngelamar ocha pun sebener nya udah ada dalam benak gue waktu di lombok.
"iya udah ayo sekarang ajah ke rumah kamu" ucap ku
"iya udah,tapi bentar aku ke toilet dulu ya" ucap ocha sambil berjalan ke toilet
gue pun menunggu ocha yang masih di toilet,tiba-tiba terdengar suara musik " somthing just like this" dari arah belakang kursi gue,karna gue penasaran gue pun nengok ke belakang,terlihat cewek berambut panjang yang memutar musik itu dari hanphone nya.
"wajah nya gak keliatan" ucap gue dalam hati
gue pun memutuskan untuk berdiri dan melihat gadis itu lebih dekat.tapi saat gue berdiri gadis itu pun berdiri juga dan brakkkk , iya kita bertabrakan.
"aduh maaf mbak" ucap gue
"aduh saya yang salah mas maaf..maaf" ucap gadis itu
dalam hati "suara ini?????????"
gue pun perlahan melihat wajah gadis itu dan "dhea?"
"maaf mungkin mas nya salah orang" ucap gadis itu dengan buru-buru pergi
gue pun langsung mengejar nya dengan perasaan tak percaya bahwa yang gue lihat itu nyata.
dalam hati "aku yakin itu dhea" sambil terus berusaha lari mengejar gadis yang gue yakini bahwa itu dhea fortuna.



Fortuna 15

Setelah cinta gue di trima oleh ocha, ada satu hal yang gue tau sekarang bahwa gue bukan singel lagi hehehe :D

Pagi hari nya pun gue dan ocha ngelanjutin perjalanan ke liling pulau bali, membuat begitu banyak kenangan bersama, kita seperti 2 orang anak manusia yang baru tahu arti kebahagiaan, gue genggam tangan ocha begitu erat dan dalam hati selalu berkata "stay with me".

*di pinggir pantai*

"cha apa yang buat kamu mau nerima aku jadi pacar kamu? Bukannya kamu takut patah hati"

"aku emang takut banget patah hati, tapi kayak nya aku cinta kamu itu udah gak perlu alasan lagi" sembari tersenyum

"terimakasih cha, kamu tau aku udah ngelewatin banyak patah hati, dan saat aku bertemu kamu, aku tau satu hal yang memang aku butuh kan buwat ngelawan rasa patah hati itu?"

"apa ray?"

"KESADARAN DIRI bahwa patah hati itu adalah bagian dari hidup"

Ocha pun memandang ku sangat dalam dan tersenyum memeluk ku :)

Tiba-tiba ada suara telfon berbunyi dengan rington lagu "something just like this".

ternyata itu handphone ocha, dan ocha mengakat telfon nya.

Aku yang langsung terbengong mendengar suara rington lagu itu pun kembali teringat tentang dhea.

"ray... ray... Sayang kenapa ngelamun?"

"ow enggak kog, itu tadi telfon dari siapa?"

"dari tante aku sayang, kamu nglamunin apa tadi ayo jawab?" desak ocha ke gue

Aku pun berkata terus terang ke ocha apa yang sudah aku lamun kan.

"rington hp kamu, itu lagu ke sukaan ku sama dhea" ucap ku dengan menunduk kan kepala karna takut ocha akan marah

Tangan ocha mengangkat dagu ku, dan menatap mata ku dengan senyum manis nya.

"kamu gak usah takut aku marah, karna itu adalah bagian dari kenangan kamu, lagian aku juga suka lagu itu" ucap ocha

Gue pun langsung memeluk ocha terisak isak tangis ku di pundak nya, karna kebaikan hati ocha yang beda dengan gadis lain pada umum nya.

"makasih ya sayang, udah menerima semua tentang ku dan semua kenangan ku" ucap ku

Karna ini hari ketiga kita di bali, dan kita pun harus segerah pulang ke lombok, gue dan ocha pun langsung buru-buru ke pelabuhan karna takut kapal ke lombok hari ini udah habis.
Untuk nya kapal keberangkatan ke lombok pun masih ada, dan kita segerah naik kapal untuk perjalanan menuju ke lombok.

"sayang entar aku di jemput tante ku, kata nya sih mau kangen-kangenan karna udah lama gak ketemu, kamu ikut ya?" ucap ocha

"aduh gak deh sayang, aku takut ganggu acara kangen-kangenan nya, enatar aku bisa di jemput sama tante ku kog" ucap ku

"yaa sedih deh"

"jangan sedih donk, besok kan bisa ketemu lagi di rumah sakit hehehe" ucap ku

"ya udah deh" ucap ocha seperti kecewa karna aku gak bisa ikut

Setelah sampai di pelabuan, ocha mendapat telfon kalo tante nya sudah di parkiran, karna gue kebelet pengen ke toilet jadi gue gak bisa nemenim ocha ke parkiran buat ketemu tante nya, dan kita pun berpisah di pelabuhan itu.

Dan gue pun juga di jemput oleh tante ratna, di sepanjang perjalan tante ratna terus tanya tentang ocha itu siapa,  Tapi gue tinggal tidur di mobil karna gk kuat dengar suara tante ratna yang kayak bajai rusak itu.

Pagi hari nya gue pun dateng kerumah sakit buat ketemu ocha, seharian di rumah sakit bareng ocha dan kita selalu jalan-jalan malam hari nya, terus seperti itu sampai 1bulan lebih dan kita gak pernah bosen, mala saling menguat cinta gue dan ocha.

Fortuna 14

Setelah perjalanan 1 jam kita pun akhir nya sampai di sebuah tempat yang keren abis, seperti menara yang tinggi banget dan kita bisa lihat pemandangan dari atas situ.

"gila tempat ini bagus banget, kenapa aku bisa gak tau ya?" ucap ku

"ini nama nya *penelokan kintamani*,  menara ini memiliki ketinggihan 1500 meter di atas permukaan air laut,  disini laut dan gunung-gunung bisa di lihat dengan sangat jelas, surganya bali" ucap ocha sambil menghirup udara dan terlihat wajah bahagia nya itu

"kamu kog bisa suka banget sama bali sih? Sampai tau tempat kayak beginian"

"dari dulu aku pengen banget tinggal disini, punya rumah disini, berbaur menjadi orang bali dan adat nya yang unik itu"

"trus nikah nikah sama orang bali?"

"nikah?? Pacaran ajah belum pernah"

"hachh serius belum pernah pacaran? Berarti belum pernah di cium cowok donk?"

"ya belum lah" ucap ocha

"emang kenapa kamu gak mau pacaran? Gak laku ya hahaha"

"enak ajah, mungkin karna takut patah hati"

"kamu ngomong patah hati segalak, padahal belum pernah pacaran"

Ocha hanya tersenyum mendengar ejekan ku, dan kita pun melanjut kan keliling-keliling di wisata penelokan kintamani.

Di sepanjang perjalanan gak tau kenapa rasanya nyaman banget jalan sama ocha, serasa udah kenal lama dan mungkin ini tragedi move on ter aneh yang pernah terjadi dalam hidup gue.

"cha gak tau kenapa aku nyaman banget jalan sama kamu"

"kamu ngomong kayak gitu gak kesambet setan kan?"

"seriusss tau" ucap ku dengan kesal

"iya-iya, gitu ajah ngambek, ow iya ngomong-ngomong kenyamanan itu tempat nya bukan di orang nya, tapi di sebuah genggaman tangan terbalut kata ihklas" ucap ocha

Gue hanya terpanah mendengar sihir kata mutiaranya ocha, dan fix gue suka sama dia, tapi sayang nya gue gak punya keberanian buat ngomong.

Karna ke asikan jalan-jalan kita sampai lupa nyari hotel atau tempat penginapan, udah mau malem juga, kita pun bergegas jalan buat nyari hotel.

              ****----****
Setelah lama berjalan kita pun akhir nya dapet hotel dengan kamar gue bersebelahan sama ocha.

Gue pun langsung mandi, begitu pun ocha, gue yang di dalem kamar mandi masih kebingungan buwat ngungkapin prasaan gue ke ocha, sampai-sampai sampo rambut, gue tuang habis ke kepala gue karna saking bingung nya.

Selesai mandi ocha ngajak makan di restoran yang ada di deket pantai, katanya sih biar bisa ngerasain udara malam di pantai.

*di meja restoran*

Kita pun makan bareng di restoran itu, tapi gue masih sangat bingung soal prasaan gue, makan pun jadi gak konsen.

"ray kog gak di makan?"

"ohhh.. Ohh iya ini makan kog, eh cha gue ke toilet bentar ya"

Gue pun pergi ke toilet buat basuh wajah, di toilet gue lihat ada orang ngobrol bahasa bali, di situ gue jadi punya ide, gue samperin orang yang lagi ngobrol itu dan tanya sesuatu....

Setelah itu gue yang udah selsai di toilet tadi langsung nyamperin ocha, dan nekat buat ngomng

"cha gue mau ngomong sesuatu boleh"

"kamu ini aneh? Ngomng ajah kan gak ada larangan nya"

"eeeeeeeeeeee"

"eeeeeeeee... eeeeee"

"kamu mau ngomng apa sih sebener nya?  Ucap ocha

"TYANG TRESNA RAGANE" ucap gue dengan keras, dan gue pun lega sehabis ngomong itu.

Gue lihat wajah ocha yang bingung, gue yakin di gak ngerti apa arti yang gue omongin, gue pun jadi lega.

Tiba-tiba ocha tersenyum ke arah ku dan menatap mata ku dengan serius, dan berbisik pelan ke arah ku.

"AKU JUGA CINTA KAMU" kata ocha

Gue pun langsung keluar keringat dingin.

"loh kog... kamu tau artinya???"

Ocha hanya tersenyum ke arah ku sekali lagi dan gue pun langsung berkata

"jadi sekarang kita pacaran" ucap ku

"pacar pertama :) " ucap ocha

Langsung gue teriak-teriak di tengah laut karna saking seneng nya dan semua mata tertujuh ke gue,  Tapi gue gak peduliin karna saking bahagia nya cinta gue di terima.

Gue tarik tangan ocha dan kita bahagia bareng dengan main air di pantai malem-malem karna saking bagianya. 

Fortuna 12

Setelah ksrempet mobil gue pun di rawat oleh ocha, sambil ocha ngobatin luka gue, kita ngobrol banyak di rumah sakit itu.

"di lihat-lihat loe cantik juga ya"

"hemm? Loe tadi ngomong apa?"

" gak kog" ucap gue bingung karna spontan ngeluarin kata-kata kayak gitu.

"ahh sakit tau" ucap gue karna luka gue terlalu di teken oleh ocha saat ngobatin

"gini ajah teriak, kayak cewek" ucap ocha ngeledek gue, terlihat expresi puas di muka nya

"lah emang sakit, ngobatin nya yang lembut donk, masak perawat kasar amat" ucap gue

Ocha pun hanya tersenyum puas mendengar kata-kata gue

"udah aku perban nie luka nya, udah bisa pulang gie"

"ya cepet amat, eh ambilin spidol di tas gue donk" ucap gue sambil nunjuk ke tas gue yang ada di meja

Ocha pun mengambil kan spidol itu, terlihat wajah bingung nya karna gue suruh ambil spidol

"nie.. Emang buat apa spidol nya?" tanya ocha

"kasih tanda tangan di perban gue donk" ucap ku sambil nyodorin tangan kiri gue yang habis di perban.

"aneh-aneh ajah" kata ocha sambil nanda tanganin perban gue

"nah tanda tangan nya lucu amat, kayak aksara jawa" ucap gue sambil ketawa.

"udah di tanda tanganin ngejek" ucap ocha sambil masang raut wajah kesel nya

Gue pun hanya senyum-senyum melihat expresi ocha yang lagi kesel itu, tapi malah keliatan lucu

Dan gue pun akhir nya berjalan pulang dengan wajah cengengesan, Ocha yang ngelihat gue dari belakang seolah bingung sambil menggeleng geleng kan kepala nya.

Perjalanan gue ke mall pun terpaksa harus di tunda, karna ke jadian kesrempet mobil ini.

*Di depan rumah sakit*

"raya kamu gpp?ini tadi tante khawatir banget dapet telfon kamu kecelakaan? Udah di obatin kan? Gak ada yang patah atau apa? Bisa-bisa tante di marahin orang tua kamu nih haduh" ucap tante ratna yang nyerocoss kayak suara bajai

"haduh tante, tanya nya satu-satu donk, Lagian raya juga gpp kog" ucap gue sambil masuk ke mobil

"haduh nie anak" ucap tante ratna sambil masuk ke mobil juga

"udah mana kunci nya biar tante ajah yang nyetir" ucap tante ratna

Gue pun memberika kunci mobil nya, Dan saat mobil udah di nyalain sama tante ratna, tiba-tiba terdengar suara ketukan di kaca mobil

"tokkkk... tokkk"

Tante ratna pun membuka kaca mobil nya

"maaf buk uang taksinya" ucap supir taksi itu

Tante ratna hanya cengengesan karna lupa bayar uang taksi nya.

"ya tante, naik taksi kog gak bayar, kata nya orang kaya" ucap gue ngeledek tante ratna

"dasar semprul, ini tadi tante lupa karna kawatir sama kamu, jadi buru-buru, tante kan orang kaya kalo cumak bayar taksi sih kecil" ucap tante ratna dengan songong nya

"ini pak uang nya, ambil ajah kembalian nya" ucap tante ratna sambil menyodorkan uang nya ke supir taksi itu.

"ya buk ini sih pas, gak ada kembalian nya" ucap supir taksi itu sambil menepuk jidat nya

****----****
Gue pun akhir nya langsung pulang ke rumah dengan tante ratna yang menyetir

Setibanya di rumah gue pun langsung tiduran di kamar, sambil ngelihatin tanda tangan ocha yang ada di perban tangan gue.

*Pagi hari nya*

Saat gue bangun tidur yang pertama kali gue lihat perban gue.

"untung aja tanda tangan nya gak hilang, jadi pengen ke rumah sakit lagi" ucap gue dalem hati

Karna perasaan aneh yang ada di hati gue nuntun gue buat pergi ke rumah sakit, gue pun mutusin buat pergi ke rumah sakit diem-diem naik taksi, karna kalo bawah mobil sendiri pasti gak di bolehin sama tante ratna.

Sampai di depan rumah sakit gue mala kebingungan, karna bingung nyari alasan buat masuk ketemu ocha.

"bisa malu nie kalo gue kesini bilang cumak mau lihat ocha doang" ucap gue dalem hati

Gue pun lihat ke kanan dan ke kiri tiba-tiba gue ngelihat serpihan kaca pecah dan gue pun nemuh ide.

Dengan prasan takut bercampur bingung gue berani-beraniin deh

"ahhh" teriak gue gores kaca itu di tangan gue sebelah kanan, darah pun keluar banyak, gue pun langsung jalan ke dalem ruang prawatan yang ada di rumah sakit itu.

Gue masuk keruangan itu.

"suka banget sih berdarah?" ucap ocha ngelihat tangan gue

Gue hanya cengengesan, dan ocha pun langsung ngerawat tangan gue

"ini gak ksrempet mobil lagi kan?" ucap ocha sambil ngobatin luka gue

"eeee... eeee... Iya kesrmpet lagi mobil yang sama pula yang nyerempet gue kemaren" ucap gue yang asal ngomong karna bingung mau jawab apa

"hachhhhh?" ocha terkaget

Gue hanya garuk-garuk kepala sambil senyum-senyum

"sekarang tangan nya dua-dua nya di perban deh" ucap ocha

"hehehe, cha ambilin spidol di tas gue donk"

"tanda tangan lagi?" ucap ocha

"hehehe iya"

Ocha pun langsung mengambil spidol dan mendatangani di luka gue yang sebelah kanan

Fortuna 11

setelah perkenalan singkat di sebuah bandara itu pun, menjadi sebuah kisah lama yang terulang kembali, sosok flora rosalina yang memperkenal kan dirinya sebagai ocha mengingat kan gue tentang dhea.

ocha pergi menaiki taksi berpamitan ke gue mau menuju rumah sakit yang akan menjadi tempat magang nya, dan gue hanya melihat ocha memasuki mobil taksi dan pergi , pertemuan itu pun sungguh membingungkan, gue pun pulang di sepanjang perjalanan tertawa sendiri mengingat akan kejadian aneh yang terjadi pagi tadi.

Sampai di rumah gue pun masih senyum-senyum sendiri sampai tante ratna ngira gue kesambet setan hehehe

Di meja makan

"tante enak banget ini makanan nya beli di mana? "

"ini namanya nasi balap puyuh, khas lombok juga, ini tadi tante beli di mataram"

"ow,, mataram itu kotanya pulau lombok ya teh?"

"iya, kenapa?"

"berarti ada mall donk?udah lama pengen ke mall, bosen main nya di pantai muluk hehehe"

"banyak ray, kamu mau jalan-jalan kesana?"

"iya dah besok, sekalian kuliner hehehe?"

"tapi tante besok gak bisa ray, kamu sendiri ajah ya"

"yah tante, ya udah deh" ucap ku dengan kecewa

Pagi hari nya gue lagi manasin mobil buat siap-siap jalan ke mall, karna tante ratna gak bisa jadi terpaksa gue nyetir mobil sendiri.

Kalo inget nyetir mobil jadi keinget dhea,dhea selalu nyetir mobil dan gue asik-asikan tidur tapi ya udah lah.

Perjalanan ke mall pun di mulai, karna gue gak tau jalan, maklum baru ke lombok, untung ada handphone jadi bisa pakek GPS.

"waduh kog jalan nya sepi amat, ini GPS bener gak sih?" ucap ku dalam hati sambil kebingungan takut nyasar

Gue pacu terus mobil gue, ngikutin petunjuk GPS tapi prasaan gue gak enak karna ngeliat jalan makin lama jadi kayak menuju ke hutan, padahal mataram itu kan kota seharusnya rame.

Gue putusin buat berhenti, dan ngelihat sekeliling ada orang jualan, gue tanya ajah

"buk maaf mau tanya, ini bener jalan ke mataram?" ucap ku

"#@/#@###/" 

"nah lohh ngomong apa'an tuh ibuk itu?  Pasti bahasa lombok nie" ucap ku dalam hati

Gue pun ke bingungan ternyata ibuk itu gak bisa bahasa indonesia, dan mala ngomong bahasa lombok yang gue gak ngerti sama sekali.

Tak lama seorang anak perempuan keluar dari toko, kayak nya seumuran gue, dan gue rasa itu anak ibuk itu.

"maaf mas ibu saya gak bisa bahasa indonesia" ucap gadis itu

"nahh primitif amat" ucap gue dalam hati

"ow makanya hehehe, maaf mbk saya mau tanya jalan ke mataram bener arah sini bukan"

"iya mas, mas lurus ajah udah deket kog, nanti ada tulisan selamat datang di kota mataram" ucap gadis itu

"ow iya udah makasih"

Dan gue pun ngelanjutin perjalanan ke kota mataram, tak lama ternyata bener omongan gadis tadi, dan akhir nya gue sampai di kota mataram.

"lohh... Lohh kenapa nie mobil" ucap gue panik

Ternyata mobil gue mogok, dan terpaksa gue turun buat ngecek nie mobil.

Saat gue keluar dari mobil tiba-tiba "brakkkkk"

                ****----****

Ternyata gue pingsan dan saat gue buka mata gue lihat??

"flora dan fauna?" ucap ku

"enak ajah, udah di rawat sekarang mala ngejek" ucap ocha

"hehehe sory, gue ada di mana nie"

"loe itu di rumah sakit, tadi habis kesrempet mobil"

"ahh masak sih?  tapi syukur lah" ucap ku yang masih dalam keaadan telentang di kasur rumah sakit itu

"hloo kog syukur?" ucap ocha bingung

"ya gara-gara ksrempet mobil kan gue bisa ketemu loh lagi hehehe" ucap ku dengan cengengesan

Ocha pun senyum ke arah ku dengan sedikit wajah bingung ngelihat gue

Fortuna 13

Saat ocha mendatangani tangan gue mata gue gak berkedip sedikit pun, gue terus memandangi wajah nya, seolah dalam hati sudah kenal lama.
"lihat nya kayak gitu amat?" ucap ocha

Gue pun kebingungan buat jawab karna ke gepp sama ocha ngeliatin dia terus.

"eeee.. eeee enggak kog, loe ngpain sih mau magang di lombok?" ucap ku dengan bingung sambil berusaha ngalihin pembicaraan

"sebener nya gue pengen nya ke bali tapi ke terima magang nya di lombok, ya gimana lagi"

"ya udah ke bali ajah"

Terlihat wajah bingung nya mendengar perkataan ku

"jalan-jalan 2/3 hari ke bali gak masalah kan?" ucap gue lagi

"lah terus magang gue disini?" ucap ocha

"biar gue yang ijinin, di mana kantor rumah sakit nya?" ucap gue dengan sangat yakin

Ocha hanya menunjuk kan tangan nya ke sebuah rungan, dan gue pun langsung masuk ke subuah rungan itu.

   .   .  ****---****
15 menit kemudian gue keluar dari ruangan itu dengan tersenyum, ocha bingung ngelihat gue dan bertanya.

"jadi?"

"iya kamu dapet ijin 3 hari, udah ayo berangkat?"

"hachhh? Segampang itu?" ucap ocha semakin bingung

"iya lah udah ayo?" ucap gue sambil narik tangan ocha buat jalan keluar

"ini serius sekarang" teriak nya

Gue hanya tersenyum ke arah nya dan kita pun keluar dari rumah sakit itu.

"eh gue pulang dulu ambil pakean, loe juga pulang dulu siapin yang mau di bawah, 1jam lagi gue tunggu di pelabuhan" ucap gue

Gue pun langsung berpisah sama ocha di depan rumah sakit itu, dan segerah menaiki taksi buat pulang.

Di dalam taksi gue lihat muka ocha yang masih bingung dengan tingkah laku gue hehehe :D

*Di rumah*

"tante aku mintak ijin buat jalan-jalan ke bali, gak lama kog paling 3 hari" ucap gue sambil lari masuk ke kamar buat packing baju

"loh.. Loh.. Sama siapa ray?  Itu tangan kamu yang satu nya kenapa lagi" teriak tante ratna

"sama ocha, di cakar kucing" teriak gue dari atas kamar

"hachhh ocha???? Di cakar kucing???" ucap tante ratna yang ke bingungan

Setelah packing baju gue pun langsung berangkat ke pelabuhan, karna taksi yang gue naikin agak lemot nyupir nya jadi gue sampai di pelabuhan telat 20 menitan, gak sesuai janji.

"haduh pasti ocha nunggu lama nie" ucap gue dalem hati

Sampai di depan pelabuhan gue lihat ocha udah duduk di kursi tunggu yang ada di pelabuahan, terlihat wajah nya yang gelisa, mungkin karna takut gue bohong.

"adek kecil ngapain duduk di pelabuhan sendirian :D" ucap gue ngecengin sih ocha

Ocha langsung nyubit perut gue bertubi-tubi, sambil berkata

"gue kirain loe bohong tau, mana ada mas-mas gak jelas godain gue lagi" ucap ocha

"janji itu di catat langsung dari tinta tangan tuhan, jadi pasti gue tepatin,  Tapi ngomong-ngomong ada juga yang godain loe ya hehehe" ucap gue

Ocha pun langsung manyun-manyun bibir nya, gue hanya ketawa lepas lihat expresi dia yang lucu, gak lama kita pun langsung naik kapal untuk ke berangkatan ke bali.

   *di atas kapal*

Gue dan ocha berdiri di pinggir kapal sambil melihat pemandangan laut biru yang indah itu.

"ray dulu waktu kita pertama kali ketemu di bandara, aku lihat kamu kayak orang frustasi, itu kenapa?" ucap ocha yang tiba-tiba bertanya aneh ke pada ku

"aku kamu, bukan nya loe gue" ucap gue

"emang kenapa gak boleh panggil aku kamu? "

"iya gpp sih hehehe" ucap gue dan memori tentang dhea ter flasback kembali

"aneh??  Pertanyaan ku tadi belum di jawab"

"ow itu, biasa lah soal cinta, mau denger ceritanya?"

"iya kalo kamu mau cerita"

"jadi dulu aku punya tunangan dia meninggal, terus aku berangkat ke lombok ini buat ngelupain dia, saat udah di lombok aku gak sengajah numpain es criem cewek, dan aku di suruh ganti, tapi aku gak mau, dan ternyata dia tetangga rumah aku,  dan semenjak saat itu aku sering banget ketemu itu cewek, dan kita jadi sering jalan bareng, sampai akhir nya aku suka sama cewek itu, tapi karna aku gak punya keberanian buat ngungkapin nya jadi dia ke buru pergi, dan sekarang mau nikah.

"ow jadi itu alasan kamu, kelihatan kayak orang frustasi waktu jatuhin es crime aku" ucap ocha

Gue hanya tersenyum.

"siapa nama gadis itu?"

" nama nya dhea seorang cewek agak tomboy tapi lucu dan mempunyai senyuman yang bisa ngebuat aku jadi lupa akan segalah beban yang ada di hidup aku"

"nama nya bagus jadi ke inget---

Saat ocha belum selsai ngomng ternyata kapal nya udh sampai di bali, dan gue langsung narik tangan ocha buat turun.

"yeeeee baliii" teriak gue dan ocha

Gue dan ocha pun langsung jalan-jalan muterin pulau bali dengan naik taksi, kita pergi ke pantai kute, pantai pandawa dan lain-lain.

Setelah puas jalan-jalan kita pun makan di sebuah restoran di bali.

"ray kamu tau gak surganya pulau bali?" ucap ocha

"ya pantai kute tadi lah" ucap ku sambil makan

"salah" ucap ocha sambil tersenyum

"lah terus apa donk?"

"udah pokok nya habis ini kita kesana ya"

"ok lah"

Selesai makan kita pun langsung menuju ke sebuah tempat gue gak tau tempat apa, gue hanya nurut ajakan ocha di sepanjang perjalanan gue terus tanya ke ocha mau kemana?  Tapi tetep ajah gak di kasih tau.

 
Wordpress Theme by wpthemescreator .
Converted To Blogger Template by Anshul .