Fortuna 10
Fortuna 09
Fortuna 08
Fortuna 07
Fortuna 06
"tante pinjem mobil" ucap ku sambil mengambil kunci mobil di atas meja
"gila.!!! ada pantai sekeren ini, dan gue bisa sampai gak tau?" ucap ku dengan expresi wajah kagum akan ke indahan pantai pink.
Fortuna 05
Tapi ada prasaan yang mengganggu tidur ku.
SAYA
Saya ini hanya seorang lampu yang padam, yang tak akan pernah terlihat jika tak berada di kerumunan manusia.
Saya hanya bisa melakukan apa pun yang bisa membuat saya bersinar kembali, tapi semakin saya berjalan jauh semakin juga saya merasakan cahaya ini terus meredup.
Hampir mati jika angin terus berhembus, kalo boleh egois saya ingin hidup sendiri di muka bumi ini, walaupun akhir nya cahaya saya akan tetap mati, setidak nya saya saya bisa melihat ekting saya dengan jelas tanpa takut ada cela'an.
Imajinasi yang terlampau jauh hanya membuat saya terus berharap, tanpa tau ending sebuah pagelaran pentas seni nya, kenapa di beri harapan tanpa sebuah kepastian?
Saya tidak tau apa yang saya mau?, tidak tau apa yang saya cari?, tidak tau perasaan ini untuk apa?, di tuangkan masa depan tapi terlalu takut untuk melangkah.
Dan masi mencari cela untuk kembali ke masa lalu, TAPI MASA LALU YANG MANA?
Fortuna 04
"ray kamu jalan-jalan ajah sama dhea, tante mau cari bule dulu sama tante ratih", ucap tante ratna sambil ketawa sama tante ratih dan mereka pun berjalan pergi
Fortuna 03
Perjalanan kuliner pun di mulai, dengan memakai mobil yaris merah kesayangan si tante, setiap perjalanan gue terus mengobrol dengan tante ratna.
Fortuna 02
Fortuna 01
Tetesan air mata ku jatuh ke sebuah foto yang ada di tangan ku, terus ku pandang dan semakin teringat kenangan-kenangan indah bersama adelia tunangan gue yang sudah lama pergi meninggal kan gue dan Meninggal kan dunia ini.
"KRINGGGGGGG" suara alaram Hp gue ber bunyi menunjukan matahari telah datang.
Cinta Adalah Pahit 15
Matahari terbit dengan sinar-sinar nya di iringi suara tawa-tawa para mahasiswa yang sedang merayakan ke lulusan nya, terlihat jelas raut kebahagian di wajah mereka untuk menatap masa yang baru, dua sosok sahabat melihat ke awan tangis haru, pertanda kebersamaan akan segerah berakir.
Di kampus
"vin gue masih gak nyangkah kalo gue bisa sarjana dan membawa nama S.E di depan nama gue", ucap aldi
"gue juga al, gak pernah nyangkah kalo gue bisa lulus dan resmi jadi sarjana", ucap vino sembari tersenyum lebar
"rencana loe ke kanada kapan vin?", ucap aldi
"minggu depan al rencana nya, loe sendiri kapan mulai kerja di kantor bokap loe? ", ucap vino
"bokap gue sih mintak nya secepat nya, tapi gue pengen seneng-seneng dulu lah 1bulan ini hehehe", ucap aldi
"ya udah ayo pulang yuk", ucap vino dengan menggandeng pundak aldi
Mereka berdua pun pulang ke rumah masing-masing dengan membawa ke banggaan.
Rumah vino
Vino yang saat itu sedang merapikan barang-barang nya untuk persiapan pergi ke kanada besok, vino membuka laci dan melihat barang-barang masa lalu nya itu dari mulai foto-foto sampai buku-buku kuliah nya yang penuh dengan coretan, dan tak sengaja vino melihat kain rajut tebal berwana pink di sebuah pojok laci itu, vino melihat dan ter ingat bahwa itu jaket sheren yg di pinjam nya saat ke hujanan dulu,
Dan sekali lagi vino menahan air mata nya, berusaha tersenyum agar sheren bahagia di sana.
Hari ke berangkatan ke kanada pun tiba, pelukan perpisahan pun terjadi di airport itu.
"loe mesti sukses vin di sana, dan gue nanti bakal nyusul loe kesana kalo gue udah punya uang sendiri", ucap aldi sambil berjabat tangan dengan vino.
Vino hanya tersenyum haru ke aldi dan berjalan ke arah mama nya.
"mama jaga diri baik-baik ya", ucap vino dan memeluk mama nya
Terlihat kemesraan antara anak dan ibu di airport itu tangisan perpisahan mengawali kepergiian vino.
Kanada
7 bulan tak terasa, saat hari kafe vino resmi di launching kan, kafe yang di berinama "SHEREN HOUS" itu pun siap melebarkan sayap nya di kanada,aldi dan ibu vino pun hadir di acara presmian itu.
Vino yang mengenakan jaket pink milik sheren itu di acara presmian nya merasa berhasil mewujudkan impian sheren, semua yang datang dengan senyum mencoba es coklat di kafe itu, sangat ramai pengunjung hari itu.
"vin tumben loh pakek jaket warna pink", ucap aldi
"ini jaket nya sheren al, loe lihat pigora yang itu", ucap vino sambil menunjuk ke pigora hiasan kafe itu.
"itu kan tisu-tisu nya sheren, pasti sekarang sheren bangga banget sama loe disana", ucap aldi
Dan aldi pergi ke meja mama vino dan minum es coklat bersama, sementara itu vino yang berada di depan kafe sendirian termenung mengingat sheren.
"andai kamu ada disini pasti semua akan semakin lengkap", ucap vino dalam hati
Tak lama vino pun masuk ke kafe nya, dan tiba-tiba terdengar suara dari belakang.
"bisa pesen es coklat original nya?"
Vino pun menoleh ke belakang dan melihat sebuah ke ajaiban di depan matanya.
"sheren?", ucap vino dengan kaget bercampur bingung dan bahagia
Sheren pun hanya tersenyum.
"kenapa kamu?", ucap vino
"masih hidup", ucap sheren
Sheren pun menjelaskan bahwa dia selamat dari ledakan bom di jepang itu, dan hanya koma, selama setahun dia menjalani terapi untuk kesembuhan nya.
setelah mendengar cerita itu, vino langsung memeluk sheren, dan semua mata tertujuh ke mereka berdua.
"terimakasih sudah mewujudkan mimpi ku", ucap sheren sambil membalas pelukan vino
"sheren seandainya aku tau waktu SMA---", ucap vino
"udah gak ada yang perlu di sesalkan, bagaimana pun sebuah masa lalu adalah mata, untuk melihat kita terus ke masa depan"ucap sheren memotong perkataan vino
Vino tersenyum dan menatap mata sheren dengan penuh kebahagiaan,
"sheren aku mau ngomong sesuatu", ucap vino
"aku mau kog jadi pacar kamu, bahkan mendampingi mu sebagai istri mu", ucap sheren dan tersenyum
"padahal aku blum ngomong, tapi ya emang itu maksut nya hehehe", ucap vino dengan sangat senang.
*berciuman* dan mereka pun akhirnya bersama kembali, Semua mata melihat dan memberi tepukan kebahagiaan untuk mereka.
(TAMAT)
Cinta Adalah Pahit 14
Vino yang melihat sheren ada di tv sebagai korban ledakan bom di jepang itu pun tak kuasa menahan air mata nya yang mengalir deras di pipi nya.
Aldi yang melihat sahabat nya itu pun tak sanggup menahan air mata, dan perlahan berbicara ke vino.
"vin loe yang sabar?", ucap aldi sambil memeggang pundak vino
Vino pun berjalan pergi meninggalkan berita tv itu, dengan tangis yang ter isak-isak, tanpa balasan kata buat aldi.
Aldi yang takut tentang keadaan vino yang saat itu terpukul berat pun, langsung menyusul vino,
vino yang berjalan ke sebuah atap gedung.
"vin loe jangan gila?", teriak aldi
Vino tak menggubris dan terus berjalan
"vin kalo loe bunuh diri nanti yang bantu gue godain mbk susi siapa?", teriak aldi sekali lagi
"siapa yang mau bunuh diri begok", ucap vino
"Lah terus ngpain loh ke atas gedung?", ucap aldi
"gue cumak mau nenangin diri gue ajah". ucap vino sambil duduk di atas atap gedung itu.
Aldi pun merasa lega mendengar ucapan vino itu, dan ikut duduk di samping vino
Mereka berdua pun duduk sampai tak sadar langit pun sudah menghitam, dan matahari terganti oleh bulan, seharian hanya duduk tanpa ada percakapan di antara mereka.
Tak lama mereka pun memutuskan untuk pulang dengan masih membawah tangisan nya,
Sesampai di rumah vino langsung masuk ke kamar nya, dan telfon pun berdering tertulis nama aldi di hanphone vino.
"vin loe lihat tv sekarang juga", vino langsung menaruh hanphone nya tanpa berkata satu kata pun ke aldi.
Vino langsung menyalakan tv nya, dan sekali lagi pukulan berat menimpa vino, di kabar kan di berita tv itu tentang nama-nama korban yang meninggal atas terjadi nya peristiwa ledakan bom di jepang itu, dan nama sheren ada di dalam daftar itu.
Vino pun semakim mengis dan tersungkur lemas melihat berita itu, ibu vino yang melihat anak nya itu tiba-tiba menangis, langsung menghampiri vino.
"kamu kenapa vin?", ucap mama vino
"sheren meninggal ma", sambil terus menangis dan menunjuk ke arah tv itu
Ibuk vino pun langsung memeluk vino dan berusaha menenangkan vino dari kesedihan nya.
3 bulan kemudian
Vino dan aldi yang sudah selesai terlarut akan kesedihan tentang sheren pun melanjut kan hidup nya dan mulai kuliah kembali.
"vin besok kita wisuda dan loe mau apa setelah ini", ucap aldi
"gue mau buka kafe al, loe sendiri ?", ucap vino
"loe kuliah tinggi-tinggi cumak buat buka cafe, emang loe mau buka cafe dimana?, gue sih mau kerja di kantor bokap gue", ucap aldi
"di kanada", ucap vino dengan tersenyum
"masih tentang sheren?" ucap aldi
"gue cumak mau ngebuat mimpi sheren jadi nyata", ucap vino sambil melihat ke langit
"vin sheren itu udah gak ada, dia udah tenang di sana, dia pasti juga pengen ngelihat loe ngelanjutin hidup", ucap aldi
"ya ini gue ngelanjutin hidup, lagian bukan karna sheren ajah gue pengen buka kafe, tapi gue juga pengen lihat kanada", ucap vino
"ya gue cumak bisa doain yang terbaik buwat loe vin", ucap aldi
Dua sahabat ini pun saling tersenyum dan berjalan untuk ke tempat mbk susi, karna besok mereka akan menerima gelar sarjana nya, maka mereka ingin mengenang semua hal yang ada di kampus itu untuk terakir kalinya...
Cinta Adalah Pahit 13
di kamar vino
di dalam kamar vino masih termenung akan cerita gisel tadi yang sangat memukul prasaan vino.
aldi sendiri pun tidur di rumah vino untuk menemani vino,yang saat iku sangat terlihat gelisa,aldi berusaha untuk menghibur vino dengan gaya candaan nya,tapi bagai mana lagi prasaan vino memang lagi kacau. semua candaan aldi tak membuat vino tertawa sedikit pun.
"vin sekarang gimana...sheren udah pergi?".ucap aldi
"gue mau nyari dia al...di mana pun bakal gue cari". ucap vino dengan yakin nya
"loe mau cari kemana vin?,dunia ini gak sekecil otak loe",ucap aldi
"sheren dulu bilang pernah tinggal di kanada...gue mau kesana",ucap vino
"eh jangan gila loe...emang loe punya duit?,lagian kanada itu besar begok".ucap aldi
vino hanya diem ajah mndengar ucapan aldi yang terakir,di dalam hati nya tetap ada tekat yang besar untuk mencari sheren,
Cinta Adalah Pahit 12
"al... Gue tau loe bener, gue gak mau kehilangan sheren. Sekarang juga loe ikut gue ke tempat gisel", ucap vino.
"nahhhh... Itu baru vino yang gue kenal, gue jemput loe mumpung mobil bokap lagi nganggur, bosen naik taksi muluk" ucap aldi.
"ok gue tunggu di depan rumah", ucap vino
Tak lama gisel pun keluar dengan wajah kaget karna melihat vino dan aldi yang ada di depan pintunya.
dulu sebelum kita pacaran, loe kan pernah pingsan waktu kepala loe kenak bola basket, dan yang ngrawat loe di UKS itu sheren, buka gue, Gue waktu itu cumak kebetulan lewat mau ngambil buku gue yang ketinggalan di uks, Dan sheren mintak tolong ke gue, buat jagain loe bentar karna dia mau ke toilet, Tapi waktu loe sadar, Tiba-tiba loe pegang tangan gue dan bilang makasih ke gue, Karna udah ngerawat loe, Lah gue yang waktu itu lagi males ngomong, ya gue diem ajah, dan setelah itu, Loe tiba-tiba terus deketin gue, dan waktu loe nyatain cinta ke gue, gue waktu itu lagi manas-manasin Edgar mantan gue, Dia nglihat loe nyatain cinta ke gue, ya gue manfaatin momen itu buat dia cemburu dengan Gue nerima loe jadi pacar gue waktu itu.
Ow iya dan surat-surat yang loe kirim ke gue itu, Sheren yang bales bukan gue, sheren tau gue gak serius sama loe, Dia mintak ke gue, Buwat ngebales surat-surat yang loe kirim ke gue, dia suka banget sama loe, Cumak dia gak berani ngomnong ke loe, Karna loe dulu suka nya sama gue.
Cinta Adalah Pahit 11
Di dalam kamar vino.
Vino dan aldi sedang mencari buku tahunan waktu SMA nya untuk mencari tahu tentang sosok sheren yang sebenar nya.
"vin bukunya udah loe buang kali, gue udah cari sampek kekolong tempat tidur loe gak ada?", ucap aldi yang berada di kolong tempat tidur vino.
"gak, gue yakin masih gue simpen, udah cari ajah terus", Ucap vino sambil nyari dengan kebingungan.
Kamar vino jadi seperti kapal pecah, yang di berantakan karna mancari buku tahunan yang tak kunjung ketemu, "brak... Brak...", suara vino yang membongkar lemarinya.
"aduh berisik banget, lagi ngapain tuh anak?" ucap mama vino yang lagi menonton tv.
Karna saking berisik nya mama vino, memutuskan untuk mendatangi vino dan melihat apa yang sedang terjadi di kamar vino.
"ckrewkkk", suara pintu kamar vino yang di buka oleh mamanya, setelah membuka mama vino pun terkaget melihat kamar vino yang porak poranda seperti habis kenak bencana alam.
"vino... Kamu ini apa-apan sih berantakin kamar gini?", ucap mama vino dengan nada tinggi.
"eh tante hehe?, ucap aldi sambil cengengesan di bawa kolong tempat tidur.
Mama vino hanya tergeleng geleng karna heran apa yang sedang di lakukan vino dan aldi.
"ma lihat buku tahunan SMA ku gak?", ucap vino dengan sambil terus mencari di dalam lemari.
"kan ada di laci meja belajar kamu, kan kamu sendiri yang naruh barang-barang SMA kamu di situ vino", ucap mama vino dengan geleng-geleng sambil berjalan keluar dari kamar vino, dan melanjut kan nonton tv.
Vino yang baru ingat kalo dia sendiri yang naruh buku nya di dalam laci, dan vino pun langsung membuka lacinya dan mengambil bukunya, dan aldi pun langsung keluar dari kolong tempat tidur dengan kesel nya.
"kletak", suara kepala vino yang di jitak aldi.
"dasar bego... loe taruh sendiri loe yang lupa, udah cepet buka?". Ucap aldi.
Vino pun langsung membuka bukunya dan mencari apa ada nama dan foto sheren di buku itu, setelah lama mencari vino pun menemukan nama sheren dan fotonya di daftar itu.
"nie al nama sheren?", ucap vino
"sheren keliatan manis banget ya waktu SMA", ucap aldi sambil cengengesan.
"gue kog gak pernah liat sheren ya waktu SMA, di sini tertulis sheren anak IPS 2, berarti sekelas dengan?? ", ucap vino dan terhening sesa'at.
"sekelas dengan siapa vin?", ucap aldi dengan menyenggol bahu vino.
"gisel...?" ucap vino dengan nada pelan.
Aldi terkaget dengan ucapan vino,bahwa gisel mantan pacar vino waktu sma dulu ternyata sekelas dengan sheren.
Gisel sendiri pacar pertama vino sekaligus adalah orang yang membuat vino patah hati terhebat selama 4tahun, gisel pergi meninggal kan vino demi selinghuan nya, dan vino tidak pernah bisa melupan hal itu, maka dari itu vino selalu menganggap cinta hanya komedi.
"gue dulu sering ke kelas gisel waktu istirahat tapi gue gak pernah nglihat sheren ada di situ, apa gue yang lupa?" ucap vino.
"vin kayak nya kita harus nyamperin gisel untuk tau semua hal misterius ini?", ucap aldi.
"gak akan" ucap vino dengan dingin nya
"vin loe jangan jadi pengecut gini donk?,kita ke gisel buwat tau tentang sheren, bukan buwat edisi patah hati loe?", ucap aldi meyakin kan vino
"al... Loe tau kan betapa gue tersiksanya oleh gisel?, dan sekarang loe mala ngajak gue nyamperin gisel, bunuh ajah gue sekalian", ucap vino
"jadi loe lebih milih ngelepasin sheren gitu ajah?, dan mentingin ego lue yang takut ketemu gisel, karna takut luka lama loe terkuak lagi", ucap aldi.
"mungkin sheren emang cumak untuk jadi misterius, dan ini juga pertanda biar gue gak patah hati lagi, dengan nyatain cinta ke sheren, mungkin sheren emang harus menghilang", ucap vino dengan mengepalkan tangan.
"banci loe", ucap aldi dengan kesal.
"al... Mending loe pulang, gue pngen tidur", kata vino dengan membaringkan tubuh nya di tempat tidur.
Aldi pun dengan kesal nya berdiri dan beranjak pergi, saat aldi membuka pintu mau keluar aldi mengucapkan sedikit perkataan buwat vino.
"mungkin loe bener vin, sheren emang seharus nya menghilang, dan selamat loe udah naruh sheren di dalam hati loe?", ucap aldi, dan aldi pun langsung pergi untuk pulang.
Vino yang terlihat sangat gelisa, walaupun sudah memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur, tapi tetap sajah perasaan bingung, dan ingatan tentang sheren tetap terbayang di otak nya, Vino merenungkan tentang keputusan yang dia buat itu benar atau salah.
Cinta Adalah Pahit 10
Pagi hari di meja makan vino sedang sarapan bersama ibu nya.
"vin kenalin donk sama mama cewek yang kamu suka itu?". Ucap mama vino sambil membuat es coklat untuk vino.
"nanti mama juga pasti tau kog, ini lagi masa proses ma". Ucap vino dengan penuh makanan di mulut nya.
"tapi nanti harus di kenalin sama mama ya?". ucap mama vino.
"iya-iya ma". Kata vino.
Setelah makan vino berencana untuk ke rumah sheren karna hari ini libur kuliah. Saat vino mau keluar rumah dan berangkat ke rumah sheren. ternyata ada aldi yang sudah ada di depan rumah vino.
"mau kemana loe vin?", ucap aldi
"eh loe al, tumben kesini?, gue mau ke tempat sheren, loe ikut gak?" kata vino.
"ayo dah, dari pada gue gak ngpa-ngpain", ucap aldi.
Dan mereka pun mencari taksi untuk segerah ke tempat sheren, di sepanjang perjalanan vino dan aldi mengobrol.
Di dalam taksi
"vin loe serius suka sama sheren?", kata aldi
"iya gue suka sama sheren. Tapi gue gak mau prasaan pahit 4tahun yang lalu itu tumbuh lagi. Ucap vino
"tapi loe harus ngomng vin ke sheren tentang prasaan loe, buang rasa takut loe itu", ucap aldi meyakin kan vino
"gue hanya gak mau apa yang gue alamin sama gisel, itu terjadi lagi, biar ajh cinta ini datang dan membunuh cintanya sendiri, tanpa gue harus ungkapin", ucap vino dengan wajah dingin.
"vin gisel itu udah pergi?, dan gak semua apa yang ada di otak loe sekarang itu sama dengan yang loe alamin sama gisel,loe itu terlalu pengecut tau gak", ucap aldi dengan nada tinggi.
Wajah vino pun berubah menjadi dingin, tanpa sepatah kata pun vino tidak membalas perkataan aldi dan hanya diam, dengan mengepal kan tangan.
Dan sampai akhir nya mereka tiba di depan rumah sheren.
Bel pintu pun berbunyi, tapi sheren pun tak kunjung keluar.
"orang nya gak ada", terdengar suara ibu-ibu yang teriak ke arah vino dan aldi, dari luar pagar rumah sheren.
"kemana ya buk pergi nya?", ucap vino ke ibu-ibu itu.
"saya kurang tau, tapi tadi saya lihat orang nya pergi sambil bawah koper, kayak nya mau pergi jauh", ucap ibu-ibu itu sambil berjalan pergi.
Vino pun langsung mengambil hanphone dan menelpon sheren, tapi hanphone nya gak aktif. Wajah vino terlihat sangat bingung saat itu.
"eh vin ini apa an?"ucap aldi sambil memberikan temuan nya ke vino.
"itu tisu, sheren selalu nulis kata-kata-kata di tisu", ucap vino sambil membuka tisu itu dan membaca nya.
"dan akhir nya aku bisa melihat mu dengan jelas, berbicara dengan mu, berjalan dengan muh, sekian lama aku impikan dan saat itu terjadi, tapi kenapa saat kamu sudah ada di depan ku, aku harus kembali meninggal kan mu, 4 tahun dan hanya ini ending nya. To vino teman SMA ku"
Vino langsung terdiam setelah membaca isi tisu itu.
"vin sheren itu teman SMA loe?". Ucap aldi.
"gue gak tau, ayo ke kampus al, kita harus cari data-data semua tentang sheren?. Ucap vino.
Dan mereka pun berjalan pergi menuju ke kampus.
Setibanya di kampus aldi dan vino langsung menuju ruang rektor, dan langsung menanya kan kepada dosen tentang sheren.
"pak saya boleh mintak data mahasiswa baru yang bernama sheren?" ucap vino dengan penuh gelisa.
"sebentar saya cari dulu?", ucap dosen sambil mencari berkas-berkas nya.
"vin coba loe inget-inget deh jaman SMA loe?" ucap aldi.
"temen SMA gue itu banyak al, Mana mungkin gue inget?" ucap vino.
"ow ini datanya", ucap dosen itu sambil memberikan berkas nya ke vino.
Vino pun langsung mencari nama sheren dalam berkas mahasiswa baru yang ada di dokumen itu. Tapi tak ada nama sheren di dalam berkas itu?".
"pak ada berkas yang lain gak?, ucap vino dengan panik nya.
"gak ada, cumak itu?, ucap dosen itu.
Vino pun terlihat bingung dengan semua itu, dan masi berusaha mengingat tentang jaman SMA nya dulu.
"buku tahunan SMA, Iya buku tahunan", Ucap vino
"apa vin buku tahunan?", Ucap aldi ke bingungan.
"ayo al ke rumah gue sekarang, pasti di buku tahunan SMA gue, ada data tentang sheren.
Mereka pun langsung pergi pulang ke rumah dengan terburu-buru. Vino terlihat sangat panik bercampur bingung.
Cinta Adalah Pahit 09
Setelah lama menunggu taksi sampai badan vino dan sheren pun jadi basah kuyup karna hujan yang sangat deras dan tak kunjung berhenti, sebuah mobil taksi biru pun akhir nya berhenti, dan mereka pun naik ke dalam taksi dan menujuh perjalanan pulang.
Di dalam taksi vino dan sheren saling berdekatan sampai tak sadar tangan mereka saling bergandengan.
"mas sama mbk nya romantis amat" kata supir taksi itu sambil tersenyum melihat ke arah sepion atas, vino dan sheren bingung tentang apa yang di kata kan oleh supir taksi itu.
"maksut nya pak?" ucap sheren ke supir taksi itu, "lah dari tadi pegangan tangan terus hehehe", ucap supir taksi itu.
Vino dan sheren pun tersadar bahwa dari tadi mereka gandengan, Sheren pun mau melepas kan tangan nya, "eh sher jangan di lepas" ucap vino sambil menatap wajah sheren, Dan mereka saling menatap, sheren pun tersenyum manis dan tidak jadi melepas kan tangan nya dari tangan vino. Perlahan sheren menyandarkan kepala nya ke bahu vino, vino pun merasa sangat bahagia saat itu. "gue sayang banget sama loe" ucap vino dalam hati.
"mas mbk... mesra-mesra an sih boleh, Tapi kapan turun nya nie, udah sampek dari tadi", ucap supir taksi.
Mata vino dan sheren pun langsung melotot melihat ke arah kaca, yang ternyata sudah sampai di depan rumah sheren, malu lah mereka berdua sampai wajah vino dan sheren berubah jadi merah.
Mereka pun turun dan langsung membayar taksi itu, "vin ayo mampir dulu, Kamu ganti dulu baju kamu, Biar gak masuk angin" kata sheren.
Vino pun langsung mengangguk kan kepala dan masuk ke dalam rumah.
Setelah vino berganti pakean, dengan mengenak kan jaket warna pink milik sheren, Sheren pun membuat kan coklat hangat untuk vino.
"sher warna nya gak terlalu mencolok yak". Kata vino, Sheren pun tertawa melihat vino yang keliatan lucu mengenak kan jaket pink milik nya "udah gpp, dari pada masuk angin hehehe?" ucap sheren. Vino pun malu karna di ketawain oleh sheren.
"di minum vin coklat nya?" ucap sheren, vino pun langsung meminum nya dan tiba-tiba muka vino langsung berubah pucat.
"kenapa vin?" ucap sheren.
"pahit? ", kata vino sambil berusaha menelan minuman yang sudah terlanjur masuk ke mulut nya.
"hehehe sekali-sekali kamu harus ngerasain rasa coklat pahit" ucap sheren sambil tertawa.
"yee malah di ketawain, aku heran sama kamu, seneng banget sama coklat pahit?" ucap vino.
"kan aku udah bilang kalo kamu suka coklat juga harus suka dengan rasa pahit nya" ucap sheren dengan tersenyum.
Vino pun berusaha menghabis kan minuman nya, Tapi karna sangat pahit vino pun hanya mengahabis kan setengah dari minuman nya.
"udah reda sher hujan nya, aku pulang dulu ya" kata vino.
"ow iya, Ya udah hati-hati ya vin". Ucap sheren sambil mengantar kan vino sampai depan rumah nya.
"sheren...Cium atau pelukan perpisahan belum ada ya hehehe" ucap vino.
Sheren pun hanya tersenyum.
"hehehe kayak nya belum ada ya, ya udah aku pulang dulu ya", ucap vino sambil berjalan keluar rumah sheren.
Tiba-tiba sheren berlari mengejar vino yang belum jauh dari rumah nya. Dannnnnn sheren pun mencium pipi vino, Dan sheren pun langsung kembali lari masuk ke rumah nya. Vino yang kaget karna baru sajah di cium oleh bidadari yang selama ini dia idam-idam kan, dan langsung melompat-lompat dan berteriak "alhamdulilah ya allah" sambil lari-lari pulang dan terus memegangi pipi nya.
Sesampai nya di rumah vino.
Vino pun masi tertawa sendiri dan terus memegangi pipi nya.
*brussssss*. Tiba-tiba wajah vino di sembur air, oleh dukun yang di bawa oleh mama nya vino.
"apa-apa an sih ma?". ucap vino sambil mengusap wajah nya.
"udah diem vin biar mbah dukun ngeluarin setan yang ada di tubuh Kamu". kata mama vino dengan yakin nya
" nah... nah... setan apa an si ma? vino gak kesurupan kali ma". Ucap vino dengan heran nya.
*brussssss* semburan yang kedua di wajah vino.
"ini juga apa an sih sembar-sembur emang wajah gue kayak cabe-cabe an belum mandi apa?" kata vino dengan kesal nya
"ma vino ini gak kesurupan tapi lagiii...?". kata vino sambil lari menuju kamar nya.
"lagi apa vin?" teriak mama vino
"jatuh cinta". Ucap vino dengan keras nya. Dan masuk ke dalam kamar.
"jatuh cinta?" kata mama vino dan mbah dukun secara bersamaan dengan kompak nya.
Di dalam kamar vino masi terbayang akan ciuman sheren, tersontak vino ingat akan tisu milik sheren yang tadi dia ambil. Dan langsung mencari nya di tas nya dengan harap- harap cemas tisu itu tidak basah terkena air hujan tadi.
Dan akhir nya vino menemukan tisu nya, "syukur-syukur tisu nya gak basah", ucap vino
Dan vino melihat tisu itu, Ternyata coretan yang di lihat vino tadi adalah puisi dan kata-kata mutiara sheren yang di tulis di tisu. Vino langsung membaca nya dan tersenyum-tersenyum sendiri. Setelah membaca wajah vino terlihat bingung. "kenapa di tulis di tisu? Apa sheren gak punya buku?" ucap vino dalam hati.
Cinta Adalah Pahit 08
Aldi dan vino pun pergi ke kantin untuk melakukan kebiasaan mereka, Minum es coklat dan godain mbk susi. Aldi memesan dan vino menunggu di meja kantin sambil terbengong, entah apa yang sedang di fikir kan vino.
"eh vin bengong ajh loe?, ini es coklat loe?" ucap aldi sambil menepuk punggung vino, tapi vino tidak menggubris ucapan aldi dan masi terdiam.
"woy... Vin kenapa sih loe?, kalo emang suka udah bilang ajh?, entar keburu gue samber nie si sheren" ucap aldi.
"Pletak", Suara tangan vino yang ngejitak kepala aldi, "enak ajah loe?, Gak segampang itu juga kalik??" ucap vino dengan sewot.
"ya elo?... Lah biasanya elo kan langsung nembak, kalo loe suka sama cewek, Dan lagian sekali loe nembak cewek juga langsung di terima kan" ucap aldi sambil ngelus-ngelus kepalanya yang habis di jitak oleh vino.
"sheren itu beda gak kayak cewek-cewek lain, gak tau kenapa kali ini gue gak brani ngomong suka sama cewek satu ini?", ucap vino.
"hay vin?" terdengar suara sheren yang menghampiri aldi dan vino.
"eh sheren, udah selsai klas nya?, duduk sini sher". ucap vino dengan menyuruh sheren untuk duduk di samping nya.
"cantik bner?" ucap aldi sambil cengengesan.
"wah dasar loe nyet? Semua orang loe bilang cantik" ucap vino.
"ini aldi yang kejetok kepalanya kemaren ya?, hehe" ucap sheren sambil ketawa, Aldi pun langsung malu dan bersuara pelan "etss dah... Yang di ingen kejetok nya ajh" ucap aldi.
Mereka bertiga pun berbincang-bincang dan tertawa bersama.
Tapi vino melihat sebuah tisu di kantong tas kecil sheren, vino melihat seperti ada coretan di tisu itu, vino pun sangat penasaran dengan tisu yang ada pada tas sheren, dan mencari kesempatan untuk mengambil nya, Dan kesempatan itu pun akhir nya datang saat sheren asyik bercanda dengan aldi, vino pun langsung mengambil kesempatan itu untuk mengambil tisu itu, dan tisu pun berhasil di kantongi oleh vino.
"eh sampek lupa karna ke asykan bercanda? sheren mau minum apa? Biar gue yang mesenin", ucap aldi
"es coklat original ada gak ya disini?" Ucap sheren.
"nah lohh sama kayak sih vino, doyan es coklat juga sher?", ucap aldi sambil garuk-garuk kepala, dan sheren langsung tersenyum ke arah vino.
"lah gue yang nanya, senyum nya mala ke vino?, tp ngomong-ngomong es coklat original itu apaan ya?" ucap aldi sambil nengok ke atas dan mikir.
"dasar kampung es coklat original ajh gak tau", ucap vino meledek aldi.
"lah gue kan bukan fans es coklat kayak lue berdua, gue tau nya tuh essss dah cantik banget tuh cewek" ucap aldi sambil melirik cewek yang lewat di depan nya.
"lahh kamprett", ucap vino sambil ngelempar sedotan es ke muka aldi.
"aduh... Udah-udah, Es coklat original itu, coklat yang gak pekek gula" ucap sheren sambil melerai aldi dan vino.
"waduh gak pahit bnget tuh sher?, Kalo mau yang pahit-pahit lihat ajah tuh muka si vino, pahit nya kuadrat hahaha" ucap aldi, "ya udah aku pesenin dulu ya, di mbk susi apah ajah ada" ucap aldi.
Aldi pun pergi ke tempat mbk susi buwat mesen.
"lucu juga ya dia", ucap sheren. "gak lucu ajah tapi gila juga" ucap vino dan mereka berdua pun tertawa bersama.
"sheren aku boleh mintak nomer kamu?, ucap vino sambil menyodor kan hanphone nya ke sheren, Dan sheren pun langsung mengetik kan nomer nya di hanphone vino.
"es coklat original nya sudah datang" ucap aldi. "makasih al" ucap sheren, Dan mereka pun lanjut mengobrol dan bercanda-canda.
*Cuaca yang saat itu cerah berubah menjadi mendung, Menunjukan hujan akan segerah datang, raut wajah sheren pun mulai berubah, Karna sheren harus segerah pulang sebelum hujan datang.
"eh vin,al aku pulang dulu ya, mau hujan coal nya" ucap sheren sambil mengeluarkan dompet nya.
"udah biar aku ajah yang bayar sher,gantian?" ucap vino.
"gue di bayarain juga nie? "sahut aldi dengan penuh harapan, "kalo loe sih bayar sendiri nyet", ucap vino,
"udah aku ajah yang bayarin, nie al sekalia sama vino juga" ucap sheren sambil memberikan uang nya ke aldi, Aldi pun langsung mencomot uang yang di berikan sheren sambil ketawa kegirangan.
"ya musti nya aku ajh yang traktir sher?" ucap vino, " udah gpp, aku duluan ya, takut keburu hujan"kata sheren, " eh sher aku anter ya, tapi nganter nya pakek taksi hehehe" ucap vino, "gpp nie, lah terus aldi?", kata sheren, "kalo dia mah bisa pulang sendiri sher, udah gede juga dia hehehe". Kata vino.
"ya udah ayo kalo gitu". ucap sheren
"eh al gue duluan ya" teriak vino sambil melambaikan tangan nya, aldi yang mengerti maksut vino agar bisa berduaan dengan sheren pun langsung berkata "OK".
Vino dan sheren pun langsung berjalan pulang sambil mencari taksi, tapi hujan lebih cepat datang nya, vino dan sheren pun ke bingungan dan akhir nya mereka bertedu di depan rumah makan padang, vino yang melihat sheren sangat cemas karna hujan semakin deras, berusa untuk menghibur sheren, tapi belum sempat vino menghibur sheren, Sheren tiba-tiba lari ke jalan dan berusaha mencari taksi. Vino pun terkaget, vino memandangi sheren yang tengah hujan-hujanan, di mata vino sheren terlihat lebih cantik dengan tetesan air yang menimpah wajah sheren, vino sempat terbengong, dan langsung tersadar dan lari ikut mencari taksi, mereka berdua pun kehujanan bersama, Sementara itu mata vino tetap tertujuh ke arah sheren.

