Fortuna 10

Sudah satu minggu semenjak kepergian dhea, dan gue harus mengalami kehilangan untuk yang ke dua kalinya, gue habisin waktu gue hanya untuk mengenang saat-saat bersama dhea setiap hari pergi ke bandara untuk mengenang pertama kali gue ketemu dhea, dan pergi ke tempat-tempat yang pernah gue kunjungin sama dhea, setiap hari begitu dan terus berulang seperti itu
*Ruang tamu*
"ray kamu ini kenapa kog seminggu ini murung ajah" ucap tante ratna
"gpp kog tante" ucap ku dengan muka datar
"halla, karna dhea kan? makanya kan tante udah bilang kamu cepet ungkapin prasaan kamu, sekarang dhea udah balik ke jakarta baru nyesel"
"ah sudah lah tante gak usah di bahas"
"hemmm, udah move on dari adel sekarang kumat lagi penyakit nya" ucap tante sambil menggelengkan kepalanya
"tante aku keluar dulu" ucap ku sambil berjalan keluar
"ke bandara lagi?" teriak tante ratna.
di perjalanan menuju ke bandara,terus teringat semua kenangan tentang dhea sampai membuat sesak napas di dada, ku hentika mobil sejenak dan menepi di pinggir jalan, ku beli air mineral di pinggir jalan, dan mulai ku lanjut kan kembali perjalanan ku ke bandara.
sampai di bandara aku hanya duduk di kursi tunggu yang ada di bandara bengong kayak orang begok,berharap bertemu dhea kembali terus ber angan-angan sampai tak terasa sudah 5 jam aku duduk di kursi itu, akhir nya ku putuskan untuk pulang.
"brakkkk" badan ku seolah menabrak sesuatu  dan terasa dingin di dada ku, ku pegang dada ku ter nyata itu es crime
"aduh maaf maaf saya gak sengaja"
ternyata aku menabrak seorang gadis yang sedang makan es crime,ku lihat wajah nya seolah merasa bersalah.
"enggak aku yang salah, aku ganti ya es crime kamu" ucap ku
"gak usah gpp, aku bisa beli lagi kog nanti" ucap gadis itu dengan wajah menolak untuk ku ganti
"udah gpp aku cumak mau tanggung jawab ajah kog" ucap ku dan ku tarik tangan gadis itu ke mini market di bandara
"udah gak usah" ucap gadis itu
langsung aku ajak masuk gadis itu ke mini market,dan gadis itu masih terbingung dengan tingkah ku.
"udah kamu ambil es semau kamu" ucap ku
gadis itu hanya terdiam dengan wajah polos
langsung ku ambilkan es crime yang sama persis dengan yang di makan gadis itu tadi, setelah ku bayar ke kasir,di luar mini market gadisi itu mengeluarkan dompet dan memberi ku uang, aku hanya terbengong bingung dalam hati berkata "gadis yang aneh".
"ini aku ganti uang nya" ucap gadis itu
"kan udah ku bilang, aku yang salah dan aku hanya mau bertanggung jawab kog" ucap ku sambil mendorong tangan nya untuk mengembalikan uang yang ingin di berikan ke pada ku
tapi gadis itu mala tersenyum dan tetap menyodorkan uang nya ke pada ku
tiba-tiba aku teringat akan sosok dhea "gadis ini sifat nya berlawanan sama dhea" ucap ku dalam hati aku pun tersenyum sendir sambil melihat gadis itu
gadis itu melihat ku bingung "loh kenapa senyum-senyum" ucap gadis itu
aku pun duduk di depan mini market itu, dan gadis itu pun ikut duduk di samping ku dengan masih menyodorkan uang nya ke pada ku, dan mau gak mau aku ambil uang gadis itu, karna terlihat sekali di wajah nya yang ingin mengembalikan uang ke pada ku.
"aku naraya, panggil ajah ray atau raya" ucap ku sambil menyodorkan tangan
"aku flora rosalina, panggil ajah ocha" ucap gadis itu sambil menjabat tangan ku
"lah flora dan fauna donk" ucap ku sambil tertawa
gadis itu langsung melepaskan jabatan tangan nya dan menggembungkan pipi nya,seolah kesal akan ejekan ku
"maaf maaf, habis nama kamu lucu" ucap ku masih sambil tertawa
"buang mawar itu arti dari nama ku" ucap cewek itu dengan menunduk kan kepala
"iya- iya aku tau kog arti nya,tapi kog mala di panggil ocha? gak nyambung sama nama nya" ucap ku sambil menggaruk kepala dan tertawa-tertawa kecil
"aku juga gak tau, tanya ajah sama mama ku yang ngasih nama ke aku" ucap nya
dan perkenalan itu pun mengawali perjalanan baru hidup ku, ocha ternyata mahasiswa yang baru datang dari jakarta untuk menjalani tugas magang di sebuah rumah sakit di lombok.

Fortuna 09

dalam perjalanan ke bandara menyusul dhea, ku pacu mobil ku dengan sangat kencang dan tak memperdulikan apa pun yang ada di depan ku, dengan harap-harap cemas memikirkan semoga dhea belum berangkat naik pesawat nya.
dalam hati semua pertanyaan terkumpul tak terjawab semakin menambah gelisa diri ini,berusaha untuk tenang tapi malah membuat hati semakin panik tak tau arah.
" kenapa gue kayak gini? apa bener gue suka sama loe? kenapa loe pergi sebelum semua ini menjadi pasti sih? achhhhhhh" suara isi hati yang terus bertanya di sepanjang perjalanan
terlihat dari jauh seorang security bandara sedang bendiri di pos ke amanan dan terlihat juga palang penutup pintu bandara yang sedang tertutup tanpa pikir panjang langsung gue trobos palang pintu itu.
"BRAKKKKKKKK" mobil gue nerobos palang pintu itu sampai hancur
"dasar orang gila" teriak sicurity
gue gak meduliin dan terus jalan masuk ke bandara, sampai di depan bandara langsung gue matiin mobil gue dan masuk ke dalam bandara itu.
"woyy mobil nya woyy... ini bukan tempat parkir" teriak seorang jukir
gue lari-lari sambil noleh ke kanan dan ke kiri buat nyari dhea, gue puterin seluruh area bandara tapi semuanya hanya sia-sia gue gak ketemu dhea,badan gue lemes kehilangan semua harapan terakhir gue,perlahan gue senderin tubuh gue di tembok dan mulai semakin rendah dan mau jatuh ke lantai, sampai akhir nya gue hanya bisa duduk di lantai sambil megangin kepala dengan penuh perasaan menyesal.
"punya es crime?"
terdengar suara dari depan gue, perlahan gue nengok ke atas dan......
"Dhea" aku pun langsung berdirih seolah semua tenaga gue dan harapan gue kembali lagi.
Dhea menatap ku dengan mata berkaca-kaca,aku pun langsung berusaha ngomong apa yang ada di hati gue.
"dhea mungkin ini aneh,tapi aku pengen kamu tau----"
"dhea ayow... pesawat nya udah mau berangkat" teriak seorang laki-laki yang gue yakin itu evan mantan pacar dhea.
"kamu pengen aku tau apa ray" ucap dhea
aku pun melihat ke arah laki-laki itu,dan berfikir "cowok itu sempurna, mungkin memang seharus nya dhea sama dia, bukan sama gue, dan lagian betapa dhea juga menganggap cowok itu sangat istimewa di mata nya, aku bukan siapa-siapa" ucap ku dalam hati
'aa----aa--ku cumak pengen kamu tau kalo aku udah bisa ngelupain adel, dan juga kenapa kamu pergi gak pamitan dulu sama aku" ucap ku
"gitu donk hebat,aku yakin adel pasti bahagia di sana kamu udah bisa ngelanjutin jalan hidup mu lagi" ucap dhea
" iya dhea" ucap ku masih dengan perasaan bingung tak menentu
"gue sayang samo loe, cumak gue gak mau maksain ke hendak gue hanya karna gue pengen bahagia" uacap ku dalam hati
dhea tiba-tiba memeluk tubuh ku dan berkata.
"kamu jaga diri baik-baik ya, aku tunggu kepulangan mu di jakarta" ucap dhea
gue nya pura-pura ber ekting bahagia dan mengiyakan setiap perkataan dhea"
Dan sampai pada akhir nya dhea masuk ke dalam pesawat, tanpa gue bisa ngungkapin isi hati gue sepenuh nya, gue hanya bisa mandangin dhea pergi dan gak bisa ngelakuin apa-apa.
"semoga apa yang gue lakuin ini bener" ucap gue dalam hati
Dengan prasaan hancur gue perlahan berjalan keluar bandara buat pulang, sesekali menengok ke belakang untuk melihat dhea untuk yang trakir kalinya.
Air mata pun jatuh di pipi gue, tangan tergenggam erat, prasaan marah dan menyesal menyelimuti diri gue, masih tak sanggup untuk terima tapi hati harus ihklas.

Fortuna 08

Dhea duduk di samping ku menatap ku dengan pandangan aneh, dan aku hanya diam tanpa bisa berkata satu kata pun akibat tatapan dhea yang membuat ku banyak meneteskan keringat dingin.
"kamu tadi mau ngapain?  Kog pakek mau lompat ke balkon ku segalak?" ucap dhea
"Eee-- enggak gak mau ngapa-ngpain kog" ucap ku dengan gelisa
"kamu itu aneh ray tapi lucu" ucap dhea dengan senyuman khas nya
Aku pun hanya malu-malu dan menunduk kan kepala dengan wajah kemerahan.
"dhea,, dhea" teriak tante ratih dari bawah
Aku dan dhea pun langsung mnoleh ke bawah, terlihat ada tante ratih dan seorang laki-laki seumuran ku dengan memakai jas berwarna hitam berambut lurus belahan samping, tante ratih menyuruh dhea turun dengan melambai-lambaikan tangan nya.
Ku lihat wajah dhea menjadi pucat saat memandang ke arah laki-laki itu, dhea pun terbengong sesaat seolah ada yang di fikir kan di kepala nya.
"dhea di panggil tante ratih tuh" ucap ku
Dhea langsung terbangun dari lamunan nya karna ucapan ku, dan segerah turun ke bawah menghampiri tante ratih.
Aku lihat dari atas balkon, dhea dan laki-laki itu seolah sudah lama kenal mereka membicarakan sesuatu dan masuk ke dalam rumah tante ratih.
Aku pun jadi penasaran siapa laki-laki itu dan apa yang sedang di bicarakan.
Maka langsung ku putus kan untuk menguping pembicaraan dan mencari tau tentang laki-laki itu, segerah aku turun ke bawah untuk mencari tau.
"eh ray kamu mau kemana?" ucap tante ratna yang saat itu sedang menonton tv
"ehhh mau ke--"
" bantuin tante bentar donk?"
"bantuin apa'an teh?"
"ini mindain sofa, mau tante rubah posisi ruang tamu nya"
Ya dan mau gak mau gue bantuin tante ratna ngatur ruang tamu nya, dan rencana nguping nya harus di tunda dulu
Setelah hampir 30 akhir nya selsai juga ngatur ruang tamu itu,  Dan rasa nya badan gue lemes banget, gue pun langsung terduduk lemas di atas sofa.
Tante ratna yang terlihat sangat capek itu pun akhir nya duduk di samping gue.
"capek banget ya" ucap tante ratna dengan nafas ter engah-engah
"ho'o" ucap ku
"tante buat jus jeruk duluk ya, biar frees" ucap tante ratna sambil berjalan ke dapur
Dan gue hanya mengangguk kan kepala dan masih tersungkur lemas.
"ini ray es jeruk nya" ucap tante ratna dengan memberikan segelas es jeruk
*gluk... glukkk...* langsung ku minum habis es jeruk itu karna saking capek nya.
"ow iya ray tadi kamu buru-buru emang mau kemana?" ucap tante ratna
Gue pun langsung menepuk jidat gue karna teringat akan misi rahasia gue buat ngepoin laki-laki yang ke tempat dhea, langsung gue lari keluar rumah, dan terlihat rumah dhea yang sepi, karna penasaran gue samperin ajah ke rumah nya buat nyari tau lebih pasti.
*tokk... Tokk..* sambil celingkan ngetuk pintu rumah dhea
"eh raya,  Ada apa?" ternyata tante ratih yang keluar
"dhea nya ada tante? " ucap ku sambil celingukan melihat ke dalam rumah tante ratih
"dhea baru ajah balik ke jakarta"  Ucap tante ratih
"hachhh,, sama siapa tante? Trus ngpain balik ke jakarta" ucap ku dengan kaget
"sama evan ada rencana pernikahan di jakarta" ucap tante ratih
"nikahh,,  Evan itu siapa tante?" aku pun semakin gelisa
"iya nikah, evan itu mantan pacar nya dhea dulu" ucap tante ratih
Perasaan gak percaya bercampur rasa sesak di dadak gue dan hanya terdiam gak percaya setelah mendengar ucapan darih tante ratih, gue pun langsung pergi ambil mobil menuju ke arah bandara buat nyusul dhea.

Fortuna 07

-Suara air laut dan gesekan pasir pantai mewakili prasaan bahagia liburan di pantai itu, ya dan tentu suara tante-tante cetil juga yang lagi sibuk godain bule-bule di pantai itu.
Tak terasa hari sudah sore dan kita pun memutus kan untuk pulang.
Terlihat wajah dhea yang sangat bahagia, hingga gue ngerasain sesuatu yang aneh saat deket dia, prasaan lengkap yang selama ini hilang di hidup gue.
Di sepanjang perjalanan pun mata gue gak pernah lepas dari wajah dhea, karna dhea yang menyetir jadi gue bisa curi-curi kesempatan buat mandang dia.
Ow iya si tante-tante centil gak ikut kita balik ke rumah soal nya katanya mau shoping dulu, biasa lah tante-tante :D
Akhir nya kita pun tiba di depan rumah dhea, yang rumah nya sebelahan sama gue.
Saat dhea mau turun dari mobil, tiba-tiba dhea ngomong sesuatu.
"makasih buat hari ini ya" ucap dhea dengan senyum manis nya
"iya sama-sama" ucap ku
Dhea pun berjalan keluar dari mobil dan menuju gerbang rumah nya.
Gak tau dengan mulut gue tiba-tiba spontan manggail nama dhea.
"dhea--?" ucap ku secara spontan
Dhea pun monoleh ke arah ku dan menjawab "iya ray?"
"emmm aaa--aaa--ku? Ucap ku dengan gagap dan keringat dingin
Dhea memandang ku dengan bingung dan aku semakin gelagapan gak tau mau ngomong apa.
"aaa---ku mau pulang dulu maksutnya" ucap ku dan langsung pergi
Segerah ku masuk kan mobil dan lari masuk ke kamar karna takut keliatan begok di depan dhea, di dalam kamar jantung gue berdetak kenceng serasa mau meletus
"sialan jangan sama dhea oh jangannnnn" teriak gue dalem kamar sambil mondar mandir gak jelas
"jangan apa nya hayo?"
"loh tante ratna kog udah pulang ajah, kata nya mau shoping dulu?" ucap ku dengan kaget sekalian ngaliin pembicaraan
"jalan nya macet ya gak jadi shoping, kamu tadi apa nya yang jangan-jangan itu?"
"eee, itu --"
"kamu suka sama dhea ya"
Langsung diem gue dan wajah gue berubah jadi merah.
"udah buruan ungkapin ajah ke dhea, dari pada dhea keburu di ambil orang hayoo"
"apa'an sih tante lagian aku sama dhea juga baru kenal"
"ray cinta itu gak perlu kenal lama, cinta kan bukan taneman yang butuh waktu lama buat tumbuh, cinta itu punya nyawa nya sendiri dan bisa tumbuh sendiri"
Dan tante ratna pun langsung pergi setelah ngomng itu ke gue.
Guek gak nyangkah kalo si tante centil bisa ngomong se bijak itu, gue hanya terdiam dan masih bingung dengan prasaan gue.
"ini cinta atau cumak sekedar penasaran" ucap gue dalem hati
                  ***----***
Setelah hampir 3 jam gue bertanya-tanya sama hati gue di dalem kamar jungkir balik di kasur kayak orang begok, dan gue tetep gak nemu jawaban nya, dan gue mutusin buat ke tempat dhea dengan lompat lewat balkon seperti apa yang di lakuin dhea kemarin waktu ke kamar gue.
"gila ini tinggi banget kalo jatuh bisa jadi ikan asin nie" ucap gue sambil memandang ke bawah balkon.
"lompat, enggak, lompat, enggak"
"kalo gak berani gak usah di paksain"
"ehh dhea,  Gue--gue--berani kog, gue kan cowok sejati" ucap gue sambil menegak kan badan
"itu tinggi banget loh, kalo kamu jatuh terus mati, jadi hantu move on gimana" ucap dhea sambil ketawa ngejek
"emang ada apa hantu move on?" ucap ku dengan kesel
Dhea hanya ketawa dan nyamperin gue, ya ujung-ujung nya dhea yang lompat ke tempat gue.

Fortuna 06

Pembicaraan pun berlangsung semalaman, aku dan dhea pun saling bertukar isi hati, tak terasa jam sudah menunjuk kan pukul 04:00, dhea pun kembali ke rumah nya dengan cara melompat seperti awal dia masuk tadi,hehehe emang horor banget si dhea itu.
Aku pun masuk kembali ke kamar ku dengan senyum-senyum sendiri, dan segerah aku tidur.
"kringggg" pagi pun datang, aku segerah bersiap karna ada janji dengan dhea untuk pergi ke pantai.
                          ***---***
"tante pinjem mobil" ucap ku sambil mengambil kunci mobil di atas meja
"loh... loh... kamu mau kemana pagi-pagi gini?" ucap tante ratna
"mau ke pantai sama dhea tante" ucap ku sambil cengengesan
"ciyee jadian ya sekarang" ucap tante ngeledekin gue
"apa'an sih tante? Aku sama dhea itu jalan bareng ya karna di lombok ini sama-sama gk punya temen"
"owwww begono" ucap tante ratna sambil ketawa kecil ngeledek gue
Gue pun langsung ke garasi ngambil mobil, ternyata dhea udah di depan rumah nungguin gue, kita pun segerah berangkat ke pantai pink. Karna gue gak tau jalan dan tempat nya lumayan jauh jadi dhea yang menyetir mobil nya.
"dhea kog kamu bisa tau jalan di lombok sih?" ucap ku
"aku kan sering kesini jadi udah hafal semua tempat di lombok" ucap dhea
"ow kirain baru pertama ke sini" ucap ku
Aku pun menyalakan radio di mobil agar suasana tidak terasa hening.
"lagu kesukaan ku", ucap ku dan dhea secara bersamaan
"kamu juga suka lagu something just like this? " Ucap ku
"iyapps" ucap dhea
Dan kita pun menyanyi bersama lagu itu,di sepanjang perjalanan, dengan sedikit tawa-tawa kecil di raut wajah kita berdua.
Setelah 1 jam perjalanan kita pun akhir nya sampai di pantai pink, terlihat sebuah pemandangan karya tuhan yang sangat luar biasa, pasir yang berwarna pink, laut yang berwarna biru dan di selimuti warna hijau pepohonan yang sangat indah.
"gila.!!! ada pantai sekeren ini, dan gue bisa sampai gak tau?" ucap ku dengan expresi wajah kagum akan ke indahan pantai pink.
Kita pun akhirnya masuk ke pantai itu, dan kegiatan pertama yang harus di lakukan, yaa jelas foto-foto lah :D
Kita pun berfoto bersama, dan juga memotret pemandangan di situ.
"kruckkkk.. Kruckkk"
"suara apa an tuh?" ucap dhea sambil menatap ku
"suara konser di perut ku hehehe" ucap ku sambil senyum-senyum malu
"kamu laper?"
Aku hanya tersenyum.
"ya udah ayo kita makan, di resto deket pantai itu, makanan laut nya enak-enak loh" ucap dhea
Dan kita pun berjalan ke resto itu, dan dhea memesan kan beberapa makanan yang katanya enak, aku hanya menurut sajah apa yang dhea pesan.
Dhea mengambil sesuatu di dalam tas nya, dan ku lihat itu adalah obat, aku lihat dhea meminum obat itu sangat banyak.
"kamu sakit dhe?" ucap ku
"gak kog ini cumak vitamin buat diet" ucap dhea
"kamu udah kurus kenapa masih diet juga, lagian kalo pengen diet mending olahraga ajah, lebih sehat dari pada minum obat-obatan gitu" ucap ku
Dhea hanya mengiyakan dan tersenyum.
Ku lihat wajah dhea yang pucat serasa ada sesuatu yang di sembunyikan dari ku.
"kamu bener cumak diet?" wajah kamu pucet banget loh" ucap ku
"mungkin karna aku belum makan ajah" ucap dhea
Dan pas banget makanan pun datang, aku dan dhea segerah menyantap makanan yang ada di atas meja, setelah kenyang kita pun lanjut berjalan-jalan di pantai.
"dhea, raya.!!!" terdengar suara dari belakang
"loh si tante-tante centil kog ikutan kesini" ucap ku heran.
Ternyata itu tante ratih dan tante ratna yang ikut nyusulin kita ke pantai, katanya si kawatir sama kita takut nyasar, padahal gue ngerti kalo maksut nya buat caper ke bule-bule yang ada di pantai

Fortuna 05

Sunset pun turun di pulau gili trawangan dan semua isi otak pun tertuangkan, dengan canda tawa mewakili sebuah perasaan yang puitis.
Tak terasa pembicaraan di pantai itu pun harus di akhiri walau pun hati menolak dan ingin terus melanjut kan.
Perjalan pulang pun di lewati dengan prasaan yang penuh warna, dan aku pun teringat soal janji yang harus di tepati, segerah ku minta ke pada tante ratna untuk pulang terlebih dahulu dengan tante ratih dan mobil nya, dan ku ajak dhea untuk menepati janjy.
"ya udah tante pulang dulu, dhea jagain ray ya? Dia itu masih rapuh" ucap tante ratna
Dhea hanya meng iya kan ucapan tante ratih walaupun di dalam benak nya bingung akan ucapan tante ratna.
Aku dan dhea pun berjalan menaiki mobil menuju ke sebuah mini market, terlihat tawa-tawa kita di sepanjang perjalanan, dan sampai akhir nya perjalanan itu pun menemui pemberhentian nya.
"dhea, udah kamu ambil es crime semau kamu?" ucap ku dengan sedikit senyum di wajah
dan dhea pun mengambil 1 es crime rasa coklat.
"kog cumak 1 katanya 3? Kamu boleh ambil lebih" ucap ku
"bentar deh, kenapa bahasa loe, jadi aku kamu ya?" ucap dhea
"hehe iya juga ya" ucap ku sambil mengaruk-garuk rambut ku
"aneh? Udah aku ambil 1 ajah, lagian kamu mau tanggung jawab ajah itu udah baik, jadi aku gak mau manfaatin" ucap dhea
"wkwkwkwk" tawa gue
"eh ngpain ketawa?" ucap dhea
"lah kamu sendiri juga ngomong aku kamu" ucap ku masi dengan tertawa
"ah masak sih? Ya udah aku kamu ajah ngomng nya biar lebih akrab" ucap dhea
Dan kita pun duduk di depan kursi mini market sambil dhea makan es crime nya.
"ngpain kamu lihat nya gitu amat? Kamu mau? " ucap dhea
"gak deh, ow iya ngapain kamu ke lombok? Liburan kah?" ucap ku
"ya liburan sambil sambil nyari jalan buat lepas dari masa lalu" ucap dhea sambil terus memakan es crime nya
"biar aku tebak, lepas dari masa lalu itu maksut nya berusaha ngelupain mantan" ucap ku
"ee.emmm" ucap dhea
"segitu sayang nya ya kamu sama mantan mu, sampek harus jauh-jauh ke lombok buat ngelupain" ucap ku
"bukan cumak sayang tapi setengah hati ku udah di bawah sama dia" ucap dhea dengan mulai serius
"kamu tau gak, beda nya aku sama kamu itu apa?" ucap ku
"apa emang?" ucap dhea dengan penuh penasaran
"bintang ku udah redup cahaya nya, dan bintang kamu masih bersinar terang dan kamu punya pilihan, buat gapai bintang itu lagi atau ngebiarin bintang itu terbang bebas", ucap ku
Dan dhea hanya diam dan berusaha memahami apa yang baru sajah aku omongkan.
"udah gak usah di fikir, ayo pulang" ucap ku
Kita pun akhir nya pulang ke rumah masing-masing,  Ya walaupun rumah ku hanya bersebelahan dari rumah dhea.
Ku baringkan tubuh ku di atas kasur yang empuk, dan berusaha memejamkan mata ku untuk tidur.
Tapi ada prasaan yang mengganggu tidur ku.
"tok,... Tokk... Tokk" terdengar suara ketukan dari pintu kaca depan ku, suasana seolah berubah menjadi horor, aku beranjak dari tempat tidur ku dan berjalan pelan-pelan untuk melihat pintu balkon kamar ku.
Aku buka tirai kaca itu dan...
"ray aku gak bisa tidur, temenin aku ngobrol donk"
"looh dhe, kamu lewat mana? Kata ku sambil celingukan bingung
"lompat dari situ"ucap dhea dengan tenang nya.
"dasar cewek horor? Aku juga gak bisa tidur nie, dari tadi di merem-meremin tapi gak bisa tidur juga" ucap ku
Dan kita pun duduk di kursi depan balkon ku, sambil melihat bintang-bintang yang bersinar sangat banyak di langit.
Ku lihat dhea mengambil sesuatu di kantung jaket nya dan menyodorkan nya ke pada ku.
"nie?" ucap dhea
"ini foto mantan kamu itu?" ucap ku sambil melihat foto itu
"ho'oh?" ucap dhea
"masih ganteng aku ternyata",  Ucap ku sambil senyum-senyum
Dhea hanya mengakat sebelah alis nya, dan menunjukan wajah tidak setuju nya.
Aku pun masuk ke dalam dan mengambil foto adel dan ku berikan ke dhea.
"lah ini cewek cantik gini, kog bisa mau sama kamu ya" ucap dhea dengan tertawa mengejek ku
"ray sebenernya kita ini punya banyak jalan buat melangkah ke masa depan, cumak kita ajah yang nyari-nyari alasan dan nyari cela-cela biar tetep ke masa lalu" ucap dhea sambil memandang ke langit
"iya, ternyata apa yang kita rasain sama" ucap ku dan kita pun saling menatap
"ray besok jalan-jalan ke pantai pink yuk?" ucap dhea
"dimana itu dhe? Kog aku blum pernah denger ya?" ucap ku
"jelas belum pernah denger kan gak terkenal, tapi aku jamin tempat nya bagus banget kog" ucap dhea meyakin kan ku
"kalo gitu besok aku bawah camera deh buat motret, jadi penasaran" ucap ku
"gak perlu camera untuk mengabadikan sebuah momen, cukup mata kita dan semuanya akan terkenang abadi" ucap dhea
"tapi kan kalo gak di potret kenangan nya hanya terlewat, dan bisa ajah di lupakan" ucap ku
"sebuah kenangan gak akan pernah hilang sampai kita mati, tetap akan menggupal di memory otak kita, sekeras apapun kita ngilangin kenangan, tetap ajah kita pernah melewatinya" ucap dhea
Dan aku hanya terpelangah karna tak mengerti akan ucapan dhea.
"ow iya, lupa sama melupakan itu beda?" ucap dhea membalas ucapan ku tadi
"bedanya dhe?"ucap ku dengan wajah penasaran
"kalo lupa kita gak tau kapan datang nya,  Tapi kalo melupakan kita hanya berjuang sekuat tenaga, walau pun kita tau hasil nya gak mungkin, nama nya juga melupakan" ucap dhea dengan senyum manis nya.
Dan aku pun masi terpelangah gak ngerti akan ucapan dhea, aku berusaha memahaminya, tapi emang dasar nya otak ku terlalu lemah kalo di ajak buat mikir :D

SAYA

Saya ini hanya seorang lampu yang padam, yang tak akan pernah terlihat jika tak berada di kerumunan manusia.

Saya hanya bisa melakukan apa pun yang bisa membuat saya bersinar kembali, tapi semakin saya berjalan jauh semakin juga saya merasakan cahaya ini terus meredup.

Hampir mati jika angin terus berhembus, kalo boleh egois saya ingin hidup sendiri di muka bumi ini, walaupun akhir nya cahaya saya akan tetap mati, setidak nya saya saya bisa melihat ekting saya dengan jelas tanpa takut ada cela'an.

Imajinasi yang terlampau jauh hanya membuat saya terus berharap, tanpa tau ending sebuah pagelaran pentas seni nya, kenapa di beri harapan tanpa sebuah kepastian?

Saya tidak tau apa yang saya mau?,  tidak tau apa yang saya cari?,  tidak tau perasaan ini untuk apa?, di tuangkan masa depan tapi terlalu takut untuk melangkah.

Dan masi mencari cela untuk kembali ke masa lalu, TAPI MASA LALU YANG MANA?

Fortuna 04

Setelah selsai makan tante ratna ngajakin gue ke pulau gili trawangan yang ada di lombok, tapi entah apa yang ada di fikiran tante ratna sampai ngajakin tante ratih dan keponakan nya itu, jadi mau gak mau mereka pun ikut satu mobil sama gue, dan mobil mereka pun di tinggal di parkiran restoran.
Di dalam mobil gue hanya cemberut karna tante ratna pakek ngajakin mereka segalak, sampai akhir nya tiba di tujuan sebuah pelabuhan kecil, karna kalo ke gili trawangan mesti harus nyebrang dulu pakek kapal kecil yang ada di pelabuhan itu.
Di atas kapal
"eh cowok begok?" ucap dhea
Gue cumak diem ajah, dan pura-pura gak denger, tapi tiba-tiba dia nyubit perut gue.
"ehh loe apaan sih?" ucap gue sambil ngelus-ngelus perut
"habis nya sok pura-pura budek segalak loe, inget loe masih punya utang es crime sama gue" ucap dhea
"terserah loe lah?" ucap gue sambil malingin wajah ke laut
Dan gak berselang lama akhir nya kita sampai di tujuan gili trawangan.
"ray kamu jalan-jalan ajah sama dhea, tante mau cari bule dulu sama tante ratih", ucap tante ratna sambil ketawa sama tante ratih dan mereka pun berjalan pergi
"hlo-hlo kog jadi gini sih tante", teriak gue ke tante-tante centil itu, tapi gak di gubris sama mereka
Sementara si dhea mala kliatan seneng, wajah nya nunjukin expresi misterius ke gue.
"eh ngapain loe ketawa-ketawa, pergi sana?" ucap gue
"enak ajah, sini ikut gue" ucap dhea sambil narik tangan gue
"heey loe mau bawah gue kemana ini", ucap gue yang sedang di tarik-tarik oleh dhea
Semua mata di pantai itu pun ngelihat gue yang lagi di tarik-tarik, jadi kelihatan heboh sendiri
"nahh ini, ayo beliin gue es crime? " sambil nunjuk ke tukang es crime yang ada di pantai itu
"ogahh beli ajah sendiri" ucap gue dengan sewot
Dhea mala masang wajah sinis, dan terus ngerabah-ngerabah tubuh gue
"eh - eh loe mau ngapain? Mau mesum ya loe" ucap gue sambil berusaha nyingkirin tangan dhea
"otak lue itu mesum, mana dompet loe? gue mau beli es crime" ucap dhea

Akhir nya terpaksa lah gue mau beliin es criem si dhea, gue ambil dompet gue di saku belakang. 

"loh dompet gue gak ada?" ucap gue dengan panik

"udah gak usah bercanda, buruan sini dompet loe?" ucap dhea yang gak percaya dompet gue gak ada. 

"yaa ampun! Gue lupa dompet gue ketinggalan di mobil", ucap gue yang baru tersadar kalo dompet gue ketinggalan di mobil. 

Dhea pun langsung cemberut mukanya memerah seolah ingin sekali makan es crime, kayak orang yang belum pernah makan es selama ber abad-abad. 

Dhea pun langsung pergi ninggalin gue dengan wajah kusut,  Sebener nya gue gak peduli, cumak karna ngelihat wajah nya itu yang kasian,  Gue samperin dia dan coba ngehibur dia. 

"woy cewek penggila es crime" ucap gue

dhea hanya menoleh dengan tatapan sinis dan terus berjalan. 

"udah jangan kusut gitu wajah loe, nanti kalo pulang gue janjy bakal beliin loe es crime sepuas loe" ucap gue 

"nahh gitu donk tanggung jawab,  Pokok nya gue mau 3 es crime" ucap dhea dengan senyum-senyum

"buset banyak amat, itu perut apa bagasi mobil? " ucap gue sambil ketawa

Dan dhea pun langsung nyubit perut gue karna ledekan gue. 
Dan akhir nya gue dan dhea duduk di pinggir pantai, entah apa yang terjadi kita yang sebelum nya kayak kucing dan tikus, sekarang malah akrab banget dan ketawa-ketawa di pantai. 

"di lihat-lihat loe cantik juga ya?" secara spontan gue ngomng kayak gitu

"lah dari tadi loh kemana ajah" ucap dhea sambil senyum-senyum

"tapi masih cantikan tunangan gue" ucap gue sambil ketawa

"hachh ternyata loe udah tunangan?" ucap dhea dengan kaget

"kenapa kaget lue" ucap gue dengan sedikit menegak kan badan

"iya kaget,  Kog bisa ada cewek yang mau sama loe, loe pake guna-guna ya?" ucap dhea sambil ngetawain gue

"sialan loe" ucap gue dengan kesel

"sekarang kemana tunangan loe, gue jadi penasaran pengen lihat cewek yang mau sama loe" ucap dhea

Gue pun langsung terdiam mendengar ucapan dhea, gue jawab dengan perlahan

"dia udah meninggal" ucap gue 

"maaf gue gak tau" ucap dhea yang kaget

"gpp santai ajah" ucap gue. 

Kita berdua pun saling diam sambil melihat pemandangan pantain, tiba-tiba spontan dhea berkata. 

"cinta yang sempurna adalah rasa sakit di dalam nya" ucap dhea

Gue kaget campur bingung karna gak tau apa yang di maksut oleh dhea, 

"Maksut loe" ucap gue

"iya, kalo loe berani mencintai seseorang, loe juga harus berani, melebur dengan semua rasa sakit nya, nah saat itu lah cinta loe jadi sempurna. 

"ucap dhea dengan tersenyum ke arah gue. Gue pun tercengan dengan kata-kata nya yang merasuk ke jiwa gue. 




Fortuna 03

Langsung gue simpen foto adel ke dompet gue, dan segerah bersiap buat keluar bersama tante ratna.
"iya tante, ray ganti baju dulu" ucap gue
Setelah selsai ganti baju, gue pun langsung turun, dan tante ratna sudah menunggu di bawah, sambil memanaskan mobil nya.
"kog gak masak ajah si tante, kenapa harus beli keluar" ucap gue
"apa gak kedengeran" ucap tante ratna karna manasin mobil terlalu kenceng
Gue pun langsung nyamperin tante ratna dan mematikan mobil nya.
"hehehe kekencengan ya", ucap tante ratna dengan wajah tanpa dosa.
Gue pun langsung masang muka sewot.
"gitu ajah ngambek, kamu tadi mau bicara apa? " ucap tante ratna
"kenapa gak masak ajah sih tante,  Kog harus beli segalak?" ucap gue sekali lagi
"tante ini kan gak bisa masak, tante kalo mau makan ya beli, kan orang kaya", ucap tante ratna dengan songong nya
                     ***---***
Perjalanan kuliner pun di mulai, dengan memakai mobil yaris merah kesayangan si tante,  setiap perjalanan gue terus mengobrol dengan tante ratna.
"teh..? Emang kita mau makan apa sih?" tanya ku
"ayam bakar taliwang, di jamin kamu pasti ke pincut dengan rasanya" ucap tante ratna dengan terus menyetir mobil nya
"ya elah tante, kalo cumak ayam di jakarta juga banyak?" ucap ku sambil mengakat sebelah alis ku
"ehhh jangan samain ayam di jakarta sama di lombok ya,  Ayam di jakarta itu tercemar polusi semua kalo ayam disini sehat-sehat, ayam di sini itu makan nya bukan jagung, tapi frindchiken" ucap tante ratna
"busettt ayam makan ayam donk?"  Kata ku sambil nepuk jidat
"udah pokoknya kamu pasti suka" ucap tante ratna
Dan akir nya kami pun sampai juga di sebuah restoran, ber disain seperti rumah suku-suku jaman dahulu.
Gue dan tante pun langsung masuk, dan tante langsung memesan yang katanya tadi ayam taliwang itu.
Pesanan pun datang, dan segerah ku santap makan ku, dan ternyata wao emang enak banget, kali ini emang apa yang di omngin tante ratna emang bener.
"hlo jeng ratna, makan disini juga?" ucap seorang perempuan yang seumuran dengan tante ratna
"eh jeng ratih,  Ayo gabung duduk di sini ajah sekalian" ucap tante ratna
Dan tante ratih itu pun duduk bareng di sebelah tante ratna.
"ow iya, ini jeng kenalin keponakan ku baru dateng dari jakarta", ucap tante ratna
Dan aku pun bersalaman dengan tante ratih sambil memperkenalkan nama ku.
"ganteng ya keponakan nya, keponakan ku juga baru dateng loh dari jakarta" ucap tante ratih sambil celingukan mencari ke ponakan nya
"nah ini dia keponakan ku", ucap tante ratna sambil menunjuk ke arah pintu restoran
"dhea sini" ucap tante ratna memanggil keponakan nya
Gue gak peduliin dan terus ngelanjutin makan.
Tiba-tiba suara bajai cempreng pun terdengar lagi.
"ehh loe kan yang jatuhin es crime gue"
Gue langsung ngelirik ke arah suara itu.
"loe lagi loe lagi" ucap ku dengan wajah kesel
"loh udah saling kenal toh" ucap tante ratih dengan senyum
"nie tante cowok yang jatuhin es crime sama ngelempar sendal ke aku" ucap cewek itu
"ini itu keponakan nya tante ratna tetangga kita" ucap tante ratih sambil melihat ke tante ratna
"cantik ya keponakan nya,  kayak aku, siapa nama nya? ayo duduk" ucap tante ratna sambil menyuruh cewek itu duduk di samping gue
Cewek itu pun duduk di samping gue dan memperkenalkan nama nya.
"saya dhea, dhea fortuna tante" ucap cewek itu
"widih ada fortuna nya,  Kayak dewi yunani ajah" ucap gue sambil ketawa kecil
"eh loe, emang gue dewi fortuna mau apa loe? " ucap cewek itu yang ternyata denger omangan gue
"eh udah-udah, ini kenalin keponakan tante nama nya naraya,  Bisa di panggil raya atau ray" ucap tante ratna
Tiba-tiba cewek itu senyum-senyum gak jelas.
"kog bisa pas ya jeng, kita sama-sama ke datengan keponakan dari jakarta" ucap tante ratih
"iyah ya, jodoh kayak nya mereka berdua, pas ganteng sama cantik" ucap tante ratna sambil ketawa-ketawa dengan tante ratih
"GAKKKKKK" ucap gue secara serempak dengan cewek itu.
"nah tuh kan makin keliatan jodoh nya" ucap tante ratna dan tante ratih secara bersamaan.
Gue dan cewek itu pun langsung diem dan ngelanjutin makan, dengan wajah saling menyingkur sama cewek itu.

Fortuna 02

Di dalam mobil perjalanan menuju rumah tante ratna, dan gue masih kesel dengan cewek tadi yang jalan nabrak gue sewaktu di bandara.
"ray kamu kog diem ajah sih? Gimana tadi perjalanan naik pesawat nya enak?" ucap tante ratna sambil menyetir mobil.
"boro-boro enak teh,  Yang ada malah ketabrak bajai" ucap gue
"hachhhh... Bajai?  Jadi sekarang bajai udah bisa terbang?" ucap tante ratna tersontak kaget
Dan gue langsung diem dan ngelihat ke kaca mobil sambil menikmati perjalanan.
"kog tante kudet ya (kurang updet), sampek gak tau kalo bajai sekarang udah bisa terbang", ucap tante ratna sambil mengusap-usap rambut nya.
Dan gue hanya menarik nafas panjang tanpa menggubris ucapan tante ratna.
Tak lama sekitar 20 menit perjalanan akhir nya tiba juga di rumah tante ratna, dan gue pun langsung nurunin koper gue dan masuk ke rumah tante ratna.
Langsung gue jatuhin koper dan melemparkan tubuh gue di atas sofa yang empuk.
"ray kamar kamu di atas ya, kamar mandi juga ada di dalam, ow iya kalo kamu mau jalan-jalan pakek ajah mobil tante" ucap tante ratna sambil menunjuk-nujuk ruangan-ruangan di rumah nya.
Setelah gue selsai beristirahat di sofa,  Langsung gue naik ke atas buat masukin barang-barang gue ke dalam kamar,  Dan gue ngelihat pemandangan yang lumayan bagus dari atas. Gue langsung buka pintu balkon kamar gue dan ngelihat-ngelihat pemandangan dari atas
"woyyyy... Woyyyy" suara teriakan dari rumah samping
Dalam hati "kayak nya gue kenal suara ini" dan langsung gue noleh ke samping.
"loeee kan cewek yang di bandara tadi?  Ngapain loe disini?" ucap gue dengan kaget
"terserah gue, eh loe harus gantiin es criem gue tadi" ucap cewek itu dengan nyolot nya
Gue ngelihat ada sendal di bawah gue, dan langsung terfikir buat ngerjain tu cewek.
"eh loe mau es crime kan? Nie ambil" sambil ngelemparin sendal ke cewek itu dan langsung gue lari masuk ke dalam kamar.
"eh gak sopan banget ngerjain cewek pakek sendal, dasar cowok begok" teriak cewek itu
Di dalam kamar gue langsung nyalain tv dan ngomong sendiri "sial banget gue hari ini, ketemu cewek itu muluk?  Sekarang malah tetangga'an sama tuh cewek" ucap gue
Hikz... Hikzz.. Tiba tiba terdengar suara tangisan dari bawah. Gue penasaran dan langsung turun ke bawah dan ngelihat, ternyata tante ratna yang nangis karna ngelihat drama korean di tv.
"ya tante, ray kirian kuntilanak nangis" ucap gue
"enak ajah, lagian gak ada kuntilanak secantik tante" ucap tante ratna sambil membelai-belai rambut nya sendiri
"idihhh tua-tua centil " ucap gue
"tante ini masih mudah tau, gak lihat wajah tante yang masih fress kayak anak umur 17 tahun" ucap tante ratna dengan PD nya
"iya 17 tahun sisa hidup nya" ucap gue dalem hati.
Karna gue ngerasa haus langsung ajah gue tinggalin tante ratna yang lagi asik nangis nonton drama koreanya,  Dan langsung pergi ke dapur buwat ambil minum.
Saat gue buka kulkas tersontak kaget dan sedikit mewek.
"kue brownis, itu kan kesukaan adel" ucap gue dengan kembali teringat tentang adel
"ray.. ray... Aduh nie anak ngelamun kog di depan kulkas" ucap tante ratna
"Plakkkkk".. Tepukan tangan tante ratna ke pundak gue
Gue pun terkaget dan sepontan loncat-loncat
"setan-setan" ucap gue sambil lompat
"setan dengkul mu, ini tante, kamu ini ngapain sih ngelamun kog di depan kulkas",  Ucap tante ratna sambil ngelihat kulkas nya
"gak papa kog tante" ucap gue dengan lemas
"kamu inget tunangan mu itu ya? " ucap tante ratna
Dan gue hanya diem ajah sambil ngambil air di dalem kulkas.
"udah lupain tunangan mu itu, kamu kesini kan buat liburan, lagian tante juga di pesenin sama ibu mu buat kamu disini agar lupa sama tunangan mu itu" ucap tante ratna
Dan gue tetep gak menggubris omangan tante ratna, dan langsung pergi ke kamar, dan langsung membongkar isi tas gue buat mastiin foto adel gak ketinggalan di rumah.
" yapsss akhir nya ketemu juga" ucap gue dan mewek kembali
Dan teringat brownis di kulkas tadi kenangan-kenangan tentang adel pun kembali terputar di otak gue
*flasback*
Duduk berdua di samping kolam renang dengan adel, terlihat sangat jelas saat itu wajah bahagia adel yang tiba-tiba menyodor kan tangan nya meminta kado ulang tahun nya saat itu, dan waktu itu gue berikan sebuah kue brownis dengan lilin di atas nya. Dia meniup lilin itu sambil berdoa, dan gue bertanya.
"kamu berdoa apa sayang"
"emmm berdoa agar kita berantem terus"
"loh kog doa nya gitu?"
"karna setiap kita berantem, kamu selalu peluk aku seakan tak ada lagi yang bisa kamu peluk selain aku, dan setiap itu juga rasa sayang ku ke kamu semakin bertambah" ucap adel dengan senyum
Due gue pun langsung memeluk adel dengan sangat erat.
                     ***---***
"vin ayo turun, kita jalan-jalan sambil kuliner keluar", suara teriakan tante ratna dari bawah
Langsung gue tersadar dari lamunan gue,  Karna suara tante ratna yang cempreng banget masuk ke telingah gue.

Fortuna 01



Tetesan air mata ku jatuh ke sebuah foto yang ada di tangan ku, terus ku pandang dan semakin teringat kenangan-kenangan indah bersama adelia tunangan gue yang sudah lama pergi meninggal kan gue dan  Meninggal kan dunia ini.
Sudah 1 tahun berlalu dan ingatan itu tak bisa hilang dari benak gue. Kepergian adelia menjadi pukulan terberat dalam hidup gue.
Tok.. Tok.. Tok, terdengar suara pintu kamar gue berbunyi, dan segerah gue taruh foto itu, dan mengusap air mata, gue beranjak bangun dari tempat tidur dan gue buka pintu kamar.
"nangis lagi?" dan ternyata itu nyokap gue
"enggak ini kenak debu ajah habis bersih-bersih kamar kog ma" ucap ku sambil mengusap-usap mata.
"ya udah ayo cepet makan. mama udah siapin di bawah"
"mama duluan ajah ke bawah nanti aku nyusul".
Ku tarik nafas panjang menenangkan diri dan segerah turun ke bawah untuk makan malam bersama keluarga.
Ku tarik kursi meja makan dan segerah duduk untuk menyantap makan malam ku.
"ray sebaik nya besok kamu pergi ke lombok, ke rumah tante ratna untuk liburan" ucap bokap gue yang sedang makan juga di samping gue
"pa aku tuh gak butuh liburan" ucap ku dengan kesel dan segerah ku hentikan makan ku
"ray papa kamu itu bener, kamu itu butuh liburan, udah 1 tahun kamu ngurung diri di rumah terus" sahut nyokap gue
"tapi ma!
"ray kamu itu harus bangkit, adel juga pasti sedih kalo lihat kamu kayak gini" seru nyokap gue dengan nada tinggih
"iya, iya udah ray mau. tapi cumak 1 hari ajah ya ma-pa!
"gak bisa, 1 bulan dan jangan protes" ucap bokap gue
"whatttt?? Kata gue dengan nada keras
Dan pembicaraan itu pun berakir dengan kekalahan gue yang harus nurut buwat pergi ke lombok.
Ow iya gue belum kenalin nama gue ya?,  Nama gue Naraya  tapi gue lebih sering di panggil "ray atau raya", kata nyokap gue nama gue arti nya anak manusia, di benak gue "lah apa anak-anak yang lain itu anak kucing! ".
                    ***--***
"KRINGGGGGGG" suara alaram Hp gue ber bunyi menunjukan matahari telah datang.
"ray bangun kamu kan harus ke lombok hari ini" teriak nyokap gue dari bawah
Dan gue pura-pura gak denger dan terus ngelanjutin mejamin mata gue buwat tidur
"BRAKKKKK" dan kali ini bukan suara alaram, tapi kamar pintu gue yang di dobrak paksa sama bokap gue.
"ray cepet bangun nanti ke tinggalan pesawat" ucap bokap dengan nada marah-marah
Dan mau gak mau, gue terpaksa bangun dan mandi, dan perjalanan ke bandara pun di mulai
Sebelum naik pesawat bokap dan nyokap meluk gue sambil berkata
"baik-baik disana ya ray,  Nanti tante ratna bakal jemput kamu di bandara" ucap nyokap gue
"iya ma, ya udah ray berangkat dulu" ucap gue sambil berjalan masuk ke bandara.
Setelah 1 jam perjalanan di dalam pesawat, akir nya gue sampai di tanah cabe, ehh lombok maksut gue , mata gue ke kiri dan ke kanan tapi tak juga terlihat tante ratna yang kata nyokap gue bakal jemput di depan bandara.
Gue coba telfon tante ratna dengan terus berjalan keliling bandara.
"brakkkkk..! Aduh loe kalo jalan pakek mata" ucap gue dengan marah-marah karna bertabrakan dengan seorang cewek
"ya es crime gue!" Ucap cewek itu sambil melihat es crime nya yang jatuh ke lantai
"eh kalo ada orang ngomong dengerin donk" ucap gue
Tiba-tiba cewek itu mengangkat kepalanya dan melihat ke gue dengan tatapan sinis
"eh gantiin gak es crime gue!!" ucap cewek itu dengan raut wajah pengen nonjok gue
"enak ajah, kan e-loe yang salah, makanya kalo jalan pakek mata" ucap gue  Dengan nyolot gak mau kalah sama cewek itu
"eh loe begok ya,  Di mana-mana jalan itu pakek kaki, bukan pakek mata",  Ucap cewek itu sambil melotot
" loe yang begok! itu cumak perumpamaan" ucap gue sambil melotot juga ke cewek itu
"ray-raya" terdengar suara dari belakang dan ternyata itu suara tante ratna yang manggil gue sambil melambai-lambai kan tangan nya.
Gue langsung ajah ninggalin cewek itu dan nyamperin tante ratna.
"hey loe harus ganti es crime gue!" teriak cewek itu
Tapi gue gak meduliin dan terus jalan nyamperin tante ratna.

Cinta Adalah Pahit 15

Matahari terbit dengan sinar-sinar nya di iringi suara tawa-tawa para mahasiswa yang sedang merayakan ke lulusan nya, terlihat jelas raut kebahagian di wajah mereka untuk menatap masa yang baru, dua sosok sahabat melihat ke awan tangis haru, pertanda kebersamaan akan segerah berakir.

Di kampus
"vin gue masih gak nyangkah kalo gue bisa sarjana dan membawa nama S.E di depan nama gue", ucap aldi 

"gue juga al, gak pernah nyangkah kalo gue bisa lulus dan resmi jadi sarjana", ucap vino sembari tersenyum lebar

"rencana loe ke kanada kapan vin?", ucap aldi

"minggu depan al rencana nya, loe sendiri kapan mulai kerja di kantor bokap loe? ", ucap vino

"bokap gue sih mintak nya secepat nya, tapi gue pengen seneng-seneng dulu lah 1bulan ini hehehe", ucap aldi

"ya udah ayo pulang yuk", ucap vino dengan menggandeng pundak aldi

Mereka berdua pun pulang ke rumah masing-masing dengan membawa ke banggaan.

Rumah vino

Vino yang saat itu sedang merapikan barang-barang nya untuk persiapan pergi ke kanada besok, vino membuka laci dan melihat barang-barang masa lalu nya itu dari mulai foto-foto sampai buku-buku kuliah nya yang penuh dengan coretan, dan tak sengaja vino melihat kain rajut tebal berwana pink di sebuah pojok laci itu, vino melihat dan ter ingat bahwa itu jaket sheren yg di pinjam nya saat ke hujanan dulu,

Dan sekali lagi vino menahan air mata nya, berusaha tersenyum agar sheren bahagia di sana.

Hari ke berangkatan ke kanada pun tiba, pelukan perpisahan pun terjadi di airport itu.

"loe mesti sukses vin di sana, dan gue nanti bakal nyusul loe kesana kalo gue udah punya uang sendiri", ucap aldi sambil berjabat tangan dengan vino.

Vino hanya tersenyum haru ke aldi dan berjalan ke arah mama nya.

"mama jaga diri baik-baik ya", ucap vino dan memeluk mama nya

Terlihat kemesraan antara anak dan ibu di airport itu tangisan perpisahan mengawali kepergiian vino.

Kanada

7 bulan tak terasa, saat hari kafe vino resmi di launching kan, kafe yang di berinama "SHEREN HOUS" itu pun siap melebarkan sayap nya di kanada,aldi dan ibu vino pun hadir di acara presmian itu.

Vino yang mengenakan jaket pink milik sheren itu di acara presmian nya merasa berhasil mewujudkan impian sheren, semua yang datang dengan senyum mencoba es coklat di kafe itu, sangat ramai pengunjung hari itu.

"vin tumben loh pakek jaket warna pink", ucap aldi

"ini jaket nya sheren al, loe lihat pigora yang itu", ucap vino sambil menunjuk ke pigora hiasan kafe itu.

"itu kan tisu-tisu nya sheren, pasti sekarang sheren bangga banget sama loe disana", ucap aldi

Dan aldi pergi ke meja mama vino dan minum es coklat bersama, sementara itu vino yang berada di depan kafe sendirian termenung mengingat sheren.

"andai kamu ada disini pasti semua akan semakin lengkap", ucap vino dalam hati

Tak lama vino pun masuk ke kafe nya, dan tiba-tiba terdengar suara dari belakang. 

"bisa pesen es coklat original nya?"

Vino pun menoleh ke belakang dan melihat sebuah ke ajaiban di depan matanya.

"sheren?", ucap vino dengan kaget bercampur bingung dan bahagia

Sheren pun hanya tersenyum.

"kenapa kamu?", ucap vino

"masih hidup", ucap sheren

Sheren pun menjelaskan bahwa dia selamat dari ledakan bom di jepang itu, dan hanya koma, selama setahun dia menjalani terapi untuk kesembuhan nya.

setelah mendengar cerita itu, vino langsung memeluk sheren, dan semua mata tertujuh ke mereka berdua.

"terimakasih sudah mewujudkan mimpi ku", ucap sheren sambil membalas pelukan vino

"sheren seandainya aku tau waktu SMA---", ucap vino

"udah gak ada yang perlu di sesalkan, bagaimana pun sebuah masa lalu adalah mata, untuk melihat kita terus ke masa depan"ucap sheren memotong perkataan vino

Vino tersenyum dan menatap mata sheren dengan penuh kebahagiaan,

"sheren aku mau ngomong sesuatu", ucap vino

"aku mau kog jadi pacar kamu, bahkan mendampingi mu sebagai istri mu", ucap sheren dan tersenyum

"padahal aku blum ngomong, tapi ya emang itu maksut nya hehehe", ucap vino dengan sangat senang.

*berciuman* dan mereka pun akhirnya bersama kembali,  Semua mata melihat dan memberi tepukan kebahagiaan untuk mereka.

   (TAMAT)


Cinta Adalah Pahit 14

Vino yang melihat sheren ada di tv sebagai korban ledakan bom di jepang itu pun tak kuasa menahan air mata nya yang mengalir deras di pipi nya.

Aldi yang melihat sahabat nya itu pun tak sanggup menahan air mata, dan perlahan berbicara ke vino.

"vin loe yang sabar?", ucap aldi sambil memeggang pundak vino

Vino pun berjalan pergi meninggalkan berita tv itu, dengan tangis yang ter isak-isak, tanpa balasan kata buat aldi.

Aldi yang takut tentang keadaan vino yang saat itu terpukul berat pun, langsung menyusul vino,
vino yang berjalan ke sebuah atap gedung.

"vin loe jangan gila?", teriak aldi

Vino tak menggubris dan terus berjalan

"vin kalo loe bunuh diri nanti yang bantu gue godain mbk susi siapa?", teriak aldi sekali lagi

"siapa yang mau bunuh diri begok", ucap vino

"Lah terus ngpain loh ke atas gedung?", ucap aldi

"gue cumak mau nenangin diri gue ajah". ucap vino sambil duduk di atas atap gedung itu.

Aldi pun merasa lega mendengar ucapan vino itu, dan ikut duduk di samping vino

Mereka berdua pun duduk sampai tak sadar langit pun sudah menghitam, dan matahari terganti oleh bulan, seharian hanya duduk tanpa ada percakapan di antara mereka.

Tak lama mereka pun memutuskan untuk pulang dengan masih membawah tangisan nya,

Sesampai di rumah vino langsung masuk ke kamar nya, dan telfon pun berdering tertulis nama aldi di hanphone vino.

"vin loe lihat tv sekarang juga", vino langsung menaruh hanphone nya tanpa berkata satu kata pun ke aldi.
Vino langsung menyalakan tv nya, dan sekali lagi pukulan berat menimpa vino, di kabar kan di berita tv itu tentang nama-nama korban yang meninggal atas terjadi nya peristiwa ledakan bom di jepang itu, dan nama sheren ada di dalam daftar itu.

Vino pun semakim mengis dan tersungkur lemas melihat berita itu, ibu vino yang melihat anak nya itu tiba-tiba menangis, langsung menghampiri vino.

"kamu kenapa vin?", ucap mama vino

"sheren meninggal ma", sambil terus menangis dan menunjuk ke arah tv itu

Ibuk vino pun langsung memeluk vino dan berusaha menenangkan vino dari kesedihan nya.

3 bulan kemudian

Vino dan aldi yang sudah selesai terlarut akan kesedihan tentang sheren pun melanjut kan hidup nya dan mulai kuliah kembali.

"vin besok kita wisuda dan loe mau apa setelah ini", ucap aldi

"gue mau buka kafe al, loe sendiri ?", ucap vino

"loe kuliah tinggi-tinggi cumak buat buka cafe, emang loe mau buka cafe dimana?, gue sih mau kerja di kantor bokap gue", ucap aldi

"di kanada", ucap vino dengan tersenyum

"masih tentang sheren?" ucap aldi

"gue cumak mau ngebuat mimpi sheren jadi nyata", ucap vino sambil melihat ke langit

"vin sheren itu udah gak ada, dia udah tenang di sana, dia pasti juga pengen ngelihat loe ngelanjutin hidup", ucap aldi

"ya ini gue ngelanjutin hidup, lagian bukan karna sheren ajah gue pengen buka kafe, tapi gue juga pengen lihat kanada", ucap vino

"ya gue cumak bisa doain yang terbaik buwat loe vin", ucap aldi

Dua sahabat ini pun saling tersenyum dan berjalan untuk ke tempat mbk susi, karna besok mereka akan menerima gelar sarjana nya, maka mereka ingin mengenang semua hal yang ada di kampus itu untuk terakir kalinya...

Cinta Adalah Pahit 13

Vino masih belum percaya akan perkataan gisel,  bahwa selama ini yang mencintainya bukan lah gisel melainkan sheren, setelah mendengar semua cerita gisel, aldi dan vino memutuskan untuk pulang.

di kamar vino
di dalam kamar vino masih termenung akan cerita gisel tadi yang sangat memukul prasaan vino.
aldi sendiri pun tidur di rumah vino untuk menemani vino,yang saat iku sangat terlihat gelisa,aldi berusaha untuk menghibur vino dengan gaya candaan nya,tapi bagai mana lagi prasaan vino memang lagi kacau. semua candaan aldi tak membuat vino tertawa sedikit pun.

"vin sekarang gimana...sheren udah pergi?".ucap aldi
"gue mau nyari dia al...di mana pun bakal gue cari". ucap vino dengan yakin nya
"loe mau cari kemana vin?,dunia ini gak sekecil otak loe",ucap aldi
"sheren dulu bilang pernah tinggal di kanada...gue mau kesana",ucap vino
"eh jangan gila loe...emang loe punya duit?,lagian kanada itu besar begok".ucap aldi

vino hanya diem ajah mndengar ucapan aldi yang terakir,di dalam hati nya tetap ada tekat yang besar untuk mencari sheren,

Pagi hari di meja makan vino dan aldi sedang bersiap untuk menyantap sarapan pagi nya. 
"vino kog gak di makan nasi goreng nya?", ucap mama vino
"biasa tante dia lagi patah hati", ucap aldi dengan penuh makanan di mulut nya. 
"patah hati sih boleh tapi jangan nyiksa diri kamu donk", ucap mama vino sambil memegang pundak vino. 

Dan vino pun akhir nya memakan nasi goreng nya, setelah mendengar nasihat ibu nya, walaupun di otak vino tetap ada bayangan sheren, sementara si aldi sudah habis 3 piring nasi goreng, dan mau nambah lagi untuk jadi ke 4 piring

"aldi kamu laper apa rakus?", ucap mama vino sambil tergeleng-geleng melihat mahluk satu itu. 

"hehehe maaf tante saya lagi ke surupan ajah", ucap aldi sambil terus makan 

Setelah makan vino dan aldi berencana pergi ke kampus dengan mobil jep hitam milik bokap aldi, namun di tengah perjalanan vino meminta aldi untuk mengantar nya ke rumah sheren untuk memastikan apa benar sheren sudah pergi jauh, dan gak balik ke rumah itu lagi. 

Setelah melihat rumah sheren vino dan aldi semakin kaget karna melihat di depan pagar sebuah papan bertuliskan "RUMAH INI DI JUAL". 

Setelah membaca tulisan itu hati vino pun semakin done, dan mereka melanjutkan perjalan ke kampus di perjalanan kampus vino hanya diam dengan penuh beribuh pertanyaan di otak nya tentang sheren, aldi yang melihat vino semakin patah semangat tak tega melihat sahabat nya itu murung seperti itu. 

"vin nanti gue bakal bantu cari alamat sheren yang baru, loe jangan murung gitu lah", ucap aldi
 
Vino hanya melihat aldi dan tersenyum. 

Sesampainya di kampus mereka langsung menuju kantin nya mbak susi. 

"gue pesen dulu vin, loe es coklat kayak biasanya kan? " ucap aldi
"coklat original ajah al?", ucap vino dengan lemas

"ya masi galau nie anak, ya udah gue pesen dulu", ucap aldi sambil berjalan nemuin mbak susi

"mbak susi yang sexy pesen donk?", ucap aldi masukin pasword 

Mbk susi pun cengar cengir seperti biasanya, "pesen apa al?" ucap mbk susi sambil senyum-senyum 

"es coklat original sama jus alpukat nya satu ya mbk susi", ucap aldi

Mbk susi pun langsung membuat kan nya, saat mbk susi sedang asik buatin pesenan si aldi, aldi malah godain mbk susi dengan tebak-tebakan. 

"mbk susi buat es nya sambil maen tebak-tebak kan yuk biar seru?", ucap aldi

"ah elu al, gue kan gak bisa bikin tebakan", ucap mbk susi sambil buat es

"ya udah biar gue yang ngsih tebakan, mbk susi yang jawab", ucap aldi
 
"ya udah apa tebakan nya?", ucap mbk susi

"kalo aku punya pisang 5,  terus tak kasiin mbak susi 2, tinggal berapa mbak pisang nya?", ucap aldi 

"ya elu al anak SD juga tau kalik jawaban nya,  Ya jelas 3 lah", ucap mbak susi dengan PD nya

"hahaha mbak susi salah, yang bener ya tetep 5,  Kan mbk susi gak jadi gue kasih", ucap aldi sambil ketawa puas 

mbk susi pun langsung manyun-manyun kesel sama si aldi, 

"ni udah jadi es nya lue bawah sendiri ke meja lue", ucap mbk susi 

"ya ngambekkkk?",  Ucap aldi sambil bawa es nya ke vino. 

Vino yang masih melamun di meja pun langsung di kagetin aldi dengan menempel kan es coklat yang dingin itu ke pipi vino. 

"ah sialan loe al ngagetin ajh", ucap vino 
"ya habis nya bengong muluk" ucap aldi

Dan merekan pun asik meminum es nya. Tak lama tv yang ada di kantin pun berbunyi, dan menyiarkan sebuah berita tentang ledakan bom yang ada di jepang,  Semua orang yang ada kantin pun langsung melihat ke arah tv itu untuk menyaksikan berita itu, kecuali vino yang masi terlamun sendiri, tiba-tiba aldi pun terkaget dan langsung menepuk pundak vino sambil menunjuk ke arah tv. 

Vino pun menangis karna melihat di tv itu ada sheren yang sedang di bopong dan di masukan ke mobil ambulan. 

Cinta Adalah Pahit 12

Langit yang biru berubah jadi hitam dan cahaya-cahaya kecil nya pun mulai bersinar, tak terasa waktu sudah menunjuk kan malam nya dan vino masi mengurung diri dengan prasaan tentang sheren dan ke misteriusan nya.
Sampai akhirnya vino pun tersadar akan kata-kata yang di ucap kan sheren.
*kalau kamu suka coklat kamu juga harus suka sama rasa pahit nya*
Kata-kata itu membuat vino pun seolah mendapat kan jiwa nya yang telah lama hilang, dan kini telah kembali.
"hanphone gue??", ucap vino sambil mencari hanphone nya. Hanphone pun di ambil dan segerah menelfon sheren, tapi sayang sheren pun tetap tak bisa di hubungi, akhir nya vino pun memutuskan untuk menelfon aldi.
"hallo...?" ucap aldi
"al... Gue tau loe bener, gue gak mau kehilangan sheren. Sekarang juga loe ikut gue ke tempat gisel", ucap vino.
"nahhhh... Itu baru vino yang gue kenal, gue jemput loe mumpung mobil bokap lagi nganggur, bosen naik taksi muluk" ucap aldi.
"ok gue tunggu di depan rumah", ucap vino
Vino pun langsung bersiap-siap dan membawa buku tahunan SMA nya untuk di tunjukkan ke gisel sebagai petunjuk.
30 menit kemudian,  Vino yang sudah di depan rumah nya menungguh aldi tapi tak kunjung datang. Dan tiba-tiba mobil jep warna hitam pun berhenti di depan vino.
"sory vin lama ya, tadi gue habis godain cewek bentar di perempatan, waktu gue ajak kenalan eh banci ternyata,, hampir ajah gue di sosor hehehe", ucap aldi dengan gaya cengengesan nya.
"ah sialan loe... Udah ayo cepet", ucap vino
Dan mereka pun berangkat ke tempat gisel, setelah hampir 20 menit perjalanan akhir nya mereka sampai di rumah gisel.
*tok.. Tok... Tok permisi*, ucap aldi sambil mengetuk pintu,
Tak lama gisel pun keluar dengan wajah kaget karna melihat vino dan aldi yang ada di depan pintunya.
"vino?", ucap gisel dengan sangat kaget nya.
"gisel gue mau tanya sesuatu sama loe?", ucap vino
"tanya apa vin?, jangan bilang loe mau gue jadi pacar loe lagi", ucap gisel dengan PD nya.
Vino yang mendengar ucapan gisel, langsung melihat ke arah aldi,  Dan mereka berkata bersamaan.
"NAJISSSS",  Ucap vino dan aldi bersamaan.
"gue kesini mau nanya loe kenal cewek ini gak?" ucap vino sambil memberikan buku tahunan SMA nya.
"itu sheren temen sekelas gue waktu SMA, emang kenapa?", ucap gisel
"jadi loe kenal?", ucap vino
"iya kenal lah, dia dulu kan suka banget sama loe?", ucap gisel.
"kalo gitu ceritain semua tentang sheren?". Ucap vino.
"ok lah, gue mau cerita itung-itung sebagai tanda terimakasih gue ke sheren? ", ucap gisel
"terimakasih?", kata vino dan aldi secara serentak
"iya, udah ayo masuk dulu", kata sheren sambil menyuruh aldi dan vino masuk ke ruang tamu.
Gisel pun bercerita semua tentang masa SMA nya.
"FLASBACK"
dulu sebelum kita pacaran, loe kan pernah pingsan waktu kepala loe kenak bola basket, dan yang ngrawat loe di UKS itu sheren, buka gue,  Gue waktu itu cumak kebetulan lewat mau ngambil buku gue yang ketinggalan di uks,  Dan sheren mintak tolong ke gue, buat jagain loe bentar karna dia mau ke toilet,  Tapi waktu loe sadar,  Tiba-tiba loe pegang tangan gue dan bilang makasih ke gue,  Karna udah ngerawat loe,  Lah gue yang waktu itu lagi males ngomong, ya gue diem ajah, dan setelah itu,  Loe tiba-tiba terus deketin gue, dan waktu loe nyatain cinta ke gue, gue waktu itu lagi manas-manasin Edgar mantan gue,  Dia nglihat loe nyatain cinta ke gue, ya gue manfaatin momen itu buat dia cemburu dengan Gue nerima loe jadi pacar gue waktu itu.
Ow iya dan surat-surat yang loe kirim ke gue itu,  Sheren yang bales bukan gue, sheren tau gue gak serius sama loe,  Dia mintak ke gue,  Buwat ngebales surat-surat yang loe kirim ke gue, dia suka banget sama loe,  Cumak dia gak berani ngomnong ke loe,  Karna loe dulu suka nya sama gue.
"jadi selama ini, surat-surat dari loe itu sheren yang bles, dan yang ngrawat gue di UKS itu sheren juga". Kata vino dengan kaget nya.

Cinta Adalah Pahit 11

Di dalam kamar vino.
Vino dan aldi sedang mencari buku tahunan waktu SMA nya untuk mencari tahu tentang sosok sheren yang sebenar nya.

"vin bukunya udah loe buang kali, gue udah cari sampek kekolong tempat tidur loe gak ada?", ucap aldi yang berada di kolong tempat tidur vino.

"gak, gue yakin masih gue simpen, udah cari ajah terus",  Ucap vino sambil nyari dengan kebingungan.

Kamar vino jadi seperti kapal pecah, yang di berantakan karna mancari buku tahunan yang tak kunjung ketemu, "brak... Brak...", suara vino yang membongkar lemarinya.

"aduh berisik banget, lagi ngapain tuh anak?" ucap mama vino yang lagi menonton tv.

Karna saking berisik nya mama vino, memutuskan untuk mendatangi vino dan melihat apa yang sedang terjadi di kamar vino.

"ckrewkkk", suara pintu kamar vino yang di buka oleh mamanya, setelah membuka mama vino pun terkaget melihat kamar vino yang porak poranda seperti habis kenak bencana alam.

"vino... Kamu ini apa-apan sih berantakin kamar gini?", ucap mama vino dengan nada tinggi.

"eh tante hehe?, ucap aldi sambil cengengesan di bawa kolong tempat tidur.

Mama vino hanya tergeleng geleng karna heran apa yang sedang di lakukan vino dan aldi.

"ma lihat buku tahunan SMA ku gak?", ucap vino dengan sambil terus mencari di dalam lemari.

"kan ada di laci meja belajar kamu, kan kamu sendiri yang naruh barang-barang SMA kamu di situ vino", ucap mama vino dengan geleng-geleng sambil berjalan keluar dari kamar vino, dan melanjut kan nonton tv.

Vino yang baru ingat kalo dia sendiri yang naruh buku nya di dalam laci, dan vino pun langsung membuka lacinya dan mengambil bukunya, dan aldi pun langsung keluar dari kolong tempat tidur dengan kesel nya.

"kletak", suara kepala vino yang di jitak aldi.
"dasar bego... loe taruh sendiri loe yang lupa, udah cepet buka?". Ucap aldi.

Vino pun langsung membuka bukunya dan mencari apa ada nama dan foto sheren di buku itu, setelah lama mencari vino pun menemukan nama sheren dan fotonya di daftar itu.

"nie al nama sheren?", ucap vino
"sheren keliatan manis banget ya waktu SMA", ucap aldi sambil cengengesan.

"gue kog gak pernah liat sheren ya waktu SMA, di sini tertulis sheren anak IPS 2, berarti sekelas dengan?? ", ucap vino dan terhening sesa'at.

"sekelas dengan siapa vin?", ucap aldi dengan menyenggol bahu vino.

"gisel...?" ucap vino dengan nada pelan.

Aldi terkaget dengan ucapan vino,bahwa gisel mantan pacar vino waktu sma dulu ternyata sekelas dengan sheren.

Gisel sendiri pacar pertama vino sekaligus adalah orang yang membuat vino patah hati terhebat selama 4tahun, gisel pergi meninggal kan vino demi selinghuan nya, dan vino tidak pernah bisa melupan hal itu, maka dari itu vino selalu menganggap cinta hanya komedi.

"gue dulu sering ke kelas gisel waktu istirahat tapi gue gak pernah nglihat sheren ada di situ, apa gue yang lupa?" ucap vino.

"vin kayak nya kita harus nyamperin gisel untuk tau semua hal misterius ini?", ucap aldi.

"gak akan" ucap vino dengan dingin nya

"vin loe jangan jadi pengecut gini donk?,kita ke gisel buwat tau tentang sheren, bukan buwat edisi patah hati loe?", ucap aldi meyakin kan vino

"al... Loe tau kan betapa gue tersiksanya oleh gisel?, dan sekarang loe mala ngajak gue nyamperin gisel, bunuh ajah gue sekalian", ucap vino

"jadi loe lebih milih ngelepasin sheren gitu ajah?, dan mentingin ego lue yang takut ketemu gisel, karna takut luka lama loe terkuak lagi", ucap aldi.

"mungkin sheren emang cumak untuk jadi misterius, dan ini juga pertanda biar gue gak patah hati lagi, dengan nyatain cinta ke sheren, mungkin sheren emang harus menghilang", ucap vino dengan mengepalkan tangan.

"banci loe", ucap aldi dengan kesal.
"al... Mending loe pulang, gue pngen tidur", kata vino dengan membaringkan tubuh nya di tempat tidur.

Aldi pun dengan kesal nya berdiri dan beranjak pergi, saat aldi membuka pintu mau keluar aldi mengucapkan sedikit perkataan buwat vino.

"mungkin loe bener vin, sheren emang seharus nya menghilang, dan selamat loe udah naruh sheren di dalam hati loe?", ucap aldi, dan aldi pun langsung pergi untuk pulang.

Vino yang terlihat sangat gelisa, walaupun sudah memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur, tapi tetap sajah perasaan bingung, dan ingatan tentang sheren tetap terbayang di otak nya,  Vino merenungkan tentang keputusan yang dia buat itu benar atau salah.

Cinta Adalah Pahit 10

Pagi hari di meja makan vino sedang sarapan bersama ibu nya.

"vin kenalin donk sama mama cewek yang kamu suka itu?". Ucap mama vino sambil membuat es coklat untuk vino.

"nanti mama juga pasti tau kog, ini lagi masa proses ma". Ucap vino dengan penuh makanan di mulut nya.

"tapi nanti harus di kenalin sama mama ya?". ucap mama vino.

"iya-iya ma". Kata vino.

Setelah makan vino berencana untuk ke rumah sheren karna hari ini libur kuliah. Saat vino mau keluar rumah dan berangkat ke rumah sheren.  ternyata ada aldi yang sudah ada di depan rumah vino.

"mau kemana loe vin?", ucap aldi
"eh loe al, tumben kesini?, gue mau ke tempat sheren, loe ikut gak?" kata vino.
"ayo dah, dari pada gue gak ngpa-ngpain", ucap aldi.

Dan mereka pun mencari taksi untuk segerah ke tempat sheren, di sepanjang perjalanan vino dan aldi mengobrol.

Di dalam taksi
"vin loe serius suka sama sheren?", kata aldi
"iya gue suka sama sheren. Tapi gue gak mau prasaan pahit 4tahun yang lalu itu tumbuh lagi. Ucap vino

"tapi loe harus ngomng vin ke sheren tentang prasaan loe, buang rasa takut loe itu", ucap aldi meyakin kan vino

"gue hanya gak mau apa yang gue alamin sama gisel, itu terjadi lagi, biar ajh cinta ini datang dan membunuh cintanya sendiri, tanpa gue harus ungkapin", ucap vino dengan wajah dingin.

"vin gisel itu udah pergi?, dan gak semua apa yang ada di otak loe sekarang itu sama dengan yang loe alamin sama gisel,loe itu terlalu pengecut tau gak", ucap aldi dengan nada tinggi.

Wajah vino pun berubah menjadi dingin, tanpa sepatah kata pun vino tidak membalas perkataan aldi dan hanya diam, dengan mengepal kan tangan.

Dan sampai akhir nya mereka tiba di depan rumah sheren.
Bel pintu pun berbunyi, tapi sheren pun tak kunjung keluar.

"orang nya gak ada", terdengar suara ibu-ibu yang teriak ke arah vino dan aldi, dari luar pagar rumah sheren.

"kemana ya buk pergi nya?", ucap vino ke ibu-ibu itu.

"saya kurang tau, tapi tadi saya lihat orang nya pergi sambil bawah koper, kayak nya mau pergi jauh", ucap ibu-ibu itu sambil berjalan pergi.

Vino pun langsung mengambil hanphone dan menelpon sheren, tapi hanphone nya gak aktif. Wajah vino terlihat sangat bingung saat itu.
"eh vin ini apa an?"ucap aldi sambil memberikan temuan nya ke vino.

"itu tisu, sheren selalu nulis kata-kata-kata di tisu", ucap vino sambil membuka tisu itu dan membaca nya.

"dan akhir nya aku bisa melihat mu dengan jelas, berbicara dengan mu, berjalan dengan muh, sekian lama aku impikan dan saat itu terjadi, tapi kenapa saat kamu sudah ada di depan ku, aku harus kembali meninggal kan mu, 4 tahun dan hanya ini ending nya.  To vino teman SMA ku"

Vino langsung terdiam setelah membaca isi tisu itu.

"vin sheren itu teman SMA loe?". Ucap aldi.

"gue gak tau, ayo ke kampus al, kita harus cari data-data semua tentang sheren?. Ucap vino.

Dan mereka pun berjalan pergi menuju ke kampus.

Setibanya di kampus aldi dan vino langsung menuju ruang rektor, dan langsung menanya kan kepada dosen tentang sheren.

"pak saya boleh mintak data mahasiswa baru yang bernama sheren?" ucap vino dengan penuh gelisa.

"sebentar saya cari dulu?", ucap dosen sambil mencari berkas-berkas nya.

"vin coba loe inget-inget deh jaman SMA loe?" ucap aldi.

"temen SMA gue itu banyak al,  Mana mungkin gue inget?" ucap vino.

"ow ini datanya", ucap dosen itu sambil memberikan berkas nya ke vino.

Vino pun langsung mencari nama sheren dalam berkas mahasiswa baru yang ada di dokumen itu. Tapi tak ada nama sheren di dalam berkas itu?".

"pak ada berkas yang lain gak?, ucap vino dengan panik nya.

"gak ada, cumak itu?, ucap dosen itu.

Vino pun terlihat bingung dengan semua itu, dan masi berusaha mengingat tentang jaman SMA nya dulu.

"buku tahunan SMA,  Iya buku tahunan",  Ucap vino

"apa vin buku tahunan?",  Ucap aldi ke bingungan.

"ayo al ke rumah gue sekarang, pasti di buku tahunan SMA gue,  ada data tentang sheren.

Mereka pun langsung pergi pulang ke rumah dengan terburu-buru. Vino terlihat sangat panik bercampur bingung.

Cinta Adalah Pahit 09

Setelah lama menunggu taksi sampai badan vino dan sheren pun jadi basah kuyup karna hujan yang sangat deras dan tak kunjung berhenti, sebuah mobil taksi biru pun akhir nya berhenti, dan mereka pun naik ke dalam taksi dan menujuh perjalanan pulang.

Di dalam taksi vino dan sheren saling berdekatan sampai tak sadar tangan mereka saling bergandengan.

"mas sama mbk nya romantis amat" kata supir taksi itu sambil tersenyum melihat ke arah sepion atas, vino dan sheren bingung tentang apa yang di kata kan oleh supir taksi itu.

"maksut nya pak?" ucap sheren ke supir taksi itu, "lah dari tadi pegangan tangan terus hehehe", ucap supir taksi itu.

Vino dan sheren pun tersadar bahwa dari tadi mereka gandengan,  Sheren pun mau melepas kan tangan nya,  "eh sher jangan di lepas" ucap vino sambil menatap wajah sheren,  Dan mereka saling menatap, sheren pun tersenyum manis dan tidak jadi melepas kan tangan nya dari tangan vino. Perlahan sheren menyandarkan kepala nya ke bahu vino, vino pun merasa sangat bahagia saat itu. "gue sayang banget sama loe" ucap vino dalam hati.

"mas mbk...  mesra-mesra an sih boleh,  Tapi kapan turun nya nie, udah sampek dari tadi", ucap supir taksi.

Mata vino dan sheren pun langsung melotot melihat ke arah kaca, yang ternyata sudah sampai di depan rumah sheren, malu lah mereka berdua sampai wajah vino dan sheren berubah jadi merah.

Mereka pun turun dan langsung membayar taksi itu,  "vin ayo mampir dulu,  Kamu ganti dulu baju kamu,  Biar gak masuk angin" kata sheren.

Vino pun langsung mengangguk kan kepala dan masuk ke dalam rumah.

Setelah vino berganti pakean, dengan mengenak kan jaket warna pink milik sheren,  Sheren pun membuat kan coklat hangat untuk vino.

"sher warna nya gak terlalu mencolok yak". Kata vino,  Sheren pun tertawa melihat vino yang keliatan lucu mengenak kan jaket pink milik nya "udah gpp, dari pada masuk angin hehehe?" ucap sheren. Vino pun malu karna di ketawain oleh sheren.

"di minum vin coklat nya?" ucap sheren, vino pun langsung meminum nya dan tiba-tiba muka vino langsung berubah pucat. 

"kenapa vin?" ucap sheren.
"pahit? ", kata vino sambil berusaha menelan minuman yang sudah terlanjur masuk ke mulut nya.

"hehehe sekali-sekali kamu harus ngerasain rasa coklat pahit" ucap sheren sambil tertawa.

"yee malah di ketawain, aku heran sama kamu, seneng banget sama coklat pahit?" ucap vino.

"kan aku udah bilang kalo kamu suka coklat juga harus suka dengan rasa pahit nya" ucap sheren dengan tersenyum.

Vino pun berusaha menghabis kan minuman nya,  Tapi karna sangat pahit vino pun hanya mengahabis kan setengah dari minuman nya.

"udah reda sher hujan nya, aku pulang dulu ya" kata vino.

"ow iya,  Ya udah hati-hati ya vin". Ucap sheren sambil mengantar kan vino sampai depan rumah nya.

"sheren...Cium atau pelukan perpisahan belum ada ya hehehe" ucap vino.

Sheren pun hanya tersenyum.

"hehehe kayak nya belum ada ya, ya udah aku pulang dulu ya", ucap vino sambil berjalan keluar rumah sheren.

Tiba-tiba sheren berlari mengejar vino yang belum jauh dari rumah nya. Dannnnnn sheren pun mencium pipi vino,  Dan sheren pun langsung kembali lari masuk ke rumah nya.  Vino yang kaget karna baru sajah di cium oleh bidadari yang selama ini dia idam-idam kan,  dan langsung melompat-lompat dan berteriak "alhamdulilah ya allah" sambil lari-lari pulang dan terus memegangi pipi nya.

Sesampai nya di rumah vino.
Vino pun masi tertawa sendiri dan terus memegangi pipi nya.
*brussssss*.  Tiba-tiba wajah vino di sembur air, oleh dukun yang di bawa oleh mama nya vino.

"apa-apa an sih ma?". ucap vino sambil mengusap wajah nya.

"udah diem vin biar mbah dukun ngeluarin setan yang ada di tubuh  Kamu". kata mama vino dengan yakin nya

" nah... nah... setan apa an si ma?  vino gak kesurupan kali ma". Ucap vino dengan heran nya.

*brussssss* semburan yang kedua di wajah vino.

"ini juga apa an sih sembar-sembur emang wajah gue kayak cabe-cabe an belum mandi apa?" kata vino dengan kesal nya

"ma vino ini gak kesurupan tapi lagiii...?".  kata vino sambil lari menuju kamar nya.

"lagi apa vin?" teriak mama vino

"jatuh cinta". Ucap vino dengan keras nya. Dan masuk ke dalam kamar.

"jatuh cinta?" kata mama vino dan mbah dukun secara bersamaan dengan kompak nya.

Di dalam kamar vino masi terbayang akan ciuman sheren, tersontak vino ingat akan tisu milik sheren yang tadi dia ambil. Dan langsung mencari nya di tas nya dengan harap- harap cemas tisu itu tidak basah terkena air hujan tadi.

Dan akhir nya vino menemukan tisu nya, "syukur-syukur tisu nya gak basah", ucap vino

Dan vino melihat tisu itu,  Ternyata coretan yang di lihat vino tadi adalah puisi dan kata-kata mutiara sheren yang di tulis di tisu.  Vino langsung membaca nya dan tersenyum-tersenyum sendiri. Setelah membaca wajah vino terlihat bingung.  "kenapa di tulis di tisu? Apa sheren gak punya buku?" ucap vino dalam hati. 

Cinta Adalah Pahit 08

Aldi dan vino pun pergi ke kantin untuk melakukan kebiasaan mereka,  Minum es coklat dan godain mbk susi. Aldi memesan dan vino menunggu di meja kantin sambil terbengong, entah apa yang sedang di fikir kan vino.

"eh vin bengong ajh loe?, ini es coklat loe?" ucap aldi sambil menepuk punggung vino, tapi vino tidak menggubris ucapan aldi dan masi terdiam.

"woy... Vin kenapa sih loe?, kalo emang suka udah bilang ajh?, entar keburu gue samber nie si sheren" ucap aldi.

"Pletak",  Suara tangan vino yang ngejitak kepala aldi, "enak ajah loe?,  Gak segampang itu juga kalik??" ucap vino dengan sewot.

"ya elo?... Lah biasanya elo kan langsung nembak, kalo loe suka sama cewek,  Dan lagian sekali loe nembak cewek juga langsung di terima kan" ucap aldi sambil ngelus-ngelus kepalanya yang habis di jitak oleh vino.

"sheren itu beda gak kayak cewek-cewek lain, gak tau kenapa kali ini gue gak brani ngomong suka sama cewek satu ini?", ucap vino.

"hay vin?" terdengar suara sheren yang menghampiri aldi dan vino.

"eh sheren, udah selsai klas nya?, duduk sini sher".  ucap vino dengan menyuruh sheren untuk duduk di samping nya.

"cantik bner?" ucap aldi sambil cengengesan.

"wah dasar loe nyet? Semua orang loe bilang cantik" ucap vino.

"ini aldi yang kejetok kepalanya kemaren ya?, hehe" ucap sheren sambil ketawa,  Aldi pun langsung malu dan bersuara pelan "etss dah... Yang di ingen kejetok nya ajh" ucap aldi.

Mereka bertiga pun berbincang-bincang dan tertawa bersama.
Tapi vino melihat sebuah tisu di kantong tas kecil sheren, vino melihat seperti ada coretan di tisu itu, vino pun sangat penasaran dengan tisu yang ada pada tas sheren, dan mencari kesempatan untuk mengambil nya,  Dan kesempatan itu pun akhir nya datang saat sheren asyik bercanda dengan aldi, vino pun langsung mengambil kesempatan itu untuk mengambil tisu itu, dan tisu pun berhasil di kantongi oleh vino.

"eh sampek lupa karna ke asykan bercanda? sheren mau minum apa? Biar gue yang mesenin", ucap aldi

"es coklat original ada gak ya disini?" Ucap sheren.

"nah lohh sama kayak sih vino, doyan es coklat juga sher?", ucap aldi sambil garuk-garuk kepala, dan sheren langsung tersenyum ke arah vino.

"lah gue yang nanya, senyum nya mala ke vino?, tp ngomong-ngomong es coklat original itu apaan ya?" ucap aldi sambil nengok ke atas dan mikir.

"dasar kampung es coklat original ajh gak tau", ucap vino meledek aldi.
"lah gue kan bukan fans es coklat kayak lue berdua, gue tau nya tuh essss dah cantik banget tuh cewek" ucap aldi sambil melirik cewek yang lewat di depan nya.

"lahh kamprett",  ucap vino sambil ngelempar sedotan es ke muka aldi.

"aduh... Udah-udah,  Es coklat original itu, coklat yang gak pekek gula" ucap sheren sambil melerai aldi dan vino.

"waduh gak pahit bnget tuh sher?,  Kalo mau yang pahit-pahit lihat ajah tuh muka si vino, pahit nya kuadrat hahaha" ucap aldi,  "ya udah aku pesenin dulu ya, di mbk susi apah ajah ada" ucap aldi.

Aldi pun pergi ke tempat mbk susi buwat mesen.

"lucu juga ya dia",  ucap sheren.  "gak lucu ajah tapi gila juga" ucap vino dan mereka berdua pun tertawa bersama.

"sheren aku boleh mintak nomer kamu?, ucap vino sambil menyodor kan hanphone nya ke sheren,  Dan sheren pun langsung mengetik kan nomer nya di hanphone vino.

"es coklat original nya sudah datang" ucap aldi. "makasih al" ucap sheren,  Dan mereka pun lanjut mengobrol dan bercanda-canda.

*Cuaca yang saat itu cerah berubah menjadi mendung,  Menunjukan hujan akan segerah datang, raut wajah sheren pun mulai berubah,  Karna sheren harus segerah pulang sebelum hujan datang.

"eh vin,al aku pulang dulu ya, mau hujan coal nya" ucap sheren sambil mengeluarkan dompet nya.

"udah biar aku ajah yang bayar sher,gantian?" ucap vino.

"gue di bayarain juga nie? "sahut aldi dengan penuh harapan, "kalo loe sih bayar sendiri nyet", ucap vino,

"udah aku ajah yang bayarin, nie al sekalia sama vino juga" ucap sheren sambil memberikan uang nya ke aldi,  Aldi pun langsung mencomot uang yang di berikan sheren sambil ketawa kegirangan.

"ya musti nya aku ajh yang traktir sher?" ucap vino,  " udah gpp, aku duluan ya, takut keburu hujan"kata sheren,  " eh sher aku anter ya, tapi nganter nya pakek taksi hehehe" ucap vino, "gpp nie, lah terus aldi?", kata sheren,  "kalo dia mah bisa pulang sendiri sher, udah gede juga dia hehehe". Kata vino.
"ya udah ayo kalo gitu". ucap sheren

"eh al gue duluan ya" teriak vino sambil melambaikan tangan nya, aldi yang mengerti maksut vino agar bisa berduaan dengan sheren pun langsung berkata "OK".

Vino dan sheren pun langsung berjalan pulang sambil mencari taksi, tapi hujan lebih cepat datang nya, vino dan sheren pun ke bingungan dan akhir nya mereka bertedu di depan rumah makan padang, vino yang melihat sheren sangat cemas karna hujan semakin deras, berusa untuk menghibur sheren, tapi belum sempat vino menghibur sheren,  Sheren tiba-tiba lari ke jalan dan berusaha mencari taksi. Vino pun terkaget, vino memandangi sheren yang tengah hujan-hujanan, di mata vino sheren terlihat lebih cantik dengan tetesan air yang menimpah wajah sheren, vino sempat terbengong, dan langsung tersadar dan lari ikut mencari taksi, mereka berdua pun kehujanan bersama,  Sementara itu mata vino tetap tertujuh ke arah sheren.

 
Wordpress Theme by wpthemescreator .
Converted To Blogger Template by Anshul .